SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Bertemu di supermarket


__ADS_3

"By, kau sedang memasak apa? biar saya bantu." ujar Revan berjalan mendekati Rania


"Aku sedang membuat ikan goreng sama sayur kangkung, jujur aku belum ahli memasak, jadi hanya bisa memasak masakan sederhana saja!" ujar Rania


"Apapun yang kau masak, aku pasti akan memakan nya!" ujar Revan sembari memeluk Rania dari belakang


"Sudah lah! mending kita makan daripada kamu ngegombal terus." ujar Rania


"Baiklah!" ujar Revan


Rania langsung menyiapkan makanan di meja makan serta mengambil kan makanan untuk Revan. Mereka berdua makan dengan keheningan, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu


Di posisi Lili, gadis itu sudah berada di supermarket yang letak nya cukup dekat dengan tempat nya bekerja


"Loli! tempat kerja kamu juga di daerah sini kan?" ujar ibu nya Lili


"Iya bu! tempat kerja Lili tidak jauh dari sini." ujar Lili


"Temenin ibu ke tempat sabun ya!" ujar ibu nya Lili


"Iya bu!" ujar Lili berjalan mengikuti ibu nya sembari membawa troli belanja


Di saat yang sama juga, Vino sudah berada di supermarket dekat perusahaan nya


"Pertama aku harus mencari perlengkapan mandi dulu." ujar Vino langsung bergegas membawa troli menuju bagian perlengkapan mandi


Saat Vino sudah sampai di tempat perlengkapan mandi dan sedang memilih sabun mandi, tanpa di sangka mata elang Vino menangkap sosok yang sangat dikenali nya


Sosok tersebut adalah Lili yang sedang membantu ibu nya mencari sabun, Vino menarik sedikit sudut bibir nya saat melihat Lili. Vino tidak menyangka ternyata diri nya akan bertemu dengan gadis yang membuat jantung nya tidak normal


Vino terus memandangi ke arah Lili dan tanpa di sangka pandangan mata mereka bertemu dan saling bertaut


"Bukankah itu pak Vino? kenapa dia ada di sini?" batin Lili


"Aduh malu banget aku!!! kenapa aku ke supermarket pakai baju tidur sih? seolah keberuntungan tidak berpihak kepada ku." batin Lili


"Yang aneh itu kenapa pak Vino bisa ada disini sih? bukan nya alamat mansion elite nya jauh dari sini." batin Lili. Ya, Lili pernah di beritahu alamat rumah Vino oleh sesama pegawai yang hobi jadi stalker nya Vino dan sangat tergila-gila pada Vino


"Kenapa di sangat cantik sih? bahkan saat memakai pakaian tidur seperti itu tetap terlihat cantik." batin Vino yang terus memandangi Lili dari jarak yang cukup dekat


"Lili! kamu lagi ngapain sih? dari tadi ibu panggil nggak ada sahutan." ujar ibu nya Lili


"Ah iya bu! maaf tadi Lili lagi fokus menghitung harga sabun mandi yang di diskon, jadi nggak dengar ibu panggil." ujar Lili


"Sampai segitu nya kamu menghitung diskon sabun mandi!!!" ujar ibu nya Lili sembari menggeleng kan kepala nya


"Hehe! biar nggak salah menghitung nya bu!" ujar Lili terkekeh


"Jadi itu ibu nya Lili, apakah aku harus menemui nya?" batin Vino

__ADS_1


"Tapi jika aku menemui ibu nya Lili aku juga tidak mempunyai hak untuk bertemu dengan mereka." batin Vino


"Tapi jika aku tidak menemui ibu nya, bagaimana hubungan ku dengan nya mengalami peningkatan!" batin Vino


Vino sedang ribut dengan hati dan perasaan nya. Di satu sisi dia ingin menemui ibu dari gadis yang selalu ada di pikiran nya itu, namun di sisi yang lain dia sadar bahwa dia bukan siapa-siapa bagi mereka


"Mending aku menemui mereka sekalian lebih dekat dengan ibu nya." ujar Vino yang sudah bertekad dan langsung berjalan ke arah Lili


