SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Rencana cerdik


__ADS_3

" Baik kak, nanti Rania ikut meeting nya " ujar Rania dengan tersenyum ramah


" Kamu tau kan pekerjaan di bagian informatika ngapain saja? " tanya Farhan kepada Rania


" Rania tau kak " jawab Rania


" Baiklah kalau ada yang masih bingung atau masih kurang paham kamu bisa ke ruangan saya di lantai 15 " ujar Farhan kepada Rania


" Iya kak. Terimakasih sudah membantu Rania dan jadi merepotkan kak Farhan " ujar Rania kepada Farhan


" Udah gak papa, kamu nggak merepotkan niat saya memang ingin membantu kamu " ujar Farhan kepada Rania


" Oke, kalau begitu saya mau kembali ke ruangan saya Ran " tambah Farhan sambil keluar dari ruangan Rania


" Iya kak, silahkan " ujar Rania


Farhan pun langsung pergi meninggal kan ruangan Rania menuju ruangan nya


Disisi Revan, pria tampan itu sedang berkutat dengan laptop nya karena akan meeting dengan klien nya yang tidak lain adalah papa nya sendiri.


" Aku harus meyakinkan orang tua itu supaya dia tidak membaca isi perjanjian kerjasama dengan perusahaan ku dan dengan begitu rencana ku akan berjalan dengan mulus " ujar Revan dengan senyum menyeringai nya yang terlihat menyeramkan


" Sekarang aku harus memikir kan langkah selanjut nya dari rencana ku ini " ujar Revan yang bingung memikir kan strategi selanjut nya


Sekarang Revan kembali berkutat dengan laptop nya


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan Revan


Tok...tok...tok...


" Masuk " sahut Revan dari dalam ruangan


Dan orang yang mengetuk pintu pun masuk yang ternyata orang itu adalah sekertaris sekaligus asisten pribadi nya Farhan


" Assalamualaikum. Maaf mengganggu tuan, tuan besar sedang menunggu anda di ruang meeting " ujar Farhan setelah masuk ke ruangan Revan


" Baiklah, mana berkas yang harus saya tanda tangani " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Ini tuan berkas yang harus anda tanda tangani ". ujar Farhan sambil menyerahkan berkas berkas yang harus di tanda tangani Revan untuk meeting dengan papa nya


" Baiklah, ini sudah saya tanda tangani kamu bisa ke ruang rapat dulu nanti saya menyusul " ujar Revan yang mengusir secara terang terangan sekertaris nya itu


" Baiklah tuan, saya permisi undur diri " ujar Farhan sambil menunduk hormat dan berjalan ke arah pintu untuk keluar dari ruangan bos nya menuju ruang rapat


Disisi Revan dia nampak sedang tersenyum menyeringai


" Beberapa saat lagi kau akan menuju kehancuran mu secara perlahan papa ku tersayang " ujar Revan dengan senyum mengerikan nya

__ADS_1


Akhir nya Revan bangkit dari duduk nya keluar dari ruangan nya menuju ruang meeting dengan senyuman yang mengembang menambah ketampanan pria itu


Sesampai nya di ruang rapat Revan langsung disambut oleh papa dan sekertaris papa nya


" Assalamualaikum " ujar Revan dengan senyum mengembang


" Waalaikumsalam " jawab semua orang yang berada di dalam ruang rapat itu dengan wajah yang tersenyum juga


" Tuan Revan, silahkan duduk dulu " ujar Danu kepada Revan


" Papa apaan sih manggil nya tuan segala kan Revan anak papa " ujar Revan sambil tersenyum


" Tapi ini di kantor Van bukan di rumah " ujar Danu


" Di rumah atau di kantor sama aja pa, nggak usah panggil tuan ke Revan " ujar Revan masih tersenyum


" Baiklah, kalau begitu kita mulai aja langsung Van " ujar Danu


Setelah itu akhir nya perusahaan Revan dan perusahaan papa nya memulai meeting dan setelah 1 jam meeting akhir nya keputusan kerjasama pun di bacakan


" Setelah mendengar dan melihat presentasi perusahaan papa, Revan memutuskan untuk menjadi rekan bisnis papa " ujar Revan dengan tersenyum


" Terimakasih Van, karena kamu sudah mau membantu perusahaan papa " ujar Danu dengan wajah yang bahagia


" Iya pa " ujar Revan


" Baik tuan " jawab Farhan dengan memberikan berkas perjanjian kerja sama kepada Revan


" Ini pa, silahkan di tanda tangani " ujar Revan sambil memberikan berkas perjanjian kerja sama kepada Danu


