SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Merasa nyaman


__ADS_3

"What!!! jadi kita sudah sampai!!!" ujar Lili dengan ekspresi wajah yang panik


"Santai saja, tidak perlu panik begitu! saya tidak marah, saya tahu kamu hari ini sangat lelah!" ujar Vino


"T-tapi pak, saya tetap tidak enak hati. Saya sudah lancang dan tidak sopan kepada anda." ujar Lili sembari menundukkan kepala nya


"Hei!!! kau tenang saja, tidak perlu bersikap kaku seperti itu kepada saya jika di luar kantor." ujar Vino sambil memegang pundak Lili


"Iya pak! tapi saya minta maaf karena membuat anda menunggu lama bahkan hampir setengah jam anda menunggu saya bangun." ujar Lili


"Iya!" ujar Vino


"Kalau begitu saya permisi dulu pak." ujar Lili sembari menunduk hormat


"Iya! istirahat lah yang cukup jangan sampai kau sakit!" ujar Vino


"Baik pak!" ujar Lili


"Kalau tidak ada halangan, besok kita ke apartemen Revan lagi setelah pulang kantor." ujar Vino sembari mengelus rambut Lili


"Apa yang dia lakukan? kenapa jadi bersikap lembut seperti ini? serasa melayang deh!!!" batin Lili


"Apa yang telah ku lakukan, kenapa aku sampai mengelus rambut nya. Ini sungguh di luar kendali ku," batin Vino setelah sadar dengan apa yang dilakukan nya


"Kalau begitu saya permisi pak!" ujar Lili


"Iya! selamat malam." ujar Vino


"Selamat malam juga pak." ujar Lili


"Terima kasih pak, sudah mau mengantar saya pulang." ujar Lili


"Iya sama-sama." ujar Vino


Setelah mengucapkan terima kasih, Lili keluar dari mobil Vino dan bergegas masuk ke dalam rumah nya. Sedangkan Vino langsung melaju kan mobil meninggalkan rumah Lili menuju mansion nya


"Kenapa hatiku sangat bahagia ya bisa berdekatan dengan Lili." ujar Vino sembari mengemudi


"Semoga besok jadwal ku tidak terlalu padat supaya aku bisa mengantar nya menemui Rania," ujar Vino


Di posisi Revan dan Rania, kini kedua insan tersebut sedang bersantai di ruang keluarga sembari menonton televisi


"Kenapa wajah mu berseri sekali by? apa kau sedang bahagia bertemu dengan sahabat mu?" ujar Revan sembari memeluk Rania yang berada di pangkuan nya


"Iya! hari ini entah kenapa aku sangat bahagia, padahal aku serasa asing melihat gadis yang bernama Lili itu. Tapi aku merasa bahagia dan familiar saat dengan nya tadi," ujar Rania tersenyum


"Syukurlah by kau bahagia, semoga kau cepat sembuh!" batin Revan


"By! bolehkah saya bertanya?" ujar Revan

__ADS_1


"Boleh dong!! memang nya mau nanya apa?" ujar Rania


"Apa kau nyaman saat bersama ku?" ujar Revan


Rania memutar badan nya agar menghadap kearah Revan, dia menyentuh pipi Revan dengan lembut sembari menatap Revan dengan tatapan teduh nya


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" ujar Rania


"Saya hanya ingin tahu saja isi hati mu yang sesungguh nya, saya mohon kau jawab dengan jujur!!!" ujar Revan


"Baiklah! jujur, aku merasa nyaman saat bersama mu!!!" ujar Rania malu-malu


Hati Revan berbunga-bunga, jantung nya juga berdegup begitu kencang hanya dengan mendengar ucapan sederhana dari Rania


Cup


Rania mengecup bibir Revan, namun tidak hanya itu. Revan tidak akan menyiakan kesempatan emas, dia langsung menekan tengkuk Rania dengan tangan nya untuk memperdalam ciuman nya. Yang awal nya hanya kecupan singkat kini berubah menjadi ciuman ganas, Revan mencium Rania dengan buas, ******* bibir Rania dan menelusuri semua yang ada di dalam mulut gadis nya itu


