
" Jadi anda mau makan di sini atau di bawa pulang? " tanya Rania
" Kau bagaimana? " ujar Revan
" Saya mau di bawa pulang pak " ujar Rania
" Bolehkah saya makan di rumah mu? " tanya Revan
" Boleh pak " ujar Rania tersenyum
" Baiklah, biar saya yang pesan
Revan langsung menghampiri penjual nasi goreng untuk memesan makanan
Setelah pesanan nya sudah siap, Revan langsung membayar makanan nya dengan uang yang sangat fantastis menurut sang pedagang
" Maaf mas, ini uang nya terlalu banyak. Harga dua porsi nasi goreng hanya tiga puluh ribu saja tidak sampai tiga juta " ujar penjual nasi goreng tersenyum
" Jadi hanya tiga puluh ribu harga nya pak, ya sudah uang nya ambil untuk bapak saja " ujar Revan
" Beneran mas, terimakasih banyak. Semoga hidup mu di penuhi kebahagiaan mas " ujar penjual nasi goreng yang sangat bersyukur akan kebaikan Revan
" Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu pak " ujar Revan berlalu pergi menuju mobil nya
Sesampai nya di mobil Revan langsung masuk dan melajukan mobil nya menuju rumah Rania yang tidak terlalu jauh dari situ
Setelah sampai di rumah Rania, suasana di rumah itu dan rumah yang lain terlihat begitu gelap
" Pak! maaf saya kalau rumah saya sedang mati listrik, gimana ya " ujar Rania yang merasa tidak enak kepada Revan
" Tidak masalah, saya ingin merasakan berada di tempat yang mati listrik dan gelap " ujar Revan asal
" Tapi pak saya jadi merasa nggak enak karena membuat anda tidak nyaman " ujar Rania
" Tenang saja, saya ingin merasakan makan di tempat yang gelap " ujar Revan
" Baiklah! kalau begitu saya buka pintu nya dulu " ujar Rania sambil membuka pintu nya
" Biar saya bantu buka " ujar Revan saat melihat Rania susah membuka pintu rumah nya karena gelap
Revan langsung membantu Rania membuka pintu, hanya dalam beberapa detik pintu rumah Rania langsung terbuka
" Wah!!! ternyata bos kejam ini sungguh memiliki penglihatan yang sangat bagus " batin Rania terpukau
" Silahkan masuk pak, sebentar saya cari lilin dulu " ujar Rania
" Baiklah " ujar Revan langsung duduk di sofa ruang tamu
Lima menit kemudian Rania datang dengan membawa lilin
__ADS_1
" Pak! itu nasi goreng nya mau di makan sekarang atau nanti, kalau sekarang biar saya siapin " ujar Rania
" Sekarang juga boleh " ujar Revan santai
" Baiklah saya siap kan dulu, oh iya pak silahkan anda duduk di meja makan biar makan nya nggak susah " ujar Rania bingung mengolah perkataan nya
Rania langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman, sedangkan Revan sedang duduk di meja makan dengan ke dua tangan berada di atas meja saling menumpuk. Sungguh seperti anak kecil yang tidak sabar menunggu makanan nya
" Ini pak nasi goreng nya " ujar Rania sambil menaruh piring berisi nasi goreng ke hadapan Revan
" Iya, terima kasih " ujar Revan dengan wajah datar
" Ini minum nya pak, apa anda mau saya buatkan kopi atau teh? " ujar Rania sambil memberikan segelas air putih ke hadapan Revan
" Tidak perlu, nanti saya tidak bisa tidur kalau minum kopi " ujar Revan
" Baiklah, silahkan di makan pak " ujar Rania
" Iya, kau juga harus makan " ujar Revan
" Iya pak " ujar Rania langsung duduk di depan Revan dan langsung memakan nasi goreng nya
" Ternyata nasi goreng di warung yang sederhana dengan harga yang murah lebih enak di bandingkan masakan para pelayan tidak tahu di untung itu " batin Revan setelah menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulut nya
Revan makan dengan sangat lahap, hal itu membuat ekspresi wajah nya kelihatan lucu. Rania sekuat tenaga menahan tawa dan hanya tersenyum tipis
Tak berselang lama lampu menyala dan dengan cepat Rania langsung mengubah ekspresi wajah nya
" Hei Rania!!! cepat buka pintu nya!!! apa kamu tuli!!! cepat buka!!! " ujar orang itu menggedor pintu dengan keras
" Itu siapa, tidak sopan sekali " ujar Revan geram
" Bentar pak, biar saya bukain pintu dulu " ujar Rania langsung beranjak dari duduk nya
" Tunggu!! biar saya yang buka pintu nya " ujar Revan sambil memegang tangan Rania
" Em, kita buka pintu nya bersama saja " ujar Rania gugup karena tangan nya masih di pegang oleh Revan
" Baiklah! ayo " ujar Revan menggandeng tangan Rania
" Astagfirullah, kok aku merinding saat tangan ku di pegang oleh bos kejam ini. Dan sekarang malah tangan ku di gandeng rasa nya pengin menghilang dari dunia ini " batin Rania
Pintu di buka oleh Revan dan terlihat lah seorang gadis dengan pakaian minim nan terbuka
" Eh! ada kak Revan, tumben kak main ke sini kenapa nggak bilang ke aku dulu " ujar Salsa terkejut melihat Revan sedang berada di rumah nya
" Kak! masuk lagi yuk, kita ngobrol bareng " ujar Salsa menggigit bibir bawah nya dan berusaha mengalihkan pembicaraan
" Kenapa kau di rumah sendiri pakai berteriak tidak jelas " ujar Revan dengan wajah datar nya
__ADS_1
" Kenapa tidak masuk saja atau mengucap salam? apa kau tidak di ajarkan sopan santun oleh orang tua mu? " ujar Revan dengan menatap Salsa sangat tajam
" Kenapa gaya nya bos kejam ini jadi seperti seorang kakak ipar yang galak ya, eh tunggu! kakak ipar? kalau dia kakak ipar berarti … tidak!!! " batin Rania berteriak dalam hati
" Dan satu lagi, kenapa kau memanggil kakak mu dengan sebutan nama!!! jawab!!! " ujar Revan dengan tegas
" Ma- maaf kak, aku nggak sengaja " ujar Salsa menunduk gemetaran
" Tidak sengaja apa nya!!! kau dengan jelas memberlakukan nya dengan tidak sopan!!! " ujar Revan
" Aduh!!! kenapa jadi begini sih!!! dan kenapa kak Revan jadi sangat baik dengan Rania " batin Salsa kesal
" Maaf kak, aku tahu aku salah. Aku sungguh minta maaf " ujar Salsa
" Kau seharusnya minta maaf kepada Rania!!! bukan kepada ku!!! " ujar Revan
" Baik kak " ujar Salsa
" Kak Rania! Salsa minta maaf ya " ujar Salsa dengan ekspresi terkejut melihat tangan Revan menggandeng tangan Rania
" Apa!!! jadi mereka saling bergandengan, ada hubungan apa mereka!!! awas ya Ran, aku pasti akan mendapatkan kak Revan " batin Salsa kesal
" Kalau meminta maaf harus ikhlas bukan hanya di mulut saja tapi tidak dengan hati nya " ujar Revan
" Kok kak Revan tahu sih kalau aku masih belum menyesal, aku harus bersandiwara dengan baik untuk mendapatkan hati kak Revan " batin Salsa
" Bos kejam ini seperti mempunyai Indra keenam saja sungguh menyeramkan " batin Rania
" Iya kak, Salsa juga ikhlas kok minta maaf nya " ujar Salsa
" Ya mana saya tahu kau benar ikhlas atau tidak, bisa saja kau berbohong " ujar Revan dengan tatapan tajam nya
" Salsa beneran ikhlas kak nggak bohong " ujar Salsa
" Terserah!!! kalau kau berbohong juga dosa nya kau tanggung sendiri, jadi bukan urusan saya " ujar Revan sinis
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1
bisa di follow ig nya yah