SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Lidah keseleo


__ADS_3

Rania langsung berusaha tersenyum, walaupun itu hanya senyuman yang kaku


" Kalau tersenyum kan cantik by " goda Revan


" Dasar pemaksaan!!! dia aja nggak pernah senyum pake maksa aku buat tersenyum segala " batin Rania kesal


" Sebentar, saya ambilkan hadiah nya dulu " ujar Revan mencium kening Rania dan langsung pergi menuju kamar nya


" Apaan sih dia! seenaknya aja main cium kening orang " batin Rania kesal


Tak berselang lama Revan keluar dari kamar nya, Revan duduk di samping Rania dan menyuruh Rania untuk duduk di pangkuan nya. Karena malas berdebat Rania langsung duduk di pangkuan Revan


" Good girls " ujar Revan sembari mengelus rambut Rania


" Mana hadiah nya " ujar Rania dengan senyuman yang merekah


" Kau harus panggil saya dengan sebutan sayang dulu " ujar Revan menyeringai


" Kenapa ide nakal nya banyak banget sih ini orang!!! selalu bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan!!! " batin Rania


" Nggak mau! malu!! " ujar Rania


" Kenapa harus malu by, disini cuma ada kita berdua " ujar Revan


" Tetep aja malu " ujar Rania


" Sudah lah jangan malu saya tidak akan menertawakan mu by " ujar Revan dengan tatapan memohon


" Baiklah " ujar Rania pasrah


" S-sayang " ujar Rania


" Satu kali lagi by " ujar Revan


" Udah ah, lidah ku bisa keseleo ini " ujar Rania kesal


" Kau tenang saja by, lidah mu tidak akan keseleo


" Nggak keseleo tapi kesandung " ujar Rania


" Kau sangat menggemaskan by " ujar Revan


" Ayo coba sekali lagi " ujar Revan


" Sayang " ujar Rania dengan nada sedikit manja


Cup


Revan mengecup bibir Rania saking gemas nya melihat tingkah gadis nya


" Mana hadiah nya? " ujar Rania antusias


Revan langsung mengeluarkan sebuah tempat perhiasan berbentuk love yang lumayan besar. Revan membuka kotak itu dan terlihat lah sebuah kalung berlian yang sangat cantik


" Bagus banget kalung nya " ujar Rania tersenyum


" Apa kau suka? " ujar Revan menatap gadis nya dengan penuh kasih sayang


" Sangat-sangat suka " ujar Rania dengan semangat


" Biar saya memakai kan nya untuk mu " ujar Revan


" Iya " ujar Rania mengangguk

__ADS_1


Revan memasang kalung tadi di leher jenjang gadis nya, kalung itu terlihat sangat cantik saat bertengger di leher putih mulus Rania


" Kau sangat cantik by " bisik Revan memeluk Rania dari belakang setelah memasang kan kalung nya


" Terima kasih " ujar Rania tersipu malu


Rania membalikkan badan Revan agar berhadapan dengan nya, hal itu membuat Revan bingung dan heran


Cup


Tanpa aba-aba, Rania langsung mengecup bibir Revan membuat Revan membelalakkan mata nya. Karena tak ingin melewatkan kesempatan langka ini Revan langsung memperdalam ciuman nya dengan sangat lembut


" I love you Rania Aprilia " ujar Revan


" I love you to Revan Pratama " ujar Rania


Rania langsung masuk ke dalam dekapan Revan sambil menangis


" Sayang, kenapa kau menangis " ujar Revan


" Aku sangat bahagia sayang hiks " ujar Rania masih dalam dekapan Revan


" Kalau sedang bahagia, jangan menangis by " ujar Revan menghapus air mata Rania


" Nggak bisa " ujar Rania manja


" Kau menangis kenapa sayang? apa ada yang mengganggu mu " ujar Revan


" Nggak ada!!! aku lagi terharu saja!!! " ujar Rania


" Hei!!! katakan pada ku by, pasti ada yang mengganjal di benak mu by " ujar Revan