Hingga pada akhir nya Rania sudah merasa tersengal dan kehabisan nafas membuat Revan menghentikan ciuman nya sembari mengelap pinggiran bibir Rania yang sudah basah akibat ulah nya


"Kamu nyebelin banget sih!!! selalu mencium ku secara mendadak dan juga dalam durasi waktu cukup lama!" ujar Rania


"Hehe, maklum by kesempatan emas yang berada di depan mata, bisa rugi jika diabaikan!" ujar Revan terkekeh


"Ih!!! nyebelin banget deh!!! kalau aku mati gara-gara kehabisan nafas gimana!!!" ujar Rania kesal


"Hei!!! tidak ada sejarah nya orang meninggal akibat ciuman by, karena jika kau sudah mahir berciuman maka kita bisa berbagi oksigen." ujar Revan menjelaskan


"Hei by!!! wajah nya jangan di tekuk, nanti tambah jelek loh!" ujar Revan meledek Rania


"Jadi maksud kamu aku jelek gitu!!!" ujar Rania yang mulai mengeluarkan sungut nya karena kesal


"Bukan begitu! hanya kau gadis yang paling cantik yang aku kenal by! kecantikan mu bagaikan bidadari," ujar Revan


"Bidadari keseleo apa kesandung hah!!!" ujar Rania kesal


"Bidadari di hati Revan Pratama, sayang!" ujar Revan


"Gombalan mu nggak mempan sama aku, tuan Revan Pratama!!" ujar Rania


"Mungkin gombalan ku masih tidak mempan, tapi ciuman ku bikin kamu kecanduan kan!!" ujar Revan sembari menaikturunkan alis nya


"Kecanduan!!! memang nya alkohol apa?" ujar Rania


"Bukan kecanduan yang seperti itu by, tapi maksud saya kecanduan ingin di cium lagi!" ujar Revan


"Ih!!! narsis banget!!!" ujar Rania dengan wajah yang sudah semerah tomat


"Mulut mu bisa berbohong tapi ekspresi wajah mu terutama pipi mu yang sudah memerah tidak bisa berbohong by." ujar Revan

__ADS_1


"Terserah! debat sama kamu aku nggak pernah menang!!!" ujar Rania mendengus kesal


"Mungkin sekarang saya tidak mengalah kepada mu by, tapi jika kita sudah menjadi sepasang suami istri saya akan selalu mengalah kepada mu." ujar Revan dengan tatapan mata yang menunjukan ketulusan


Rania tertegun mendengar ucapan Revan yang menurut nya sangat manis dan menyejukkan hati


"Hanya kau yang saya cintai, hanya kau yang akan menjadi pendamping hidup saya, kau akan menjadi ratu di kerajaan ku nanti by. I love you!" ujar Revan


"I love you too." ujar Rania yang langsung bersembunyi di dada bidang Revan.


"Hei kau kenapa by!" ujar Revan terkekeh


"Malu tau!!!" ujar Rania


"Buat apa malu ratu ku!!!" ujar Revan


"Saya senang kau membalas i love you too tadi!" ujar Revan


"Aku malu tau, karena aku bukan tipe orang yang narsis seperti mu!!!" ujar Rania masih dengan posisi menyembunyikan wajah nya di dada bidang Revan


"Baiklah! saya malah senang jika kau memeluk ku seperti ini, itu tanda nya dada ku ini nyaman untuk mu!" ujar Revan menggoda Rania


"Nggak nyaman kok! biasa aja!" ujar Rania langsung menatap wajah tampan Revan


"Kenapa tidak peluk saya lagi!!!" ujar Revan


"Nggak mau, kamu terlalu narsis!!!" ujar Rania


"Saya narsis tapi kau tetap cinta kan!" ujar Revan


Rania terdiam, sungguh dia selalu kalah telak jika berdebat dengan Revan


"Baby!!! peluk!!!" ujar Revan dengan nada yang sedikit manja


"NGGAK MAU!" ujar Rania penuh penekanan


"Saya mohon by!!! peluk ya!!!" ujar Revan dengan menunjukan tatapan memohon kepada Rania


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2