
" Zhao lie! biar saya antar kamu pulang " ujar Revan setelah mereka keluar dari cafe tersebut
" Nggak usah … nggak usah, aku tadi diantar supir " tolak Zhao lie
" Lagipula kamu pasti sibuk di kantor honey, jadi aku nggak mau ngerepotin kamu " jelas Zhao lie, dia takut Revan salah paham
" Baiklah! kalau begitu saya permisi dulu " ujar Revan berlalu pergi setelah Zhao lie mengangguk
Revan sudah masuk ke dalam mobil nya dan melaju menuju kantor nya
Setengah jam kemudian, mobil Revan sudah sampai di perusahaan nya. Revan langsung masuk ke dalam perusahaan nya menuju ruangan. Sesampai nya di dalam ruangan nya dia langsung menghela napas kasar
" Huh!!! "
" Apa yang harus aku lakukan selanjutnya " ujar Revan
" Sampai kapan aku harus bersandiwara seperti ini " ujar Revan yang merasa resah
" Dari pada pusing mendingan fokus kerja " ujar Revan yang langsung fokus melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda
...----------------...
Sedangkan di posisi Rania, gadis itu sedang melamun entah sedang memikirkan apa
" Apakah rencana yang aku berikan kepada bos kejam itu akan berhasil " ujar Rania
" Semoga saja berhasil!!! kalau rencana itu gagal bisa malang nasib ku di mangsa bos kejam itu " ujar Rania bergidik ngeri
" Stop Rania!!! fokus kerja … positif thinking aja " ujar Rania menyadarkan diri sendiri
Rania langsung fokus bekerja karena takut terkena amukan bos kejam nya
...----------------...
Waktu berlalu, tak terasa hari sudah sore. Semua pegawai di perusahaan R'P Group bersiap siap untuk pulang ke rumah mereka masing masing tak terkecuali Rania. dia juga bersiap siap untuk pulang
Rania sudah keluar dari gedung R'P Group menuju ke rumah nya, dia akan pulang bersama Lili jadi dia menuju tempat kerja sahabat nya dulu
Tak lama kemudian, Rania sampai di depan gedung perusahaan MHS' Group dan terlihat seorang gadis yang di kenali nya sedang duduk menunggu Rania
" Hei Li!!! udah lama nunggu " ujar Rania setelah mendekati Lili
" Lumayan, tapi … no problem " ujar Lili tersenyum
" Ih!!! kamu jangan sok sok an ngomong Inggris deh, kaya si oli aja " ujar Rania terkekeh
" Apa!!! masa gara gara aku ngomong Inggris dibilang kaya oli!!! aku kan cantik dan gak terlalu hitam juga, masa di samain oli " ujar Lili kesal
" Kamu jahat Ran!!! " ujar Lili ngambek
" Bukan gitu maksud ku Li, aku gak nyamain kamu sama oli " ujar Rania
" Lah terus sama apa? jelas jelas tadi kamu bilang oli, sekarang di samain sama bensin apa rantai " ujar Lili ngambek
" Maksud ku itu bukan oli, tapi … nona Lady Zhao lie pacar nya pak Revan yang sombong nya minta ampun " ujar Rania
" What!!! Apa!!! pak Revan udah punya pacar, jadi kamu bukan jodoh nya pak Revan dong " ujar Lili terkejut
__ADS_1
" Apa apa an sih Li, kamu kaya pakar jodoh aja. Kamu kan juga jomblo " ujar Rania
" Sejak kapan pak Revan punya pacar Ran " ujar Lili yang sudah terlalu kepo
" Tadi " ujar Rania singkat
" Kok kamu bisa tau sih Ran, jangan jangan … cuma kabar burung ya " ujar Lili tidak percaya
" Kabar burung apaan, orang bos kejam itu sendiri yang minta pendapat ku " ujar Rania
" Minta pendapat apaan maksudnya " ujar Lili
" Mendingan ngobrol nya sambil pulang aja " ujar Rania
" Baiklah " ujar Lili
Kedua gadis itu sudah berjalan pergi meninggalkan gedung perusahaan MHS' Group
