
" Emang nya direktur itu salah apa? " ujar Rania
" Direktur itu salah karena tidak meneliti berkas dengan benar dan malah langsung menandatangani nya, jadi dia langsung di suruh menghadap ke pak Vino " ujar Lili
" Kan hanya kesalahan kecil, masa langsung di hukum " ujar Rania
" Walaupun kelihatan seperti kesalahan kecil, tapi menurut seorang pengusaha itu merupakan kesalahan besar dan berakibat fatal " ujar Lili
" Emang nya hukuman nya ngapain aja? " tanya Rania
" Hukuman nya itu pak Vino akan memukuli pegawai yang berbuat kesalahan bahkan kalau kesalahan yang mereka perbuat menurut nya kesalahan besar, pak Vino akan mencambuk pegawai yang berbuat kesalahan itu sampai mereka tidak memiliki tenaga sama sekali untuk berdiri " ujar Lili serius
" Ih!!! serem banget!!! aku kira pak Vino lebih baik dari pak Revan ternyata malah lebih gila. Kamu harus bekerja harus bekerja dengan teliti Li!!! " ujar Rania
" Aku juga baru tahu Ran, karena pak Vino menghukum nya di depan semua pegawai yang lain. Kan parah banget!!! mendingan juga pak Revan " ujar Lili
" Maka nya aku takut nanti pak Vino bakal menghukum aku karena nggak ngangkat telepon nya!!! " ujar Lili panik
" Hei!!! santai aja, kamu harus positive thinking " ujar Rania menenangkan sahabat nya
" Tapi tetep aja Ran, aku takut!!! kalau aku di hukum gimana. Huhu " ujar Lili merengek
" Hei!!! itu hanya kesalahan kecil nggak mungkin kalau kamu akan di hukum yang berat, palingan kalau dihukum itu hanya di suruh bersihin gedung perusahaan mungkin " ujar Rania tersenyum meledek
" Ih!!! kamu nyebelin deh Ran, kalau cuman di suruh bersihin ruangan nya pak Vino sih nggak papa. Tapi kalau di suruh membersihkan seluruh gedung perusahaan gimana " ujar Lili pusing sendiri
" Ya gak gitu juga kali, masa bersihin seluruh kantor nggak punya simpatik banget pak Vino " ujar Rania
" Kamu kalau ngomong enteng banget lah aku yang akan ngelakuin tegang banget!!! " ujar Lili
" Mendingan kita jalan nya cepat dikit deh, kalau kita terlambat kan bisa bisa hukuman mu double Li. Haha " ujar Rania meledek Lili
" Kamu nyebelin banget deh Ran!!! malah jadi tambah takut aku. Kamu bukan nya menenangkan aku malah nambah nakutin aku lagi " ujar Lili kesal
" Hehe, maaf Li " ujar Rania terkekeh
Tak berselang lama mereka sampai di depan gedung perusahaan MHS' Group
" Aku pamit dulu ya Li, santai aja paling cuma di suruh bersihin gedung ini aja " ujar Rania sambil menunjuk gedung MHS' Group
" Sudah lah, mendingan kamu pergi sekarang Ran, aku udah lemes dengerin perkataan mu " ujar Lili
" Baiklah!!! karena aku masih mempunyai sisi baik, jadi aku akan pergi. Bye " ujar Rania melambaikan tangan nya dan Lili juga melambaikan tangan nya pelan
...----------------...
