
" Kalau kau tidak menurunkan ku maka sendal ku akan terbang ke muka mu " ujar Rania
" Benarkah " ujar Revan
" Aduh!!! kepala ku pusing banget " ujar Rania meringis kesakitan
" By, kau kenapa " ujar Revan panik
" Aku nggak papa, tapi tadi saat kepala ku pusing aku seperti melihat bayangan aneh di pandangan ku " ujar Rania
" Apa ingatan nya muncul kembali " batin Revan
" Kita masuk yuk, kau harus banyak istirahat by " ujar Revan
" Tapi aku pengin menghirup udara segar, bosan tau kalau di kamar terus " ujar Rania menggerutu
" Baiklah, kalau begitu saya ke dapur dulu. Kalau butuh sesuatu panggil saya " ujar Revan
" Sayang! aku bantuin kamu masak ya " ujar Rania
" Tidak boleh! kau harus banyak istirahat " ujar Revan
" Tapi aku udah sehat kok, please!!! " ujar Rania dengan wajah memelas
" Baiklah " ujar Revan yang tidak kuat melihat wajah memelas gadis nya
" Tapi ada syarat nya " ujar Revan menyeringai
" Syarat! ih nyebelin banget sih pakai ada syarat nya segala " ujar Rania kesal
" Jika kau tidak ingin memenuhi syarat nya juga tidak mengapa " ujar Revan
" Baiklah! apa syarat nya " ujar Rania dengan mata berbinar
" Syarat nya kau harus mencium ku dulu " bisik Revan di telinga Rania
" Ciuman? ciuman pipi kan? gampang!! " ujar Rania
" Ciuman bibir baby " bisik Revan
" Apa!!! nggak mau!!! " ujar Rania menolak
" Baiklah! tidak mengapa kau duduk di sini saja " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Dasar mesum!!! bagaimana bisa aku menyukai lelaki mesum ini " batin Rania
Rania langsung berdiri dan duduk di pangkuan Revan, hal itu membuat Revan terkejut. Tanpa aba-aba Rania langsung mencium bibir Revan
Cup
Saat Rania ingin menyudahi ciuman nya tapi malah Revan memegang tengkuk nya dan memperdalam ciuman itu, Revan ******* bibir Rania dengan lembut membuat Rania terbuai
" Manis " ujar Revan menyeringai setelah melepas kan ciuman nya
" Apaan sih!!! udah, kata nya mau masak!!! " ujar Rania memanyunkan bibir nya
" Baiklah! tapi jangan manyun, nanti kau tambah jelek " ujar Revan terkekeh
" Ya udah kalau aku jelek, kamu cari pacar lain aja " ujar Rania cemberut
" Hei! saya berjanda baby " ujar Revan
" Bercanda!! " ujar Rania menggeleng kan kepala nya
" Hehe, iya bercanda " ujar Revan terkekeh
" Apa kau tahu, kau adalah gadis paling cantik yang saya kenal. Jadi kau tidak boleh pergi karena kau hanya milik ku " ujar Revan memeluk Rania erat
" Cih! omong kosong!!! " ujar Rania
__ADS_1
" Siapa bilang! saya sungguh mencintai mu dan kau harus mengingat nya bahwa kau adalah milik ku seorang " ujar Revan
" Ingat! kau milik Revan Pratama!! " ujar Revan dengan tegas
" Kamu tau, kamu itu sungguh … " ujar Rania
" Sungguh tampan, baik, dan tidak sombong kan " ujar Revan dengan kepercayaan diri yang tinggi
" Cih! kamu itu sungguh prik!!! " ujar Rania
" Prik? apa itu prik " ujar Revan sambil menaikkan sebelah alis nya
" Kamu nggak gaul banget sih! masa prik nggak tau! dulu sekolah di mana bang!!! " ujar Rania
" Apa hubungan prik dengan di mana saya sekolah " ujar Revan mengerutkan kening nya
" Ya ada lah hubungan nya! memang nya kamu dulu sekolah di mana? " ujar Rania terkekeh
" Saya dulu bersekolah di kota X " ujar Revan
" Terus kamu kuliah di mana? " ujar Rania
" Saya berkuliah di Inggris " ujar Revan
" Kamu beneran kuliah di Inggris!! masa nggak tau apa itu prik sih!! sungguh prik " ujar Rania tertawa keras
" Saya beneran tidak tahu, memang nya prik itu apa? " ujar Revan
" Kamu tau nggak terjemahan dari kata ' freak ' ? " tanya Rania
" Setahu saya terjemahan dari kata ' freak ' itu ' aneh ' " ujar Revan
" Itu kamu tau " ujar Rania
" Jadi maksud nya prik itu plesetan dari kata ' freak ' " ujar Revan
" Hei! kata nya mau masak, kenapa malah ngobrol terus!!! " ujar Rania kesal
" Iya by sabar! kenapa kau marah-marah terus " ujar Revan
" Nggak tau! aku kesal aja " ujar Rania
" Sungguh freak " batin Revan
" Ya sudah ayo " ujar Revan langsung menggendong tubuh Rania ke dapur
" Hei turunkan aku sekarang! cepat!! " ujar Rania
" Tapi saya tidak mau menurunkan mu by, kau mau apa? " ujar Revan menggoda Rania
" Tau ah, kamu selalu bikin aku emosi " ujar Rania
" Walaupun bikin emosi tapi kau sayang kan " ujar Revan
" Narsis amat luh!!! " ujar Rania kesal
Revan hanya terkekeh, hingga akhirnya mereka sampai di dapur
" Kita sudah sampai dapur, turunkan aku!!! " ujar Rania
" Tapi saya masih ingin di peluk oleh mu " bisik Revan di telinga Rania membuat Rania bergidik
" Hei! please deh turunkan aku aku lapar tau dari tadi emosi terus " ujar Rania
" Maka nya jangan emosi terus, jika kau bersama ku kau hanya perlu bersikap manja " ujar Revan menyeringai
" Kenapa lelaki ini selalu bisa membalas ucapan ku " batin Rania
" Cih! aku bukan tipe gadis yang manja tau!! " ujar Rania
__ADS_1
" Siapa bilang? kamu dulu juga sangat manja dengan ku by " ujar Revan
" Udah ah! aku capek silat lidah dengan mu terus! sekarang aku lapar, kata nya mau masak " ujar Rania
" Baiklah! apapun keinginan tuan putri " ujar Revan, hanya dengan itu sudah membuat pipi Rania merona
Revan langsung memulai memasak sedangkan Rania hanya di izinkan mencuci bahan-bahan nya saja dan sisa nya Revan melakukan nya sendiri. Rania tercengang melihat kelihaian Revan dalam memasak, bahkan Revan terlihat sangat santai saat memasak
" Sayang! apa kamu pernah jadi chef? " ujar Rania
" Tidak by, memang nya kenapa? " ujar Revan menoleh ke arah Rania
" Kamu seperti nya sangat mahir dengan alat dapur " ujar Rania
" Benarkah!!! itu semua karena calon suami mu ini seorang yang sangat multitalenta " ujar Revan
" Dasar narsis " ujar Rania mendengus kesal
Revan hanya terkekeh dan langsung melanjutkan memasak nya, sedangkan Rania hanya memperhatikan Revan memasak
Setelah masakan nya selesai, Revan langsung menaruh masakan nya di meja makan
" Baby, selamat menikmati cita rasa udang goreng tepung penuh cinta ala chef Revan " ujar Revan sembari meletakkan udang goreng tepung ke piring Rania
" Bukan ala chef Jono " ujar Rania terkekeh
" Bukan! silahkan di makan, di jamin rasa nya lebih enak dari masakan chef Jono " ujar Revan
" Baiklah biar ku coba " ujar Rania
" Silahkan nona " ujar Revan
Rania langsung memakan udang goreng tepung buatan Revan
" Gimana by, enak kan " ujar Revan
" Seharusnya sih enak " ujar Rania
" Maksud nya? " tanya Revan
" Udang goreng tepung nya terlalu asin " ujar Rania merengek
" Benarkah! biar saya coba " ujar Revan langsung memakan udang goreng tepung buatan nya
" Kau benar by, ini terlalu asin " ujar Revan
" Biar saya buatkan lagi, tadi pasti saya salah memasukan bumbu " ujar Revan
" Biar aku bantu " ujar Rania tersenyum
" Baiklah " ujar Revan
Mereka langsung kembali ke dapur untuk memasak udang goreng tepung lagi
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1