" Lanjut dong Ran, cerita nya. Jiwa kepo ku meronta-ronta nih " ujar Lili
Rania langsung menceritakan semua nya tentang hubungan antara Revan dengan pacar nya
" Jadi … pak Revan cuma bersandiwara dan tidak ada rasa cinta dari pak Revan kepada si oli " ujar Lili yang sudah mengikuti cara bicara Rania dalam menyebut Zhao lie
" Kalau perasaan sih aku nggak tau " ujar Rania
" Eh!!! tunggu!!! kenapa pak Revan dengan mudahnya langsung mengikuti rencana yang kamu berikan " ujar Lili
" Iya ya, aku baru sadar " ujar Rania
" Jangan jangan apa Li, jelasin dong aku kepo nih " ujar Rania
" Jangan jangan pak Revan menyimpan perasaan kepada mu Ran " ujar Lili
" Nggak mungkin lah, kamu aneh aneh aja Li " ujar Rania
" Aneh gimana? lah kan emang kenyataan nya pak Revan sudah baik ke kamu " ujar Lili
" Iya juga ya, bahkan tadi pagi dia menjadi dewa penolong ku " ujar Rania keceplosan
" Dewa penolong gimana maksud nya Ran " ujar Lili kepo
" Itu loh, tadi pagi pak Revan nolongin aku dari jeratan adu domba Elang " ujar Rania tidak sadar
" Apa!!! Elang!!! maksud mu Elang preman brengsek itu " ujar Lili dan Rania pun mengangguk
" Gimana dong Ran cerita heroik super Revan itu, ceritain dong " ujar Lili memohon
Rania langsung menceritakan tentang kejadian tadi pagi secara rinci dan detail
" Wah!!! hebat banget tuh super Revan " ujar Lili
" Biasa aja kok, ngga istimewa istimewa banget " ujar Rania
" Seperti nya pak Revan beneran suka deh sama kamu Ran " ujar Lili
" Kamu mah nyebelin Li " ujar Rania kesal
__ADS_1
" Eh!!! bentar … gimana kabar hubungan mu dengan pak Vino Li " ujar Rania sambil menaikturunkan alis nya
" Apaan sih kamu Ran. Emang nya aku ada hubungan apa sama pak Vino " ujar Lili
" Kalau menurut ku ya Li, dari tatapan mata nya … seperti nya pak Vino suka deh sama kamu " ujar Rania
" Ya gak mungkin lah Ran, kamu mah ada ada saja " ujar Lili
" Ya takut nya aja iya " ujar Rania
" Sudah lah, jangan membahas ini terus. Kalau sudah waktu nya, jodoh pasti bertemu " ujar Lili
" Bilang aja sedang mengalihkan pembicaraan " ujar Rania
" Hehehe, tau aja kamu Ran " ujar Lili cengengesan
" Berarti benar dong kamu suka sama pak Vino Li " ujar Rania penuh selidik
" Siapa yang gak terpesona coba sama ketampanan nya, jujur aku suka sama pak Vino tapi aku hanya bisa mencintai dalam dia Ran " ujar Lili
" Tapi … kalau menurut ku cinta mu akan berbalas deh Li " ujar Rania menyemangati Lili
" Semoga aja!!! " ujar Lili
" Hei Ran! kok si preman itu bisa keterlaluan banget sama kamu " ujar Lili
" Aku juga gak tau Li, dia bisa memfitnah aku sampai segitu nya " ujar Rania bingung
" Untung aja ada bos kejam Revan, kalau nggak mungkin ayah, ibu, dan Salsa akan terhasut dengan omongan nya " ujar Rania
" Yang sabar ya Ran! tapi … aku juga takut kalau Elang bakalan balik lagi pasti dia dendam ke kamu dan akan melakukan hal yang lebih keterlaluan ke kamu Ran " ujar Lili
" Aku juga takut Li, karena kan Elang orang nya nekat " ujar Rania
" Tenang Ran, aku nggak akan terhasut omongan nya dan pasti akan ada yang menolong kamu lagi " ujar Lili
" Iya Li, makasih " ujar Rania
" Iya Ran, santai aja kali " ujar Lili
Karena ke asik an mengobrol mereka tidak sadar sudah sampai di rumah Lili
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1