" Baiklah " ujar Danu


Setelah itu Indra langsung menandatangani berkas perjanjian kerja sama tanpa membaca terlebih dahulu karena Danu yakin Revan sudah berubah dan tidak akan melakukan hal yang merugikan keluarga nya sendiri


" Akhir nya orang tua ini dengan mudah nya mempercayai ku dan tidak membaca perjanjian nya, hal itu akan memudah pekerjaan ku " batin Revan sambil menyeringai dalam hati


" Ini Van berkas perjanjian kerja sama kita, kalau begitu papa pulang dulu " ujar Danu mengembalikan berkas perjanjian kerja nya dan Revan langsung mengambil nya


" Kenapa buru buru pa?, kita makan siang dulu aja sekarang masih jam 12 siang " ujar Revan kepada papa nya


" Baiklah Van " jawab Danu


Akhir nya Revan, Danu , Farhan dan sekertaris Danu yang bernama Dara memutuskan untuk makan siang di restoran depan perusahaan R'P Group


Di sisi Rania, gadis cantik itu sedang memakan bekal makan siang yang dia bawa tadi sebelum ke kantor sembari memikir kan yang akan terjadi nanti bila bertemu dengan Revan


" Gimana yah, aku takut nanti dihukum sama Tuan Revan " ujar Rania disela makan nya

__ADS_1


" Nanti kalau aku di permalukan di depan pegawai nya atau bahkan aku di pukuli, di tampar, di aniaya. Aduh!!! mengenaskan sekali hidup ku " ujar Rania


" Aku masih muda, masa depan ku masih panjang masa aku harus mati mengenaskan di tangan CEO kejam itu " ujar Rania sambil bergidik memikirkan masa depan nya menyedihkan


" Udah Ran, kamu harus fokus kerja dan berdoa semoga CEO kejam itu lupa dengan kejadian waktu itu dan tidak jadi menghukum ku " ujar Rania memberi semangat kepada diri sendiri


Disisi Revan, dia sedang makan siang bersama rekan bisnis nya yang tidak lain adalah papa nya, tak lama kemudian mereka sudah selesai makan siang nya dan mengobrol ringan sebentar


" Revan, kapan kapan giliran kamu yang ke perusahaan papa ya " ujar Danu kepada Revan


" Iya pa, setiap bulan Revan akan kunjungan ke perusahaan papa " jawab Revan


" Aku kunjungan ke perusahaan papa karena terpaksa sebenarnya malas, kalau bukan karena balas dendam aku tidak ingin ke perusahaan orang tua ini " ujar Revan dengan hati yang dongkol


" Beneran ya, papa tunggu kedatangan mu Van " ujar Danu


" Iya pa " ujar Revan


" Kalau begitu papa langsung pamit pulang langsung ya Van " ujar Danu sambil beranjak dari tempat duduk nya


" Iya pa, hati hati di jalan " ujar Revan sambil menatap kepergian papa nya keluar restoran itu


Setelah itu Revan dan Farhan kembali ke perusahaan karena ada meeting dengan pegawai nya


sesampainya di ruangan Revan Farhan langsung menyampaikan kegiatan Revan selanjutnya


" Maaf tuan, setelah ini kita ada meeting dengan pegawai perwakilan dari setiap divisi " ujar Farhan


" Baiklah, kau sudah menunjuk perwakilan dari setiap divisi? " ujar Revan kepada Farhan


" Sudah tuan, dan saya usahakan perwakilan itu merupakan pegawai yang rajin diantara yang lain " jawab Farhan


" Baiklah kita langsung ke ruangan rapat sekarang " ujar Revan yang langsung beranjak dari kursi kebesaran nya menuju ruang rapat


" Baik tuan " ujar Farhan yang langsung mengikuti langkah tuan nya menuju ruang rapat


Sesampainya di ruang rapat, semua pegawai yang terpilih sudah duduk di dalam ruang rapat, setelah itu Revan masuk dengan wajah datar dan aura mengerikan nya membuat semua yang melihat auto merinding begitu pun dengan Rania yang takut sekaligus seluruh tubuh nya gemetaran, dan Rania langsung menunduk kala itu


" Selamat siang tuan " ujar semua pegawai yang berdiri dan menyambut kedatangan Revan serempak


" hm " jawab Revan yang langsung duduk di kursi khusus nya di ruang rapat


...****************...


Hai para pembaca ikuti terus novel senyuman manis CEO kejam dan nantikan kelanjutan kisah Revan dan Rania selalu yah


Jangan lupa vote, like and komen yah guys moga suka, karena aku masih belajar mungkin nggak sebagus karya karya yang lain nya

__ADS_1


Love you all 🥰🥰🥰


__ADS_2