SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Sama-sama menderita


__ADS_3

"Malang sekali nasib mu by!" lirih Revan


"Aku kira disini hanya aku yang menderita, ternyata kau juga menderita by," ujar Revan


"Pantas saja aku merasa nyaman saat bersama mu ternyata karena nasib kita yang sama sehingga bisa saling melengkapi." ujar Revan


Revan dengan telaten terus mengompres Rania setiap 15 menit sekali. Hingga saat waktu menunjukkan pukul empat pagi, mata Revan sudah tidak bisa di ajak bekerja sama pun akhirnya tertidur dengan posisi duduk di lantai dengan tangan yang tetap menggenggam tangan gadis nya.


Sinar matahari mulai masuk melalui celah gorden. Membuat Rania terbangun dari tidur nya saat merasakan sesuatu di kening nya.


"Kok di kening ku ada kompres an nya?"


"What!!!"


"Kok kak Revan tidur disini sih?" ujar Rania terkejut saat tangan Revan yang melingkar di pinggang nya


Revan yang merasakan pergerakan di sekitar nya pun langsung terjaga.


"Sayang, kau sudah bangun?" ujar Revan langsung berdiri dan duduk di sebelah gadis nya.


"Iya kak! kenapa aku di kompres kak?" ujar Rania


"Kau tidak sadar jika semalam kau demam tinggi," ujar Revan sembari membantu Rania yang ingin duduk.


"Benarkah? oh astaga! kemarin malam hari dimana Ibu meninggalkan aku sendiri!" ujar Rania menunduk sedih.


"Sudah jangan bersedih!" ujar Revan langsung memeluk gadis nya erat.


Rania mengangguk walau hati nya terasa sedih dan merindukan sosok ibu nya.


"Kau ingin makan apa, hem?" tanya Revan sembari menatap wajah cantik Rania lekat.


"Aku lagi nggak enak makan kak!" ujar Rania


"Hei! kau harus makan yang banyak, nanti jika kamu tidak makan dan kamu sakit pasti Ibu juga ikutan sedih dan khawatir di sana!" bujuk Revan


"Lagi nggak enak makan kak!" ujar Rania


"Tidak! kau harus makan!" ujar Revan memaksa.


"Tapi aku lagi nggak enak makan nasi kak, aku kan habis sakit jadi pahit kalo makan!" ujar Rania


"Bagaimana kalau makanan yang manis?" ujar Revan


"Cake kayak nya enak kak!" sahut Rania yang membayangkan memakan cake coklat yang manis dan lembut.


"Mau cake apa?" tanya Revan.


"Cake cokelat kayak nya enak deh kak!" ujar Rania


"Baiklah! biar chef Revan yang akan membuat cake untuk nona Rania!" ujar Revan

__ADS_1


"Apaan sih kak! emang bisa buat cake palingan juga beli!" ujar Rania tak percaya.


"Kau merendahkan kemampuan saya rupa nya!" ujar Revan marah.


"E-eh kak! bukan gitu maksud aku!" ujar Rania panik saat mengetahui kekasih nya akan berubah menjadi sosok bos kejam nya dulu.


"Kau menghina saya rupanya!!!"


"Diberi hati malah ngelunjak ya!!!" ujar Revan


"B-bukan gitu kak! maaf, aku nggak bermaksud menghina ataupun merendahkan kakak!" ujar Rania dengan tatapan memohon.


"Hahaha!"


"Kau sangat menggemaskan, by!" ujar Revan yang tanpa sadar tertawa lepas.


"Maksudnya apa nih!"


"Jadi kakak ngerjain aku!!! nyebelin banget sih!" ujar Rania sebal.


"Makanya percaya dengan kemampuan seorang Revan, by." ujar Revan


"Iya deh iya!" ujar Rania


"Baiklah! kau duduk dengan tenang di sini. Nanti jika sudah selesai cake nya saya bawa ke sini!" ujar Revan


"Tapi pengen liat kakak buat cake!" rengek Rania


"Iya kak!" ujar Rania menurut.


Lalu tanpa aba-aba Revan langsung menggendong tubuh Rania membuat Rania terkejut dan memberontak.


"Kak turunin aku ih!!!" ujar Rania terus berontak.


"Diam atau mau tetap duduk di kamar!!!" ujar Revan


"Iya!" ujar Rania


Pemandangan kemesraan itupun dilihat oleh kedua asisten rumah tangga di apartemen itu.


"Ternyata benar kata Inah kalau tuan Revan itu sebenarnya baik orang nya bahkan sangat penyayang." batin Bi Ijah


"Syukurlah aku mendapat majikan yang baik lagi!" batin Bi Ijah senang


Sementara Lia menatap dua orang yang sedang bermesraan itu dengan tatapan yang penuh kebencian. Dia merasa iri karena Rania hanyalah gadis biasa seperti nya tapi kenapa bisa mendapatkan hati Revan Pratama, seorang pengusaha kaya raya dan tampan walaupun terkenal kejam namun ketampanan nya merubah image kejam nya.


"Kenapa Rania sangat beruntung bisa mendapatkan tuan Revan yang tampan dan kaya raya itu?! padahal dia berasal dari keluarga miskin tapi bisa dapetin hati nya tuan Revan! sedangkan aku, seorang gadis dari keluarga yang selevel dengan tuan Revan calon model papan atas yang rela menjadi pembantu demi dekat dengan nya malah nggak dilirik sama tuan Revan!!!" batin Lia tidak terima.


"Pokok nya aku harus bisa mengambil hati tuan Revan dan menyingkirkan Rania! enak saja gadis seperti nya yang level nya sangat jauh di bawah ku bisa dekat dengan tuan Revan!!!" batin Lia


Sementara Revan kini sedang berkutat dengan peralatan dapur lebih tepat nya sih sedang berkutat dengan adonan tepung.

__ADS_1


Jangan ditanyakan seperti apa penampilan nya sekarang? karena penampilan nya sangat-sangat lucu, wajah tampan nya yang hampir di penuhi tepung. Dengan mengenakan kaos pendek dan celana pendek membuat penampilan seseorang Revan Pratama yang berwibawa dan kejam menjadi Revan Pratama yang penurut dan santai. Sungguh seperti harimau yang sudah bertemu pawang nya!!!


"Kak!"


"Hm? ada apa sayang?" ujar Revan masih tetap berkutat dengan adonan cake nya.


"Muka kakak lucu banget!!!" ujar Rania tersenyum gemas


"Lucu bagaimana? mungkin maksud mu tampan!" ujar Revan


"Ih! tampan apaan, orang mukanya lucu gitu!" ujar Rania


"Tapi saya itu tampan by, tidak mungkin lucu!" ujar Revan


"Siapa yang bilang kamu tampan kak?"


"Kau yang bilang! kalau saya tampan!"


"Ih!!! narsis!" ujar Rania


"Kak!"


"Kan manggil lagi, baru sebentar saya diam, udah di panggil lagi!" ujar Revan


"Aku mau ngomong serius kak, jadi berhenti bercanda!" ujar Rania


"Mau ngomong apa, hem?" Revan menghentikan kegiatan nya dan berjalan mendekati Rania yang duduk di kursi mini bar.


"Aku besok berangkat kerja lagi ya kak." ujar Rania dengan tatapan memohon.


"Tapi--"


"Please kak…aku pengin kerja lagi!!!" Rania merengek manja layak nya anak kecil yang merengek minta dibelikan mainan kepada ibu nya.


"Baiklah! kau besok boleh kerja lagi--"


"Yeay kerja lagi!!!" Rania bersorak


"Tapi kau tidak boleh terlalu lelah dan kita harus berangkat bareng!"


"Tapi kak aku nggak mau temen kantor tau kalau kita dekat!"


"Kenapa?" ujar Revan tidak senang


"Takut nya setelah mereka tau bahwa kita pacaran mereka merasa kamu jadi pilih kasih!"


"Please kak, jangan kasih tau mereka!" ujar Rania


"Tapi kalau aku merindukan mu, bagaimana?" ujar Revan merajuk


"Kan cuma dari pagi sampe sore kak!" ujar Rania

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau seperti itu! aku ingin makan siang bersama mu dan aku ingin memelukmu jika sedang rindu!"


__ADS_2