
Karena tidak fokus bekerja Revan akhirnya kembali ke kamar nya untuk tidur
# Di rumah Rania
Di kamar Rania, gadis cantik itu sedang memainkan ponsel nya sambil memikirkan sesuatu
" Kenapa aku jadi takut yah dengan sikap baik pak Revan yang tiba tiba baik " ujar Rania bingung
" Aneh banget kenapa bisa tiba tiba berubah 180 derajat sifat nya " ujar Rania
" Atau mungkin karena aku terlihat pintar, cantik, baik hati dan polos kali yah, hihihi " ujar Rania sambil tertawa kecil
" Udah ah ngapain mikirin aku mikirin bos kejam yang super nyebelin itu mendingan aku bobo manis biar besok nggak terlambat " ujar Rania dengan gaya alay nya
Setelah itu Rania langsung bersiap siap untuk tidur kan bisa gawat kalau dia begadang dan kesiangan bangun nya nanti singa jantan nya ngamuk
Keesokan hari nya Rania sudah bangun tidur dan melaksanakan solat subuh setelah solat subuh Rania pun mandi dan berpakaian, Rania memutus kan memakai pakaian formal saat ke kantor
Setelah berpakaian Rania menuju dapur untuk membuat sarapan
" Huh! masak apa yah buat sarapan " ujar Rania berpikir
" Masak nasi goreng aja lah, udah jam segini takut terlambat ke kantor " ujar Rania
Dia pun langsung berkutat dengan alat masak nya dan setelah beberapa lama nasi goreng pun matang
" Ayah sarapan yuk " ujar Rania saat melihat ayah nya berjalan menuju ke arah nya
" Iya nak, bentar ayah panggil adik sama ibu kamu dulu " ujar Indra
" Biar Rania aja yah yang manggil mereka " ujar Rania ramah
" Tidak usah biar ayah saja " ujar Indra yang langsung berlalu pergi meninggal kan Rania untuk membangunkan istri dan anak nya
Di waktu yang sama, di sebuah mansion mewah seorang pria tampan sedang asik tertidur sambil memeluk guling nya dia bahkan tidak merasa terusik dengan sinar matahari yang masuk melalui celah korden kamar nya. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya memasuki putra nya yang tidak lain adalah Revan yang masih tertidur pulas, Melinda berniat untuk membangunkan putra nya
" Sayang, bangun yuk udah siang nih masa kaya anak kecil aja jam segini belum bangun " ujar Melinda lembut
Tetapi masih belum ada sahutan dari Revan
" Van, bangun nak udah siang kamu nggak ke kantor " ujar Melinda sambil mengguncangkan tubuh putra nya
" Iya " ujar Revan masih menutup mata nya
" Hei Van bangun udah siang buka dong mata nya " ujar Melinda sambil menggeleng kan kepala nya melihat tingkah putra nya
" Mama, mama kenapa ada di sini ? " ujar Revan yang sudah membuka mata nya
" Ya bangunin kamu lah, mama kira kamu lagi mandi ternyata malah masih tidur emang nya kamu nggak ke kantor apa ? " ujar Melinda
" Revan ke kantor nya siangan ma " jawab Revan
__ADS_1
" Baiklah, mama keluar dulu kamu mandi setelah itu sarapan ya sayang " ujar Melinda kepada Revan
" Iya ma " ujar Revan sambil tersenyum
Melinda pun keluar dari kamar putra nya
Kembali ke Revan, pria tampan itu sedang duduk di atas kasur king size nya sambil menatap lurus ke depan tanpa berkedip
" Huh ! tadi aku nggak membentak mama kan pas dia bangunin aku " ujar Revan
" Kayak nya sih nggak, kalau semisal iya kan bisa gawat " ujar Revan
" Sudah lah mendingan aku mandi terus turun untuk sarapan " ujar Revan lagi
Revan memasuki kamar mandi untuk mandi setelah mandi dia berjalan menuju walk in closed untuk memakai pakaian kerja nya sambil mengeringkan rambut nya yang sedikit basah
Setelah itu Revan turun ke bawah untuk sarapan
" Morning ma pa " ujar Revan
" Morning too sayang " ujar Melinda
" pagi Van " ujar Danu
" Sayang, kamu mau sarapan apa ? " tanya Melinda ke Revan
" Revan mau makan sandwich saja ma " jawab Revan
" Baiklah, biar mama ambilkan " ujar Melinda sambil mengambilkan sandwich untuk Revan
" You are welcome sayang " ujar Melinda
Setelah itu mereka semua makan tanpa ada nya pembicaraan. Beberapa saat kemudian Revan sudah selesai sarapan dan berpamitan untuk berangkat ke kantor
" Ma pa Revan berangkat ke kantor dulu " ujar Revan sembari mencium punggung tangan kedua orang tua nya
" Iya sayang hati hati " jawab Melinda
" Iya Van " jawab Danu
" Assalamualaikum ma pa " ujar Revan sambil berjalan keluar dari mansion nya
" Waalaikumsalam " jawab Melinda dan Danu serempak
Revan sudah keluar dari mansion nya, sekarang dia sedang memasuki mobil mewah nya setelah di bukakan pintu oleh supir nya
" Jalan sekarang " ujar Revan setelah masuk ke dalam mobil nya
" Baik tuan " ujar supir nya
Setelah beberapa lama di perjalanan mobil Revan sudah berhenti di depan perusahaan R'P Group
__ADS_1
" Silahkan keluar tuan " ujar supir nya
Revan hanya mengangguk dan keluar dari mobil nya. Seperti biasa Revan di sambut oleh senyuman dan sapaan dari pegawai nya dan yang di sambut hanya memasang wajah datar nya
" Kenapa pak Revan nggak pernah senyum ya " ujar pegawai nya
" Iya dari pertama kita kerja pak Revan nggak pernah senyum " ujar pegawai satu nya
" Udah udah jangan ghibah terus nanti gawat kalau ketahuan pak Farhan " ujar pegawai satu nya menengahi obrolan teman nya
Semua pegawai Revan pun kembali bekerja. Sedangkan Revan sudah berada di ruangan nya bersama asisten nya
" Bagaimana jadwal saya hari ini Farhan " tanya Revan kepada Farhan
" Jadwal anda hari ini kosong tuan " jawab Farhan
" Baiklah, kalau tidak ada jadwal hari ini saya akan kuliah saja daripada melamun disini dan kau Farhan tetap awasi pegawai disini " ujar Revan
" Baik tuan kalau begitu saya permisi " ujar Farhan sambil berjalan keluar ruangan bos nya setelah mendapat anggukan Revan
" Tunggu, aku kan mau kuliah terus adik tiri nya gadis cerewet itu kan masih kuliah gimana kalau aku cari tau tentang adik nya saja " ujar Revan dan langsung bergegas menuju ruangan Rania
Setelah sampai di depan ruang divisi marketing bagian informatika Revan langsung di sambut oleh pegawai nya tetapi dia hanya acuh dan langsung berjalan menuju meja Rania
" A- ada yang bisa saya bantu pak " tanya Rania kepada Revan
" Saya mau tanya adik kau kuliah di mana ? " tanya Revan to the poin
" Adik saya kuliah di universitas XXX pak " jawab Rania
" Nama nya siapa ? " tanya Revan
" Nama nya Salsabila Azahra pak " jawab Rania
" Ada apa dengan orang ini kenapa sekarang seperti mencampuri urusan pribadi ku yah " batin Rania penuh selidik
" Berarti adik nya satu tempat kuliah dengan ku, aku bisa cari tahu " batin Revan
Revan langsung berlalu pergi tanpa pamit
...****************...
Hallo para readers semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum se mahir dan se pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah