
Kini pintu rumah Rania sudah terbuka lebar dan terlihat lah pria yang sejak tadi berteriak, pria itu adalah Elang Prayoga sesuai dengan tebakan Rania. Tetapi aneh nya penampilan Elang berbeda dari biasa nya kini dia berpenampilan rapi dengan memakai jas hitam dan kemeja biru serta celana panjang hitam di padukan dengan dasi hitam
Indra langsung berjalan menghampiri Elang diikuti oleh Endah, Salsa dan juga Rania
" Gimana nih, aku takut banget!!! please ada dewa penolong yang nolongin aku!!! " batin Rania
" Maaf yah, anda sebenarnya siapa dan ada urusan apa anda kemari. Kenapa sampai teriak teriak di depan rumah saya " ujar Indra setelah sampai di hadapan Elang
" Halo ayah mertua, senang bertemu dengan anda " ujar Elang menyeringai
" Maaf ya, kedua anak saya belum menikah. Kenapa anda memanggil saya dengan sebutan ayah mertua? " ujar Indra dengan tegas. Ayah Rania dan Salsa memang sifat nya pendiam tetapi bila berbicara dengan orang yang tidak punya etika Indra akan bersikap tegas
" Bahkan kedua anak saya belum memiliki pacar " ujar Indra jujur, karena memang benar Rania dan Salsa kedua nya belum memiliki pacar
" Benarkah? " ujar Elang
" Sayang, apakah kamu belum memperkenalkan ku pada orang tua mu " teriak Elang kepada Rania membuat orang tua nya dan Salsa menatap ke arah nya
Rania langsung gemetaran dan gelagapan seperti tenggelam dalam lautan. Dia bingung harus menjawab apa
" Astaghfirullah, gimana ini? aku harus jawab apa? kenapa pria ini sangat pandai bersandiwara? " gumam Rania bingung
" Maksud anda apa? Rania putri saya tidak pernah berpacaran karena dia ingin fokus bekerja dulu untuk membiayai hidup keluarga nya " ujar Indra membela putri nya
" Jadi benar sayang, kamu belum mengatakan kepada mereka kalau kamu sudah lama pacaran dengan ku! aku jadi sedih mendengar nya " ujar Elang memasang wajah sedih
" Aduh preman itu benar benar pandai bersandiwara, tidak bisakah aku pingsan saja " gumam Rania
Indra berjalan mendekati Rania, hal itu membuat Rania menunduk untuk menutupi ketakutan nya yang sudah di atas batas normal agar tidak diketahui oleh ayah nya
.
" Rania, kamu beneran pacaran sama dia nak. Kenapa kamu tidak cerita sama ayah " ujar Indra kepada Rania
" Aku harus jawab apa nih? jawab dengan jujur aja kali yah, semoga ada yang nolongin aku siapapun! " gumam Rania
" Sebenarnya.... " ujar Rania ragu ragu
" Sebenarnya apa nak? katakan saja " ujar Indra sambil memegang tangan Rania
" Sebenarnya Rania nggak pernah pacaran yah " ujar Rania
" Kamu tega sekali sayang!!! bahkan kamu sering menemani ku ke bar tapi kau sama sekali tidak menganggap ku!!! " Teriak Elang penuh emosi
__ADS_1
" Apa!!! dia benar benar mengatakan itu, dia benar benar mengadu domba aku " gumam Rania
" Jadi kamu cuma sok polos Rania, dasar perempuan murahan!!! " ujar Endah dengan tatapan mengejek
Kini Rania sudah tidak bisa menahan kesedihannya, akhir nya dia mengeluarkan air mata nya
" Benarkah begitu nak? kamu pernah pergi ke bar bersama pria itu ? " ujar Indra kepada Rania
" Rania nggak pernah ke bar yah, Rania mohon ayah percaya sama Rania " ujar Rania disela tangis nya
" Kamu jangan berbohong sayang, kita bahkan sudah melakukan itu beberapa kali dengan ku dan kamu sangat agresif melakukan nya " ujar Elang
" kamu yang jangan bohong yah!!! berani nya kamu memutar balikan fakta!!! " teriak Rania histeris
" Benarkah? bukankah saat itu kau Mendes*h penuh kenikmatan dan kamu bermain sangat agresif di bar itu sayang " ujar Elang dengan suara yang sedikit keras