Di mansion mewah, Revan sedang bersiap siap untuk pergi bekerja
" Akhir nya aku bebas dan bisa berbuat sesuka hati ku " ujar Revan menyeringai
__ADS_1
" Mansion ini sudah bisa ku ambil alih sementara waktu " ujar Revan
Revan turun ke bawah dan semua pengawal serta pelayan sudah berbaris menyambut nya
" Selamat pagi tuan " ujar semua pengawal dan pelayan serempak seraya menundukkan kepala mereka
" Selamat pagi tuan, mobil anda sudah saya siapkan " ujar salah satu pengawal
" Saya sudah membuat peraturan baru untuk satu bulan ke depan, peraturan ini harus kalian patuhi selama tidak ada kedua orang tua ku " ujar Revan dengan tatapan tajam dan wajah datar nya
" Saya minta kalian semua tidak ada yang mengkhianati kepercayaan ku, kalau ada salah satu dari kalian yang berani mengadukan sikap dan sifat saya pada kedua orang tua ku maka nyawa kalian dan keluarga kalian akan lenyap di tangan ku " ujar Revan dengan tatapan tajam
" Baik tuan, kami tidak akan mengkhianati kepercayaan anda " ujar para pengawal dan pelayan
" Kalian harus ingat!!! saya tidak suka ada orang yang membuat kesalahan, sekecil apapun kesalahan kalian saya akan memberikan hukuman yang setimpal " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Saya harap kalian bekerja dengan sempurna " ujar Revan
" Baik tuan " ujar pengawal dan pelayan serempak
" Kalian bisa kembali bekerja " ujar Revan langsung berlalu pergi keluar dari mansion
Terdapat seorang pria sedang berdiri di samping mobil mewah milik Revan sembari membukakan pintu untuk tuan nya
" Silahkan masuk tuan " ujar pria tadi yang tak lain adalah supir pribadi Revan, sedangkan Revan langsung masuk ke dalam mobil nya tanpa menjawab
Setelah pintu mobil tertutup dan sang supir masuk ke dalam mobil, mobil mewah Revan langsung melaju meninggalkan mansion nya menuju gedung perusahaan R'P Group. Tapi sebelum itu mobil nya berhenti di sebuah butik dan Revan langsung turun dari mobil
...----------------...
Di gedung perusahaan R'P Group, Rania baru saja sampai di dalam ruangan nya dan sedang duduk sembari menghembuskan nafas lega
" Huh! untung nggak terlambat " ujar Rania
" Kalau terlambat kan bisa gawat nanti kena hukuman deh sama bos kejam. Ih ngeri!!! " ujar Rania
" Tapi aku jadi kepo, seberapa kejam pak Revan kalau marah dan menghukum orang lain " ujar Rania
" Ih!!! jangan di bayangin deh, pasti lebih serem dari pak Vino secara kan mereka sahabatan jadi pasti sifat nya sama " ujar Rania
" Mendingan aku fokus kerja daripada kena hukuman kan bisa gawat " ujar Rania
Rania langsung fokus dengan pekerjaan nya
Sementara di ruangan CEO, Revan sudah duduk di kursi kebesaran nya dan dia terlihat sedang menelpon pegawai nya
Tak berselang lama ada suara ketukan pintu di luar ruangan Revan
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
" Masuk " ujar Revan dari dalam ruangan nya
Orang yang mengetuk pintu tadi ternyata Farhan, dia langsung masuk ke dalam ruangan atasan nya
" Ada apa tuan memanggil saya? " tanya Farhan setelah sampai di hadapan Revan
" Duduk lah " jawab Revan dan Farhan langsung duduk di hadapan Revan
" Saya minta kamu panggil dan ajak Rania ke ruangan saya " ujar Revan
" Baik tuan " ujar Farhan langsung beranjak dari duduk nya meninggalkan ruangan Revan
" Kalau aku cuma di suruh untuk ke ruangan Rania, kenapa aku harus ke ruangan anda dulu sih! kan bisa ngomong di telepon aja tuan " batin Farhan
Sesampai nya di ruangan divisi marketing informatika, Farhan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan berjalan menuju meja Rania
" Hai Rania! fokus banget kerja nya " ujar Farhan setelah sampai di meja Rania
" Eh!!! ada kak Farhan, ada apa kak ke sini? apa aku membuat kesalahan? " ujar Rania
" Nggak kok, kamu di panggil sama tuan Revan untuk datang ke ruangan nya " ujar Farhan
" Emang nya ada apa ya kak? " tanya Rania
" Aku juga nggak tahu Ran, mending kamu langsung ke sana aja " jawab Farhan
" Iya kak " ujar Rania
" Ayo " ajak Farhan
" Iya kak " ujar Rania
Rania langsung berjalan mengikuti Farhan menuju ruangan sang bos kejam
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah