SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Cantik!


__ADS_3

Info : Halo para pembaca, mulai hari ini aku update novel ini nggak menentu ya… soalnya aku mau coba bikin novel baru lagi, jadi harus gantian bagi waktu untuk dua novel. Tapi aku akan usahakan rajin update novel yang ini karena novel ini bikin aku baper sendiri sambil nulis


See you


...----------------...


Kini Revan dan Rania sudah berada di dalam mobil Revan, suasana nampak hening


" Hal apa yang ingin anda bicarakan " ujar Rania gugup


Revan mendekati Rania yang sedang duduk di sebelah nya hingga wajah mereka sangat dekat, bahkan nafas mereka saling beradu


Cup


Revan mencium bibir Rania untuk ke dua kali nya, hal itu membuat Rania terdiam mematung. Sedangkan Revan, kini sedang berpacu dengan detak jantung nya


Ada rasa bahagia di hati Revan, seolah menginginkan waktu untuk berhenti berjalan


" Astaga, apa aku terlalu berlebihan mencium nya lagi. Tapi hati ini sungguh tenang dan nyaman saat berada di dekat nya " batin Revan


" Kenapa bos kejam ini mencium ku lagi, apa dia berpikir aku ini dedak yang dengan mudah nya menyosorku " batin Rania


" Rasa nya aku ingin menghilang dari dunia ini, aku sangat malu!!! " batin Rania


" Maaf! saya terbawa suasana " ujar Revan


" Apa!!! terbawa suasana!!! padahal kan suasana nya tenang dan nggak romantis, kenapa harus terbawa suasana!!! andai dia tidak berkuasa mungkin sudah ku tampar wajah tampan nya, namun aku hanya bisa mengalah dengan yang mulia bos kejam " batin Rania kesal


" I -iya pak, nggak papa " ujar Rania pasrah


" Oh iya, biar saya antar kamu pulang " ujar Revan gugup


" Tidak usah pak! saya lagi nungguin teman saya, lagipula anda juga sedang menunggu pak Vino kan " ujar Rania menolak


" Tidak mengapa, biar saya antar kau pulang. Kalau urusan dengan Vino saya bisa mengurus nya nanti saja " ujar Revan sedikit memaksa


" Ayo lah!!!! saya mohon Rania kau jawab iya " batin Revan


" Tapi bagaimana dengan teman saya " ujar Rania


" Em!! itu di perusahaan Vino sedang sangat sibuk dan mungkin teman kau akan lembur hari ini " ujar Revan asal


" Sebentar pak, saya telepon teman saya dulu " ujar Rania


" Iya " ujar Revan


" Aduh!!! bagaimana ini!!! aku tadi mencari alasan nya kurang masuk akal " batin Revan


Rania menelpon Lili dan panggilan tersambung


📱 : " Halo Li, assalamualaikum " ujar Rania


📲 : " Iya Ran, waalaikumsalam. Oh iya, aku minta maaf ya hari ini aku ada lembur jadi kita nggak bisa pulang bareng. Apa kamu sudah nungguin aku " ujar Lili


📱 : " Oh! iya nggak papa Li, santai aja aku pulang sendiri kok " ujar Rania


📲 : " Iya Ran, udah dulu ya! aku lagi sibuk banget nih!!! aku tutup telepon nya, wassalamu'alaikum " ujar Lili

__ADS_1


📱 : " Iya, waalaikumsalam " ujar Rania


Panggilan di matikan oleh Lili


" Ternyata apa yang di bilang bos kejam ini benar juga " batin Rania


" Gimana? " ujar Revan gugup


" Ternyata benar pak, teman saya lagi sibuk banget dan hari ini dia lembur " ujar Rania tersenyum kaku


" Gila!!! ternyata dia jika sedang tersenyum sangat cantik kalau di lihat dari dekat " batin Revan


" Cantik " ujar Revan tidak sadar sambil terus menatap Rania


" Apa nya yang cantik pak " ujar Rania bingung


" Kau … kau sangat cantik " ujar Revan yang masih dalam keadaan kurang sadar


Pipi Rania langsung memerah, dia bingung harus jawab apa. Revan sudah tersadar dari lamunan nya, namun dia tidak tahu apa yang telah Revan ucapkan tadi


