SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Jomblo sejati


__ADS_3

Panggilan pun dimatikan oleh Revan


"Huh! kenapa aku jadi merasa kalau kak Revan jadi aneh ya? serasa posesif gitu, kan aneh kenapa dia bisa posesif gitu?" ujar Rania


"Kan aku bukan siapa-siapa nya, buat apa posesif ke aku coba?" ujar Rania


"Tapi…kenapa aku merasa senang ya? serasa punya pacar gitu, padahal mah cuma bos kejam yang menjengkelkan!!!" ujar Rania


"Gini nih nasib jomblo sejati! kerjaan nya ngehalu!!! padahal kan dia cuma bos aku dan dia juga sudah punya pasangan. Jadi nggak usah baper deh Rania!!!" ujar Rania


"Sudah lah! berhenti memikirkan bos kejam itu lagi! anggap saja dia baik pada ku karena takut dosa." ujar Rania terkekeh


"Hahaha, mungkin kak Revan terpesona dengan kecantikan ku ini." ujar Rania dengan percaya diri nya


"Capek banget! mending aku tidur biar besok bisa bangun pagi kan besok udah mulai kerja." ujar Rania langsung beranjak dari balkon menuju tempat tidur


Hanya butuh waktu 15 menit suara dengkuran halus terdengar dari gadis cantik yang sudah berada di dunia mimpi nya


 


Di pagi yang cerah, seorang pria tampan sudah siap dengan pakaian kerja nya dengan ekspresi wajah penuh semangat. Revan sangat bersemangat untuk bertemu dengan gadis pujaan hati nya.


"Baby! kau sungguh membuat ku candu. Aku bahkan tidak bisa lama berjauhan dengan mu." ujar Revan


"Tunggu sebentar lagi sayang, aku akan mengikat mu dalam ikatan pernikahan." ujar Revan


Setelah di rasa penampilan nya sudah sempurna, Revan keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tua nya


"Huh! sampai kapan sandiwara ini berakhir? kenapa sangat susah membongkar satu permasalahan ini." batin Revan


"Morning ma, pa." ujar Revan sembari duduk di sebelah mama nya


"Pagi!" ujar Danu singkat


"Morning too sayang." ujar Melinda


Melinda mengambilkan roti untuk suami dan putra nya sarapan.


"Oh iya Van! kamu nggak ketemuan dengan Zhao lie, kasihan tau dia nyariin kamu terus." ujar Melinda setelah mengambil roti untuk nya


"Maaf ma! Revan sedang sibuk sekarang." ujar Revan beralasan


"Tapi kan kamu bisa ngajakin Zhao lie makan siang bersama." ujar Melinda


"Tidak bisa ma! pekerjaan Revan sangat menumpuk sekarang!" ujar Revan


"Ya sudah Zhao lie di suruh ke perusahaan kamu saja." ujar Melinda


"Terserah mama saja." ujar Revan langsung melanjutkan makan nya


Setelah selesai makan, Revan berpamitan kepada orang tua nya dan langsung keluar menuju mobil nya


"Selamat pagi tuan!" ujar pengawal yang ada di garasi mobil mansion nya


"Hari ini saya akan berangkat sendiri, jadi tidak perlu supir." ujar Revan dengan wajah datar y


"Baik tuan, kita akan memantau anda dengan mobil lain." ujar pengawal


"Apa kau tuli ha!!! aku sudah bilang tidak membutuhkan supir, jadi kalian tidak perlu mengawal ku." ujar Revan terpancing emosi

__ADS_1


"Tapi, kita hanya menjalankan perintah dari tuan besar untuk mengawasi dan mengawal tuan muda." ujar pengawal


"Tuan besar khawatir jika terjadi sesuatu dengan anda." ujar pengawal


"Jadi kalian menganggap remeh kekuatan saya!!!" ujar Revan dengan tatapan tajam


"B-bukan begitu tuan." ujar pengawal


"Jadi maksud kalian apa?" ujar Revan


"Maaf tuan saya…" ujar pengawal yang belum selesai berbicara namun sudah di potong oleh Revan


"Sudahlah! karena saya sedang buru-buru, jadi kalian akan lepas sementara waktu. Tapi…disaat saya ada waktu senggang, jangan harap kalian lepas dari ku!!! camkan itu!!!" ujar Revan langsung masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya meninggalkan mansion


Di dalam mobil Revan sedang berusaha mengontrol emosi nya


"Semua orang sungguh membuat ku kesal!!!" ujar Revan


"Kenapa setelah kembali tinggal di mansion, hidupku menjadi seperti di penjara?" ujar Revan


"Kalau bukan karena sedang merencanakan sesuatu mungkin aku tidak akan lagi menginjakkan kakiku ke sana lagi." ujar Revan


"Akh!!! menyebalkan sekali!!!" ujar Revan sembari memukul kemudi mobil nya


Sementara di tempat yang berbeda, Zhao lie sedang merasa bahagia setelah mendapat telepon dari Melinda, mama nya Revan


"Akhir nya Revan kembali juga." ujar Zhao lie dengan senyum merekah di wajah blasteran nya


"I'm coming honey!!! I will meet yo honey!" ujar Zhao lie


Sementara mobil Revan sudah sampai di apartemen nya. Revan langsung berjalan menuju letak apartemen nya berada


Ceklek!


Pintu terbuka dan terlihat lah seorang gadis cantik dari balik pintu


"Cantik sekali! padahal pakaian nya sangat sederhana!" batin Revan


"Kak! ayo masuk dulu." ujar Rania mempersilahkan Revan masuk


Revan duduk di sofa ruang tamu sedangkan Rania menuju kamar nya untuk mengambil tas


"Kau sudah siap?" tanya Revan saat Rania berjalan menghampiri nya


"Iya kak!" ujar Rania


"Ayo!" ujar Revan yang dibalas anggukan oleh Rania


Revan dan Rania pun berangkat ke kantor bersama


Sesampainya di perusahaan R'P Group, Rania menjadi sorotan dari para pegawai lain. Banyak dari mereka yang menatap sinis dan berbisik melihat Rania berjalan beriringan dengan Revan


"OMG! kenapa gadis itu bisa berjalan bersama tuan Revan sih?"


"Iya siapa gadis itu?"


"Apa dia pegawai baru di sini?"


"Apa kalian tidak tahu siapa gadis itu? itu kan Rania pegawai baru dari divisi marketing informatika, dengar-dengar dia jarang berangkat belakangan ini."

__ADS_1


"Jarang berangkat tapi kok nggak di pecat sih!"


"Iya bener, masa nggak di pecat."


"Mungkin dia mau dipecat kali maka nya berjalan bersama tuan Revan."


"Iya juga ya!"


Saat para pegawai berbisik, Farhan berjalan memasuki perusahaan membuat para pegawai yang berkerumun sembari berbisik menghentikan kegiatan ghibah nya


"Apa yang sedang kalian lakukan?" ujar Farhan menatap tajam para pegawai yang sedang berkerumun


"K-kami sedang berdiskusi tuan." ujar salah satu pegawai


"Kau pikir kalian bisa membohongi saya? kalian pikir saya bodoh?" ujar Farhan


"Jelas-jelas kalian tidak ada yang membawa sesuatu, jadi ingin membahas apa? biar saya lihat!" ujar Farhan


"K-kami s-sedang membahas…" ujar pegawai


"Sudahlah! divisi kalian saja tidak ada hubungannya, jadi tidak perlu beralasan!" ujar Farhan


"Saya minta kalian kembali bekerja!!!" ujar Farhan dengan tegas dan tatapan tajam


"B-baik tuan." ujar para pegawai ketakutan dan langsung kembali bekerja di tempat masing-masing


Sementara Revan mengantarkan Rania ke ruangan Rania


"Selamat bekerja kembali!" ujar Revan


"Iya pak!" ujar Rania tersenyum


"Oh iya, Apa kau belum menjalankan persyaratan nya?" ujar Revan


"Astaga!!! maaf pak, saya benar-benar lupa. Padahal tadi saya sudah masak banyak, tapi malah lupa." ujar Rania menunduk


"Tidak apa-apa, hari ini saya ingin mengajak mu makan siang di luar." ujar Revan


"Tapi pak saya merasa tidak enak di liatin pegawai yang lain." ujar Rania


"Memang nya kenapa jika mereka melihat nya?" ujar Revan


"Nggak tau aja tadi tatapan para pegawai perempuan nya kayak harimau buas yang ingin menerkam mangsa nya." ujar Rania


"Biarkan saja! kau tidak perlu menanggapi tatapan mereka." ujar Revan dengan santai nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang novel ini bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2