
" Nggak nggak nggak, nggak mungkin dan nggak akan pernah mungkin aku suka sama tuan muda Revan yang kejam dan juga nyebelin itu " ujar Rania dengan wajah yang pucat pasi dan bergidik membayang kan dia bersama dengan Revan
" Kalau memang suatu saat nanti tuan Revan adalah jodoh kamu gimana Ran, apa kamu akan menerima nya " ujar Lili yang tak berhenti henti nya meledek sahabat nya itu
" Pada saat waktu itu tiba, mungkin aku akan menjadi seseorang yang paling tidak beruntung di dunia ini " ujar Rania dengan muka sendu nya
" Stop !!! udah aku nggak mau membayang kan hal yang menyedihkan dan menyeramkan. Bikin bergidik aja kata kata kamu " Tambah Rania yang sudah frustasi dengan ucapan sahabat nya
" Iya iya deh, maaf " ujar Lili dengan santai nya
Setelah obrolan mereka berakhir, minuman pesanan mereka pun sampai dan mereka meminum pesanan mereka masing masing sambil bermain handphone
Di meja Revan dan Vino dua lelaki tampan itu sedang memainkan ponsel nya masing masing, membuat suasana di meja itu hening. setelah itu pesanan mereka pun sampai dan mereka segera meminum minuman yang di pesan nya. Dan akhir nya Vino pun memulai obrolan
" Hei Van kau mau ngobrol apa tadi " tanya Vino memecah kan keheningan di meja itu
" Gini loh Vin, menurut kau aku harus gimana sama mereka? " ujar Revan membuat Vino menaikkan sebelah alis nya karena bingung dengan ucapan sahabat nya yang tidak detail
" Orang tua aku, menurut kau gimana? Bagaimana sikap yang harus aku tunjuk kan kepada mereka? " ujar Revan
" Ini kalau menurut aku sih kau harus bersikap baik ke mereka Van tap- " jawab Vino kepada Revan dan langsung di potong oleh Revan
" Apa!!! kau menyuruh ku bersikap baik kepada mereka " ujar Revan dengan suara keras sambil menggebrak meja membuat semua pengunjung cafe XXXX menatap pada nya dan yang di tatap malah menatap balik dengan tatapan tajam nya membuat semua pengunjung cafe XXXX takut dan merinding
" Hei!!! kau bilang tadi meminta pendapat ku, kenapa malah kesal sendiri " ujar Vino kesal dengan sikap sahabat nya
" Lah lagian kau meminta aku bersikap baik ke mereka? tidak mungkin dan tidak akan mungkin terjadi seorang Revan Pratama bersikap baik ke mereka " ujar Revan sangat sangat kesal akan ucapan sahabat nya
" Hei sahabat ga ada akhlak dengerin aku ngomong dulu, maksud aku itu kau bersikap baik ke mereka untuk membongkar kedok mereka apakah mereka benar benar tulus atau cuma akal akal an mereka untuk menjebak kau " jelas Vino
" Oh, jadi maksud kau gitu, hehehe. Maaf sudah motong kata kata kau bro, tumben kau pintar bro " ujar Revan sambil menepuk pundak Vino dan terkekeh
__ADS_1
" Aku sudah pintar dari lahir kali, kau aja yang baru sadar kalau kau punya sahabat sepintar aku " ujar Vino dengan bangga dan sombong nya
" Terserah kau saja, kenapa aku punya sahabat yang suka membanggakan diri sendiri model an seperti ini " ujar Revan dengan ekspresi pura pura sedih
" Biarkan yang jelas aku tidak seperti kau yang mudah tersulut emosi " ujar Vino meledek sahabat nya
" Kapan aku mudah tersulut emosi, hm " ujar Revan langsung kesal ( baru aja bilang kapan tersulut emosi lah pas ngomong aja dah tersulut emosi benar benar Revan ) 🤣
" Kau bilang kapan? kau tak sadar kah kau terlalu mudah tersulut emosi, barusan juga kau emosi kan " ujar Vino sambil menggeleng kan kepala nya
" Benarkah " ujar Revan bingung
" Huh! kalau bicara dengan sahabat yang gak ada akhlak itu susah. Lebih baik aku mengalah " ujar Vino sambil menghela nafas kasar
" Benar! kau memang harus mengalah dengan ku karena aku tidak pernah kalah " ujar Revan sambil tersenyum miring
" Sebentar Van. Aku mau tanya, gadis tadi itu siapa nya kau? dan ada hubungan apa antara kau dengan gadis itu? " tanya Vino kepada Revan
" Gadis tadi itu adalah gadis pertama yang berani melawanku dia merupakan gadis yang tidak tau diri. Lihat saja nanti balasan ku " ujar Revan sambil menyeringai
" Salah dia sangat besar karena dia berani menasehati ku, berani membantah ku dan juga berani memarahi ku. Lihat saja nanti balasan ku lebih parah " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Sabar bro, memang nya tidak bisa kau maafkan kesalahan nya " ujar Vino kepada Revan
" Tidak bisa, sebelum aku menghukum nya aku tidak akan memaafkan dan membiarkan nya bahagia " ujar Revan dengan aura menakutkan yang mulai keluar
" Kau seram sekali kalau sudah mengeluarkan ekspresi yang seperti itu" ujar Vino bergidik melihat raut wajah sahabat nya
" Apakah wajah ku sangat menyeramkan? " ujar Revan
" Ya iyalah makanya introspeksi diri dan introspeksi wajah " ledek Vino kepada Revan
__ADS_1
" Ya ya ya, terserah kau saja bang " ujar Revan
" Sembarangan kau panggil aku bang, kau saja lebih tua 2 bulan dari aku "
" Tapi kau kan kelihatan lebih dewasa dariku jadi tidak apa apa kan " ledek Revan
" Terserah kau saja lah, kau benar benar tidak pernah mengalah dan tidak mau mengalah " ujar Vino dengan kesal
" Sebab aku tak pernah kalah makanya kau mengalah " ledek Revan kepada Vino
" Ya ya ya, terserah " ujar Vino kesal kepada Revan
" Hei Van, pulang yuk sudah sore nih " tambah Vino
" Ya udah yuk " ujar Revan kepada Vino
" ingat Van, kau harus bersikap baik kepada orang tua kau, agar kau bisa membongkar rahasia dan kedok yang mereka tutupi dan juga membongkar alasan kenapa mereka meminta kau tinggal bersama mereka " ujar Vino memberi nasehat kepada sahabat nya
" Iya iya, akan ku ingat ucapan kau. Tenang saja aku akan memulai drama dengan sangat baik " ujar Revan sambil tersenyum menyeringai
" Sudah jangan menyeringai terus seram muka kau " ujar Vino bergidik melihat seringai sahabat nya
" Ya ya ya. Ayo pulang " ujar Revan berlalu pergi duluan meninggal kan Vino
" Dasar sahabat gak ada akhlak aku di tinggalin, huh " ujar Vino menghela nafas dan keluar cafe XXXX mengikuti sahabat nya
Sebelum keluar dari cafe XXXX Vino bertemu dengan dua orang gadis yang juga akan keluar dari cafe XXXX, dua gadis itu yang tidak lain adalah Rania dan Lili. Saat Rania dan Lili mengetahui bahwa mereka bertemu dengan tuan muda Vino mereka berdua langsung menunduk ketika di tatap oleh Vino.
...****************...
Halo semua, sebenarnya aku lagi fokus sekolah and belajar tapi ini tangan ngga tau kenapa jadi rajin nulis, jadi nya nulis lanjutan nya deh.
__ADS_1
Tunggu kelanjutan kisah nya ya, tetap jaga kesehatan selalu semua
See you all🥰🥰🥰