SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Memperjuangkan cinta kita


__ADS_3

"Entah mengapa sejak kau hadir ke dalam hidup ku hatiku terasa lebih tenang. Sampai kapan pun aku akan selalu memperjuangkan cinta kita." batin Revan


"Aku akan membalaskan dendam kepada orang yang telah menyakiti mu!!!" ujar Revan sembari mengepalkan tangan nya


Revan terus memandangi wajah cantik kekasih nya sembari mengelus rambut Rania dengan penuh kasih sayang sampai tanpa sadar ikut terlelap.


Waktu terus berjalan sebagaimana mestinya sampai tak di sadari sang Surya sudah bersinar terang


Drrtt…Drrtt…


Bunyi telepon membuat Revan terbangun merasakan getaran handphone yang berada di saku celana nya.


"Siapa sih? ganggu saja, awas kalau tidak penting." gerutu Revan sembari mengambil handphone di saku celana nya.


📱 : "Ada apa?!" ujar Revan kesal


📲 : "Maaf tuan, ini asisten rumah tangga yang anda minta sudah datang dan kami sekarang sudah berada di depan pintu apartemen anda tuan." ujar sang anak buah yang ditugaskan mencari ART oleh Revan.


📱 : "Baiklah! sebentar!" ujar Revan


Tut…


Belum sempat anak buah nya menjawab, Revan sudah lebih dulu memutus panggilan telepon nya.


"Sayang! kau disini sebentar, saya akan keluar dulu." ujar Revan


"Tenang saja by, tidak akan lama!" ujar Revan seolah Rania melarang nya untuk keluar padahal Rania masih tidur nyenyak.


Cup…


Revan mengecup kening Rania dengan penuh kasih sayang dan bergegas keluar dari dalam kamar.


Revan langsung membuka pintu apartemen nya dan terlihat lah seorang pria berjas bersama dua orang wanita yang di yakini sebagai seorang pelayan baru di apartemen Revan.


"Maaf tuan telah mengganggu waktu anda." ujar anak buah Revan saat melihat rambut dan baju tuan nya yang berantakan.


"Sudahlah! tidak perlu basa-basi!" ketus Revan


"Baik tuan! sebelum nya saya akan mengenal kan mereka berdua!" ujar anak buah


"Mereka adalah pelayan yang saya cari sesuai kriteria yang anda berikan." lanjut anak buah


"Baiklah!" ujar Revan dengan tatapan tajam nya menatap salah satu pelayan yang terlihat masih muda bahkan seperti seumuran dengan nya.


"Seperti nya tuan Revan Pratama ini mulai tertarik dengan ku! dilihat dari tatapan mata nya yang melihat ke arah ku…tidak sia-sia aku mengambil pekerjaan sebagai pelayan tapi aku tetap bisa dengan mudah mengambil hati tuan Revan ini." batin pelayan yang bernama Lia.


"Dan sepertinya tuan Revan ini belum memiliki kekasih, jadi aku bisa mendekati nya." batin Lia


"Cepat, kalian perkenalkan diri!" ujar anak buah Revan kepada ke dua pelayan itu


"Selamat siang tuan, nama saya Ijah panggil saja Bi Ijah. Saya kakak nya Bi Inah." ujar pelayan yang bernama Ijah


"Jadi bibi kakak nya Bi Inah. Semoga bibi betah bekerja dengan saya." ujar Revan

__ADS_1


"Iya tuan." ujar Bi Ijah


Revan senang jika pelayan di apartemen nya adalah kakak dari Bi Inah, seorang pelayan yang merawat nya sedari kecil.


"Kalau saya nama nya Lailat Sunandar panggil saja Lalat eh maksud nya Lia tuan." ujar Lailat Sunandar alias Lia.


"Pantas saja tingkah nya sejak tadi sudah seperti lalat sangat mengganggu!!!" batin Revan


"Kenapa aku seperti pernah mendengar nama Sunandar?" batin Revan


"Oh astaga, apa lalat ini anak dari Sunandar asisten pribadi tuan Adit?" batin Revan


"*Seperti nya iya! jadi ini anaknya yang ingin dijodohkan oleh Sunandar dengan ku!!!"


"Heh! sampai rela menjadi pelayan ku! Kita lihat berapa lama kau bertahan bekerja dengan ku*!!!" batin Revan


"Baiklah Bi Ijah dan Lalat bisa mulai bekerja sekarang juga!!!" ujar Revan


"Lia tuan, bukan Lalat!" koreksi Lia


"Sama saja!" ujar Revan langsung kembali masuk ke dalam apartemen nya.


Saat Revan hendak menaiki tangga menuju kamar kekasih nya, Rania sudah menuruni tangga dan berjalan ke arah nya.


"Stop!" ujar Revan kepada Rania


Revan bergegas menaiki tangga ke tempat Rania berdiri.


"Sayang! kau sudah bangun." ujar Revan langsung memeluk Rania.


"Saya habis dari luar sebentar." ujar Revan


"Ngapain?" tanya Rania


"Ada urusan sebentar!" ujar Revan


"Apa kau bangun karena mencari saya? apa kau merindukan ku?" lanjut Revan


"Siapa bilang?" elak Rania


"Kau yang bilang, by." ujar Revan sengaja menggoda kekasih nya itu


"Tau ah!" ujar Rania mengerucutkan bibir nya dan hendak berjalan kembali ke kamar nya.


Cup…


Revan menarik tangan Rania dan mengecup bibir Rania yang membuat nya candu itu.


"Kak Revan!!!" teriak Rania karena lagi-lagi bos kejam nya itu dengan semena-mena mencium bibir nya tanpa izin.


"Tampan, baik hati dan tidak sombong!" sahut Revan sengaja membuat Rania kesal


"Ih!!! kepedean banget!!!" ujar Rania langsung berjalan meninggalkan Revan

__ADS_1


Namun baru beberapa langkah tubuh nya sudah melayang di gendong oleh kekasihnya itu.


"Kak! turunin aku!" ujar Rania memberontak di gendongan Revan


"No!" ujar Revan terus melangkah tanpa memperdulikan ucapan Rania yang terus saja memberontak.


Revan membaringkan tubuh kekasih nya di kamar Rania dengan hati-hati.


"Nyebelin! pake acara di gendong segala!" ujar Rania kesal


"Tidak masalah menggendong pacar sendiri, by." ujar Revan saat sudah ikut berbaring di sebelah kekasihnya


"Kakak ngapain tiduran di sini?" ujar Rania


"Memang masalah jika tidur di sebelah mu?" ujar Revan


"Ya masalah lah!" ujar Rania


"Sebentar saja by. Lelah!" ujar Revan


"Makanya udah di bilangin nggak usah pake acara menggendong ku tapi masih nggak mendengar kan, sekarang lelah sendiri kan!" ujar Rania


"Bukan lelah karena menggendong mu by, tapi lelah karena kelamaan tidur. Biasanya saya tidak pernah tidur siang." ujar Revan


"Salah sendiri ikutan tidur!" ujar Rania


"Melihat mu tertidur entah mengapa membuat ku jadi ingin ikutan tidur." ujar Revan


"Ya udah lanjutin aja tidur nya, aku mau masak dulu kak." ujar Rania


"Stop!!!" ujar Revan


"Mulai hari ini kau tidak boleh melakukan pekerjaan rumah!" lanjut Revan


"Memang nya kenapa kak?" tanya Rania


"Karena sekarang sudah ada asisten rumah tangga yang akan melakukan nya." ujar Revan


"Tapi kak…" ujar Rania


"Ini perintah Rania Aprilia!!!" ujar Revan dengan tegas karena Revan tidak ingin gadis nya menentang aturan yang di buat nya.


"Maaf by, saya tidak bermaksud membentak mu." ujar Revan langsung memeluk Rania erat saat melihat gadis nya itu sudah menunduk dan mungkin akan menangis.


"Maaf… saya hanya ingin kau menurut dan itu semua saya lakukan juga demi kebaikan mu, saya tidak ingin kau kelelahan by." ujar Revan mengelus rambut Rania dengan sayang


"Tapi aku nggak mau…kakak melakukan hal…berlebihan seperti ini…" ujar Rania sesenggukan


"Lagipula aku bukan…siapa-siapa nya kakak…" ujar Rania


"Sstt…sudah saya bilang, jika sekarang kau adalah kekasih ku dan itu berarti kau orang yang terpenting dalam hidup ku!" ujar Revan


"Tapi tetap aja kak…kalau pacaran kan masih bisa putus…" ujar Rania

__ADS_1


"Tapi saya akan terus memperjuangkan hubungan kita agar tidak putus, bila perlu kita menikah sekarang juga!!!" ujar Revan


__ADS_2