"Aduh!!! gawat!!! kenapa pak Vino berjalan ke arah ku sih." batin Lili


"Lili! kau di sini juga? sedang apa kau di sini?" ujar Vino seolah baru melihat kehadiran Lili di situ


"Iya! tentu saja saya sedang belanja pak! masa sedang berobat!" ujar Lili terkekeh


"Kau kesini sendirian?"ujar Vino


"Tidak pak! saya bersama ibu saya." ujar Lili kepada Vino


"Oh!! saya kira kau sendirian!" ujar Vino berdusta padahal dia sudah melihat sendiri kalau Lili bersama ibu nya


"Bapak ke sini sendirian? atau sama orang tua bapak juga?" tanya Lili


"Tidak! saya ke sini sendirian!" ujar Vino


"Oh!!" ujar Lili sembari mengangguk


"Itu tadi lagi nyari sampo," ujar Lili


"Oh!!! bisakah kau menolong saya?" ujar Vino


"Memang nya kenapa pak?" ujar Lili bingung


"Saya bingung memilih bahan makanan." ujar Vino


"Memang nya ibu nya kemana pak?" ujar Lili


"Saya ingin hidup mandiri, jadi ingin belajar belanja sendiri. Tapi setelah sampai di sini bingung juga dengan bahan makanan yang beraneka merk." ujar Vino


"Oh gitu! ya udah biar saya temenin nyari bahan makanan nya pak! tapi saya ijin dulu sama ibu saya." ujar Lili


"Baiklah!" ujar Vino


"Loli! ini sampo nya, sekarang tinggal temenin ibu nyari sabun cuci." ujar ibu nya Lili yang belum menyadari keberadaan Vino


"Loli? lucu sekali nama panggilan nya, tapi memang sesuai dengan wajah nya yang manis seperti permen Loli." batin Vino terkekeh


"Aduh!!! kenapa ibu pakai acara panggil aku Loli segala sih? kan malu ada pak Vino di sini." batin Lili


"Eh!" ujar ibu nya Lili setelah menyadari keberadaan Vino

__ADS_1


"Anda siapa ya?" tanya ibunya Lili


"Saya Vino, teman kerja nya Lili." ujar Vino sembari mencium punggung tangan ibu nya Lili


"Apa? teman? aku nggak salah denger pak Vino yang terhormat menyebut ku teman." batin Lili


"Sopan sekali anak ini! udah ganteng, penampilan nya rapi, sopan lagi. Pas banget dimasukan keranjang list calon mantu." batin ibu nya Lili


"Oh!! jadi kamu teman nya Lili. Sedang apa disini? lagi nemenin ibu nya juga?" ujar ibu nya Lili


"Tidak Tante! saya memang sengaja belanja. Oh iya Tan, bolehkah saya membawa Lili untuk menemani saya belanja sebentar?" ujar Vino


"Saya kurang paham kalau membeli bumbu dapur dan bahan makanan." sambung Vino


"Oh! kalau gitu kamu boleh bawa Lili, biar Tante tunggu di kasir nanti kalau sudah selesai belanja." ujar ibu nya Lili yang langsung menyetujui ucapan Vino


"Ibu mah nyebelin deh! ngapain pake acara setuju sih! serasa seperti udah jatuh tertimpa tangga deh hari ini aku!" batin Lili


"Terima kasih Tante!" ujar Vino


"Seperti nya ibu nya Lili mulai menyukai ku, akhir nya bisa selangkah lebih dekat." batin Vino


"Sama-sama! kalian langsung belanja aja!" ujar ibu nya Lili


"Iya bu!" ujar Lili dengan malas, sedangkan Vino hanya mengangguk sopan


Vino langsung menarik tangan Lili untuk membantu nya mencari bahan makanan


Sedangkan ibu nya Lili tersenyum melihat kedekatan Lili dan teman kantor nya


"Ternyata loli punya teman pria juga, kirain dia bakal nggak akrab dengan seorang pria." ujar ibu nya Lili


"Kalau dilihat, mereka juga tampak serasi." ujar ibu nya Lili yang melihat Vino dan putri nya yang sudah menjauh, ditambah tangan Vino yang masih setia menggenggam tangan Lili membuat mereka nampak serasi.


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2