SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Musuh bebuyutan Revan


__ADS_3

"Ya nggak lah kak. Kan kakak kalau di lihat usia nya palingan juga baru 28 tahun!" ujar Rania


"Kau tahu dari mana usia saya 28 tahun? apa kau peramal?" ujar Revan


"Sayang nya bukan! saya hanya seorang gadis yang pernah melihat dan mendengar identitas anda jika usia anda 28 tahun." ujar Rania


"Benarkah? di mana?" ujar Revan


"Saat di ruangan kakak, aku nggak sengaja melihat identitas kakak dan di situ tertulis usia kakak. Terus kak Farhan juga pernah memberitahu usia kakak." ujar Rania


"Oh!" ujar Revan


"Jadi, Rania memanggil Farhan dengan panggilan kakak." batin Revan


"Apa Farhan dan Rania berhubungan akrab?" batin Revan


"Apakah kau akrab dengan Farhan?" tanya Revan


"Iya! kak Farhan sangat baik kepada ku, memang nya kenapa kak?" ujar Rania


"Tidak kenapa-kenapa." ujar Revan


Setelah selesai mengobrol Rania beranjak dari duduk nya, di hendak turun dari brankar namun di tahan oleh Revan


"Kau mau kemana?" ujar Revan sembari mencekal tangan Rania


"Aku mau ke toliet kak eh maksud nya toilet." ujar Rania


"Apa kau kuat berjalan ke toilet sendiri?" ujar Revan


"Kuat kak, tenang aja aku udah sembuh kok." ujar Rania sembari tersenyum


"Ya sudah, pelan-pelan saja jalan nya." ujar Revan


"Iya kak


Rania langsung beranjak menuju toilet untuk menuntaskan hajat nya


Setelah selesai menuntaskan hajat nya, Rania kembali menuju brankar


"Sudah selesai?" ujar Revan


"Sudah kak." ujar Rania


Di tempat yang berbeda, seorang pria sedang memarahi anak buah nya


"Kenapa kau baru bilang sekarang hah!!! kenapa semalam kau tidak langsung mengatakan nya?" ujar pria tersebut


"Maaf tuan, saya hanya takut mengganggu waktu anda semalam." ujar salah satu anak buah nya


"Omong kosong!!! jangan-jangan kau pengkhianat di sini ya, secara tidak langsung kau ingin menghancurkan rencana ku pada Pria brengsek itu!!!" bentak pria itu

__ADS_1


"Bukan begitu tuan, saya sungguh tidak ada rencana untuk mengkhianati anda." ujar anak buah tersebut


"Saya sungguh tidak bermaksud menggagalkan rencana anda, saya sungguh minta maaf tuan. Tolong maaf kan saya," sambung anak buah tersebut


"Sayang nya permintaan maaf mu sudah terlambat." ujar pria itu tersenyum jahat dengan tatapan membunuh


Pria itu menyeringai, membuat anak buah itu merinding di tambah pria itu mengeluarkan pistol dari balik jas nya


"Tuan, saya mohon beri saya kesempatan. Saya minta maaf tuan, saya tidak berniat berkhianat." ujar anak buah tersebut yang sudah bersujud di lantai


Pria itu menyuruh anak buah yang lain untuk mengangkat tubuh anak buah tadi supaya berdiri, setelah anak buah itu berdiri pria itu langsung memberikan senyuman membunuh


"Ucapkan selamat tinggal kepada dunia!" ujar pria itu


Dan…


Dor


Sebuah tembakan peluru berhasil mengenai jantung anak buah itu dan anak buah itu langsung tergeletak tanpa nyawa di lantai dengan di penuhi darah. Mayat itu pun langsung di bawa oleh anak buah yang lain entah kemana


"Apa yang akan tuan lakukan selanjutnya." ujar asisten pribadi sekaligus tangan kanan pria tersebut


"Aku ingin bukti jika wanita yang ku tabrak itu benar-benar kekasih Revan." ujar Pria itu yang tak lain adalah Reno Alvaro, musuh bebuyutan Revan


Entah apa yang akan di lakukan pria itu dan entah apa yang membuat Revan dan Reno saling bermusuhan


Siang hari nya Rania sudah keluar dari rumah sakit dan kini sudah berada di apartemen Revan


"Ini sudah lebih dari nyaman kak." ujar Rania


"Baiklah, mari saya tunjukkan kamar mu dan ruangan lainnya." ujar Revan


Revan beranjak dari duduk nya untuk menunjukkan ruangan yang ada di apartemen itu


"Semua pakaian mu sudah ada di lemari kamar mu." ujar Revan


"Iya kak, terima kasih kak." ujar Rania tersenyum


"Sama-sama." ujar Revan


"Oh iya kak, kapan aku boleh bekerja lagi." ujar Rania


"Up to you! saya tidak ingin memaksakan mu, jika kau sudah pulih sepenuhnya maka kau bisa langsung bekerja." ujar Revan


"Benarkah! bagaimana kalau besok kak?" ujar Rania dengan penuh semangat


"Memang nya kau benar-benar sudah pulih?" ujar Revan


"Sudah kak! aku sudah sembuh total, beneran deh nggak bohong." ujar Rania


"Baiklah! saya akan mengantar jemput kau setiap hari." ujar Revan dengan santai

__ADS_1


"What!!! ngapain pakai di antar jemput kak." ujar Rania


"Karena saya tidak ingin terjadi sesuatu dengan mu lagi, bahkan kasus mu belum selesai." ujar Revan


"Ingat! saya tidak menerima penolakan!!!" ujar Revan tegas


"Yang mulia raja sudah memerintah jadi sebagai dayang yang baik, aku harus menuruti perintah nya." batin Rania


"Iya kak!" ujar Rania dengan malas


"Good girl! kalau begitu saya mau kembali ke mansion dulu, ingat! besok saya jemput." ujar Revan sembari mengelus rambut Rania lembut


"Dasar bunglon, sifat nya cepat banget berubah kadang lembut tapi kalau sudah memberi perintah tidak bisa di ganggu gugat." batin Rania


Revan beranjak dari duduk nya dan melangkah pergi dari apartemen nya


"Huh! nggak nyangka bisa tinggal di apartemen semewah ini!!! serasa seperti mimpi." ujar Rania sembari melangkah menuju kamar nya


Rania berjalan menuju balkon kamar nya, gadis itu begitu kagum saat melihat pemandangan kota yang menurut nya sangat indah saat di lihat dari balkon apartemen yang tinggi itu


"Indah sekali!!! bos kejam itu baik juga ya. Aku kira bos kejam itu akan menyuruh ku tinggal di apartemen yang biasa yang serasa seperti kontrakan. Kalau ini mah apartemen rasa istana. Mewah bener!!! sungguh sultan mah bebas, mungkin ini belum seberapa dibandingkan kekayaan yang dimiliki nya." ujar Rania


"Tapi tetap saja aku masih merasa aneh dengan bos kejam itu. Kenapa dia menjadi sangat baik kepada ku setelah aku sadar dari pingsan? apa yang terjadi pada nya saat aku pingsan?" ujar Rania


"Kenapa aku jadi merasa takut ya? aku takut kalau kekasih nya kak Revan tau kebaikan kak Revan kepada ku dan dia akan marah dan mengamuk kepada ku." ujar Rania sembari membayang kan sesuatu


"Udah ah jangan ngebayangin yang jelek-jelek." ujar Rania setelah tersadar dari lamunan nya


Rania pun pergi dari balkon menuju dapur untuk memasak makanan


Disisi Lady Zhao lie, dia sedang berada di kamar nya. Semenjak Revan menghilang bak di telan bumi, Zhao lie sengaja mengurung diri di kamar nya agar papa nya mau membantu nya mencari Revan


"Revan! where are you? sebenarnya siapa gadis yang ada di telepon Revan waktu itu, apa dia kekasih Revan? NO! aku tidak akan membiarkan gadis tidak tau diri itu mendekati Revan." ujar Zhao lie


Sedangkan Revan kini sedang mengendarai mobil nya memasuki halaman mansion mewah nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang novel ini bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2