SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Amnesia


__ADS_3

Donor darah yang Revan berikan pun cocok dengan jenis darah milik Rania, Rania sudah melakukan transfusi darah dan sudah berada di ruang ICU


" Baby, cepat lah sadar! " ujar Revan yang duduk di sebelah ranjang rumah sakit Rania


" Aku akan membalaskan semua rasa sakit yang kau rasakan, baby " ujar Revan sambil mengelus tangan Rania dan menatap nya dengan penuh kasih sayang


Lama kelamaan Revan hanyut kedalam mimpi nya karena terlalu kelelahan dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan gadis pujaan hati nya


.


...----------------...


Keesokan hari nya, Revan memutuskan untuk tidak ke kantor dan menyerahkan tugas nya kepada Farhan


" Baby, bangun lah! saya sungguh tidak tega melihat mu terbaring lemah seperti ini " ujar Revan sembari menggenggam tangan Rania


" Aku bahkan belum mengungkapkan perasaan ku kepada mu, tapi kau malah terbaring lemah seperti ini. Apa kau menolak ku secara halus agar aku menjauhi mu? " ujar Revan menitikkan air mata nya


" Tapi aku tidak akan menyerah, aku tidak akan meninggalkan mu sendirian baby " ujar Revan


Revan terus menggenggam tangan Rania tanpa sedetik pun melepaskan nya, tak lama kemudian Revan merasakan ada yang bergerak di dalam genggaman nya yang ternyata adalah jari Rania bergerak


" Baby, apa kau sudah sadar " ujar Revan


Rania perlahan membuka mata nya menyesuaikan cahaya dan melihat ada seorang pria sedang berdiri sembari menggenggam tangan nya


" K- kamu siapa!!! " ujar Rania terkejut dan takut


" Apa? apa kau lupa dengan ku " ujar Revan mencoba memegangi pipi Rania namun segera di tepis oleh Rania


" Jangan sentuh aku!!! jawab dulu kamu siapa? jangan sakiti aku!!! " ujar Rania berusaha menjauh dan menepis tangan Revan


Revan yang menyadari ada hal aneh yang terjadi pada Rania langsung menekan tombol untuk memanggil dokter, satu menit kemudian dokter sampai dan langsung memeriksa kondisi Rania


" Bagaimana keadaan nya dok " ujar Revan dengan raut wajah khawatir


" Keadaan Rania membaik tapi seperti nya Rania menderita amnesia sementara tuan " ujar dokter


" Apa!!! amnesia sementara, bagaimana cara menyembuhkan nya? " ujar Revan dengan raut wajah sangat panik


" Tenang tuan! anda hanya perlu menjaga nya dan jangan terlalu memaksa nya untuk mengingat ingatan masa lalu nya " ujar dokter


" Jadi … maksud anda saya harus membuat ingatan baru untuk nya, tapi kalau dia tetap tidak mengingat masa lalu nya bagaimana? " ujar Revan dengan wajah datar


" Tenang tuan! Rania hanya mengalami amnesia sementara, jadi ingatan masa lalu nya akan pulih dengan perlahan. Anda hanya perlu membantu nya mengingat masa lalu nya secara perlahan dan jangan terlalu di paksakan " ujar dokter


" Baiklah, anda boleh pergi " ujar Revan


Dokter tadi langsung keluar dari ruangan Rania


" K- kamu siapa? kenapa dokter tadi pergi? dan aku siapa? " ujar Rania saat Revan perlahan berjalan mendekati nya


" Baby, tenang lah! saya akan menjelaskan semua nya " ujar Revan yang sudah duduk di kursi sebelah ranjang rumah sakit


" Nama mu adalah Rania Aprilia, dan nama saya Revan Pratama " ujar Revan

__ADS_1


" Terus kenapa kamu di sini, di mana keluarga ku? " ujar Rania bingung


" Keluarga mu sedang sibuk " ujar Revan berbohong


" Apa begitu sibuk nya mereka sampai menelantarkan ku kepada orang tidak di kenal seperti mu " ujar Rania


" Baiklah! saya akan berterus terang " ujar Revan


" Ibu mu sudah meninggal dunia sedangkan ayah mu menikah lagi dan kau memiliki ibu tiri serta saudara tiri " ujar Revan


" Jadi karena ibu tiri dan saudara tiri ayah sampai tega menelantarkan ku " ujar Rania menangis


" Hei! kenapa kau menangis nanti cantik nya hilang loh! kau tidak di telantarkan " ujar Revan berusaha menenangkan Rania


" Sudah jelas aku di telantarkan oleh keluarga ku dan kamu masih bilang tidak di telantarkan " ujar Rania menangis


" Masih ada saya yang akan selalu menjaga dan melindungi mu " ujar Revan menatap Rania dengan tatapan penuh arti


" Emang nya kamu siapa nya aku? " ujar Rania


" Aku harus jawab apa? pacar? tapi kan aku belum mengungkapkan perasaan ku kepada nya " batin Revan berpikir keras


" Saya pacar mu " ujar Revan dengan tegas


" Apa? jadi kamu pacar aku " ujar Rania tidak percaya


" Iya, kita bahkan sudah berpacaran selama 2 tahun " ujar Revan berbohong


" Jadi kau tidak perlu takut dengan ku " ujar Revan


" Saya akan selalu menjaga mu " ujar Revan sembari menghapus air mata Rania


" Jadi selama ini aku tinggal di mana? " tanya Rania


" Kau tinggal di apartemen " jawab Revan


" Oh " ujar Rania


" Kau sudah tidak takut lagi kan dengan saya " ujar Revan dan Rania menggeleng kan kepala nya


" Jadi … boleh kah saya memeluk mu " ujar Revan


" Boleh " ujar Rania


Revan langsung berdiri dan memeluk Rania erat sambil mengusap punggung gadis nya


Pelukan itu berjalan dengan cukup lama sampai pada akhir nya suster masuk membuat Revan terpaksa melepaskan pelukan nya


" Maaf tuan mengganggu, saya ingin memberikan obat untuk Rania " ujar suster


" Baiklah " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Kenapa ada saja yang mengganggu kebahagiaan ku " batin Revan kesal


" Tugas saya sudah selesai tuan, kalau begitu saya permisi " ujar suster undur diri setelah mendapat anggukan dari Revan

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mu by, apa masih ada yang sakit? " ujar Revan


" Keadaan ku sih baik, tapi kepala ku masih pusing " ujar Rania


" Oh iya kenapa kamu nggak bekerja, sekarang sudah siang loh! nanti kalau kamu kena marah sama bos kamu gimana " ujar Rania


" Ternyata walaupun dia dalam keadaan amnesia tapi cerewet nya tidak hilang. Dasar gadis cerewet " batin Revan terkekeh


" Tenang saja by, karena saya bos nya jadi tidak ada yang akan memarahi ku " ujar Revan penuh percaya diri


" Oh gitu! maaf aku nggak tau " ujar Rania


" Iya tidak apa-apa " ujar Revan sembari mengelus pucuk kepala Rania


Rania tersenyum kepada Revan, hal itu membuat Revan gemas


" Kenapa senyuman nya sangat menggemaskan " batin Revan


" Oh iya, kalau kita berpacaran dulu aku memanggil mu dengan sebutan apa? " ujar Rania


" Sayang! kau memanggil ku dengan sebutan sayang " ujar Revan berbohong


" S- sayang, aku memanggil mu dengan sebutan sayang. Tapi kenapa lidah ku seperti susah saat memanggil sayang " ujar Rania dengan wajah polos nya


" Kenapa dia polos sekali " batin Revan


" Tapi kau dulu sungguh memanggil ku dengan sebutan sayang, bahkan dulu kau sangat manja kepada ku " ujar Revan berbohong


" Benarkah " ujar Rania


" Iya, bahkan saya sangat rindu dengan sikap manja mu " ujar Revan berusaha menahan tawa


" Jadi aku harus belajar bersikap manja lagi kepada mu " ujar Rania dengan wajah polos


" Iya, saya mau kau belajar bersikap manja seperti dulu lagi " ujar Revan


" Baiklah! akan aku coba dan akan aku usahakan " ujar Rania


" Kenapa perasaan ku sangat bahagia " batin Revan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2