" Kalau begitu kau tidak punya alasan untuk menolak saya " ujar Revan


" Menolak apa nih maksud nya " batin Rania


" Biar saya antar kamu pulang " ujar Revan


" Tidak usah pak, saya bisa pulang sendiri " ujar Rania dengan cepat


" Tapi sayangnya, saya memaksa " ujar Revan yang sudah kembali ke mode datar


" Baiklah, anda boleh antar saya pulang " ujar Rania pasrah


" Oh iya, saya punya sesuatu untuk mu " ujar Revan


" Sesuatu apa ya pak " ujar Rania


" Sebentar " ujar Revan keluar dari mobil nya untuk mengambil sesuatu dari dalam bagasi mobil nya


" Sesuatu apa an ya, kok rasa nya aku dianggap istimewa sama bos kejam itu " batin Rania


" Hei! sadar Rania, kamu bagaikan langit dan bumi jika di bandingkan dengan nya jadi kamu harus bangun dari mimpi mu dulu sebelum terjatuh " batin Rania menepuk-nepuk pipi nya


Revan masuk ke dalam mobil nya dengan membawa dua buah paper bag


" Ini untuk mu " ujar Revan sambil menyerahkan paper bag yang di pegang nya kepada Rania


" Untuk apa ya pak " ujar Rania bingung


" Untuk kau lah, masa untuk siapa lagi! " ujar Revan


" Maksud nya saya merasa nggak enak kalau anda selalu memberi saya sesuatu, saya merasa sungkan " ujar Rania


" Kalau tidak enak naik becak " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Kok jadi naik becak ya pak, saya nggak maksud " ujar Rania dengan polos nya


" Saya bercanda, kau saja yang terlalu polos! tidak bisa membedakan mana yang serius dan mana yang bercanda " ujar Revan santai

__ADS_1


" Gimana saya bisa membedakan coba, kalau muka nya aja datar dan serius gitu. Rasa nya aku ingin menghilang saja dari dunia ini!!! " batin Rania kesal


" Maaf! saya beneran nggak tau " ujar Rania


" Iya saya tahu " ujar Revan


" Tapi saya mohon terima saja pemberian dari saya " ujar Revan lagi


" Tapi pak! saya beneran merasa merepotkan anda dan jadi sungkan dengan anda " ujar Rania


" Saya tidak suka mendapat penolakan, atau kau mau saya cium lagi " ujar Revan mencoba mendekati Rania


" Kau sangat pintar Revan, kau sangat pandai menggoda dan mengambil kesempatan " batin Revan memuji diri nya sendiri


" Aduh!!! kenapa tidak ada pilihan yang bagus sih buat aku, malah lebih parah " batin Rania


Revan semakin mendekat, tangan nya sudah mencengkram kursi mobil yang Rania duduki sebagai tumpuan


" Bagaimana ini " batin Rania panik karena Revan sudah sangat dekat dengan nya


" Baiklah pak, saya terima hadiah dari anda " ujar Rania tersenyum kaku


Namun Revan bukan nya menjauh tapi dia tetap mendekat dan menyeringai


Cup


Revan tetap mencium bibir Rania, bahkan dia ******* nya dan terus memperdalam ciuman nya. Ciuman itu sangat penuh arti untuk Revan, namun tidak dengan Rania yang terbelalak dengan kelakuan bos kejam nya itu


Ciuman mereka terus berjalan, hingga Rania kehabisan nafas membuat Revan menyudahi ******* nya


" Saya tidak menyangka ternyata orang berciuman membuat kecanduan juga " ujar Revan tanpa dosa


" Kecanduan gigi mu, andai aku punya satu kesempatan sudah ku tonjok tuh muka mu yang tampan. Dasar bos kejam gak ada akhlak!!! " batin Rania kesal


" Memang nya kecanduan gimana ya pak, kok kaya alkohol aja bikin kecanduan " ujar Rania dengan polos


" Kenapa dia begitu menggemaskan jika sedang bersikap polos seperti ini, jadi ingin mencium nya lagi " batin Revan


" Kecanduan ingin melakukan nya lagi " ujar Revan


" Kenapa anda tidak berciuman saja dengan nona oli " ujar Rania gugup


" Tidak!! nanti jika saya mencium nya, maka dia menginginkan hal yang lebih " ujar Revan


" Hal lebih apa maksud nya, nggak jelas banget!!! dasar bos gak ada akhlak " batin Rania


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2