" Beneran aku nggak bohong, aku hanya terharu aja. Meskipun aku tidak mengingat masa lalu ku tapi aku merasa seperti nya aku dulu belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini " ujar Rania masih tetap menangis


" Baiklah! menangis lah selagi itu bisa membuat perasaan mu lega " ujar Revan memeluk Rania erat


Rania sangat terharu mendapat perlakuan lembut dan romantis dari Revan, sekarang dia merasa sangat beruntung mendapat pacar yang sangat menyayangi nya


" Makasih, kamu udah mau jadi pacar aku " ujar Rania sembari memandangi wajah tampan Revan


" Harus nya saya yang berterima kasih karena sudah mau menjadi pacar ku, kau adalah gadis paling polos yang pernah saya kenal " ujar Revan sembari memegangi kedua pipi Rania


" Oh iya, aku belum memasak makan siang!!! sebentar ya aku masak dulu " ujar Rania beranjak dari pangkuan Revan namun tangan nya di tarik kembali oleh Revan hingga kembali terjatuh ke pangkuan nya


" Saya mau bicara sesuatu dengan mu by " ujar Revan


" Memang nya mau bicara apa? " tanya Rania


" Besok saya harus mengantar kan tugas mingguan ku ke kampus, apa kau keberatan jika saya pergi lagi besok? " ujar Revan


" Nggak keberatan kok!!! memang nya kamu masih kuliah? " ujar Rania


" Iya! saya baru saja melanjutkan pendidikan S3 saya " ujar Revan


" Oh!!! bagus tuh, selagi ada waktu dan kesempatan jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbanyak pengetahuan " ujar Rania tersenyum


" Ucapan mu itu sungguh seperti orang bijak saja " batin Rania terkekeh


" Terima kasih!!! bagaimana kalau weekend kita jalan-jalan " ujar Revan


" Jalan-jalan? kemana? " ujar Rania antusias


" Ke suatu tempat, apa kau setuju by? " ujar Revan

__ADS_1


" Em… kalau soal jalan-jalan sih aku setuju aja " ujar Rania


" Baiklah!! kalau kau setuju " ujar Revan


" Oh iya, aku buat kan kamu makan siang dulu " ujar Rania


" Tidak perlu! kita makan siang di luar saja " ujar Revan


" Tapi lihatlah penampilan ku yang berantakan ini " ujar Rania menunjukan penampilan


" Apapun penampilan mu kau tetap cantik by " ujar Revan


" Halah!!! kamu mah sering bohong, masa penampilan berantakan kayak gini di bilang cantik " ujar Rania


" Kau sungguh cantik by, apapun penampilan mu. Bahkan saya tidak rela jika penampilan mu terlalu rapi " ujar Revan


" Memang nya kenapa? " tanya Rania bingung


" Karena saya tidak ingin semua pria melirik mu, hanya aku yang boleh memiliki mu by " ujar Revan


" Cih!!! posesif " ujar Rania


" Lebih baik posesif daripada nanti kehilangan " ujar Revan


" Terserah!!! " ujar Rania memanyunkan bibir nya


Cup


Kecupan lembut mendarat di bibir Rania, saat Rania memanyunkan bibir nya itu adalah suatu kesempatan untuk Revan


" Apaan sih!!! main cium-cium aja " ujar Rania


" Biarin, selagi ada kesempatan kenapa harus di sia-siakan " ujar Revan menaikturunkan alis nya


" Tau ah nyebelin " ujar Rania


" Walaupun nyebelin tapi sayang kan " ujar Revan


" Bodo amat " ujar Rania


Revan langsung menggendong Rania ala bridal style keluar dari apartemen nya


" Apa yang kamu lakukan!!! aku bisa jalan sendiri!!! malu tau!!! " ujar Rania meronta


" Kenapa harus malu by " ujar Revan menyeringai


" Tau ah!!! males debat sama kamu!!! " ujar Rania


Setelah sampai di mobil nya, Revan menurunkan Rania dengan sangat hati-hati dan langsung melajukan mobil nya menuju restoran terdekat


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2