" Cukup!!! " ujar seseorang dari dalam mobil nya yang tidak jauh dari rumah Rania membuat yang ada disitu menatap kearah nya
Orang itu keluar dari mobil nya dan berjalan ke halaman rumah Rania tempat perdebatan tadi berlangsung
Orang tadi yang tak lain adalah Revan Pratama yang entah datang darimana dia bisa berada di situ. Rania merasa sedikit tenang atas kehadiran Revan
" OMG!!! aku nggak mimpi kan? pak Revan datang kesini? semoga dia bisa nolongin aku " gumam Rania penuh harap
" What!!! ngapain kak Revan kesini? apa jangan jangan mau jemput aku biar bisa berangkat kuliah bareng kali yah " gumam Salsa dengan jiwa narsis yang tinggi
" Harus nya saya yang tanya, Ada urusan apa anda dengan pegawai saya " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Jadi loh cuma bos nya? " ujar Elang dengan tangan nya yang ingin menonjok wajah tampan Revan tetapi sudah ditepis oleh Revan
" Iya saya bos nya. Memang nya kenapa? " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Gue bilangin sama loh yah, pegawai loh itu merupakan wanita murahan dan dia sudah sering melakukan ****** bersama ku " ujar Elang
" Benarkah? apa kau ada bukti nya " ujar Revan santai
" Gue memang nggak punya bukti nya, tapi dia memang ****** murahan dan gak tau diri!!! " ujar Elang sedikit gelagapan
" Kalau tidak ada bukti bagaimana kita percaya " ujar Revan
" Oh iya, dimana kau melakukan ****** bersama Rania? " tanya Revan santai
" Buat apa loh tanya tanya dimana gue ngelakuin ****** dengan Rania ? " ujar Elang balik nanya
__ADS_1
" Saya tanya harus nya di jawab bukan nya malah balik nanya " ujar Revan dengan sorot mata tajam
" Baiklah, gue ngelakuin ****** bersama Rania di bar ABC " jawab Elang
" Kalau begitu kita langsung ke bar itu untuk membuktikan ucapan kau " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Kenapa gue harus ke bar itu ribet amat sih luh, nggak percayaan banget luh sama gue dan juga ini urusan gue sama Rania bukan sama loh!!! " ujar Elang gelagapan
" Kenapa? takut? " ujar Revan menyeringai
" Siapa yang takut ? " ujar Elang dengan wajah pucat pasi
" Kalau tidak takut, kenapa muka nya jadi pucat seperti itu? " ujar Revan
" Siapa yang pucat? " ujar Elang
" Kalau kau memang tidak takut lebih baik kita ke bar itu, maka masalah akan selesai " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Tidak perlu, gue pergi saja " ujar Elang sambil melangkahkan kaki pergi dari situ, tetapi pundak nya sudah di cengkeram kuat oleh Revan
" Tidak semudah itu untuk pergi dari sini " ujar Revan menyeringai dan matanya menatap Elang tajam
Revan langsung mengambil ponsel nya dan menelpon pengawal nya untuk datang ke situ. Tak lama kemudian 1 mobil datang dan keluarlah para pengawal Revan yang berjumlah 10 orang menghampiri Revan
" Ada yang bisa saya bantu tuan " ujar salah satu dari pengawal tersebut
Revan langsung membisikkan sesuatu ke salah satu pengawal nya, entah apa yang Revan bisikan. Pengawal tadi langsung membawa Elang pergi entah dari situ membuat Elang meronta-ronta meminta di lepaskan
" Lepaskan!!! apa yang kalian lakukan!!! berani nya kalian!!! " teriak Elang sambil berusaha melepaskan diri, tetapi para pengawal Revan jauh lebih kuat dari nya
" Awas ya!!! gue nggak akan tinggal diam!!! gue akan menghancurkan hidup loh!!! lihat saja nanti!!! " teriak Elang sebelum masuk ke dalam mobil para pengawal Revan
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah