
" Apa yang kamu lakukan!!! aku bisa jalan sendiri!!! malu tau!!! " ujar Rania meronta
" Kenapa harus malu by " ujar Revan menyeringai
" Tau ah!!! males debat sama kamu!!! " ujar Rania
Setelah sampai di mobil nya, Revan menurunkan Rania dengan sangat hati-hati dan langsung melajukan mobil nya menuju restoran terdekat
Di posisi Lili, gadis itu masih kepikiran pada sahabat nya yang menghilang bak di telan bumi
" Kamu dimana sih Ran " ujar Lili sambil berjalan menuju ruangan atasan
Bruk…
Lili tanpa sengaja menabrak seseorang dan membuat nya terhuyung ke belakang, namun tangan kekar seseorang menangkap pinggang nya sehingga dia tidak jadi terjatuh
Mata kedua nya saling beradu sampai Lili tersadar siapa orang yang berada di hadapan nya
" M-maaf kan saya pak, saya sungguh tidak sengaja tadi " ujar Lili gemetaran
" Iya, lain kali hati-hati " ujar Vino, ya! orang yang di tabrak oleh Lili tadi adalah Vino
" Kenapa kau belakangan ini menjadi tidak fokus " ujar Vino
" Sebenar nya saya tidak fokus karena sahabat saya belakangan ini tidak ada kabar " jelas Lili
" Memang nya saya kelihatan banget jadi tidak fokus ya pak " ujar Lili
" Iya, kau terlihat tidak fokus " ujar Vino
" Maksud nya sahabat kau itu Rania " ujar Vino
" Iya pak, siapa lagi kalau bukan dia. Rania itu sahabat saya satu-satu nya " ujar Lili
" Apa kau sudah mendatangi rumah nya? " ujar Vino
" Belum sih pak, tapi seperti nya Rania sudah 3 hari tidak masuk kantor " ujar Lili
" Aneh!!! biasa nya Revan kalau ada pegawai yang bolos pasti akan cerita sama aku, tapi ini batang hidung nya juga nggak pernah kelihatan " batin Vino
" Baiklah! nanti saya akan bantu cari. Kau nanti kirim pesan saja jika Rania memang tidak ada di rumah " ujar Vino
" Makasih pak, udah mau bantu aku nyari Rania " ujar Lili
" Iya sama-sama " ujar Vino
" Kalau begitu saya permisi dulu pak " ujar Lili
" Iya hati-hati, jangan nabrak orang lagi " ujar Vino terkekeh
" Iya pak " ujar Lili cengengesan dan berlalu pergi meninggalkan Vino
" Lili Sasmita, kau sungguh lucu " batin Vino sembari senyum-senyum sendiri
" Aku harus membantu nya " ujar Vino langsung mengeluarkan handphone nya dan menelpon Revan
Panggilan pun terhubung
📲 : " Halo bro, ada apa ya " ujar Revan
📱 : " Apa kau tau jika Rania belakangan ini tidak masuk kerja " ujar Vino
📲 : " A-aku tahu " ujar Revan gugup.
📲 : " Kau tahu dari mana jika dia tidak masuk kerja " ujar Revan bingung
📱 : " Dari Lili, sahabat nya Rania. Dia sangat sedih dan tidak fokus setelah Rania tidak menghubungi nya " ujar Vino
__ADS_1
📱 : " Bro apa kau bisa membantu ku untuk mencari nya " ujar Vino
📲 : " Baiklah! nanti aku ikut mencari nya " ujar Revan
📱 : " Aku tutup dulu telepon nya bro " ujar Vino
📲 : " Iya " ujar Revan
Panggilan di matikan oleh Vino
Di sisi Revan, pria itu kembali duduk di samping gadis nya karena tadi saat mengangkat telepon Revan menjauh dari Rania. Posisi mereka sekarang sedang berada di restoran A
" Siapa yang menelepon mu tadi? " tanya Rania
" Vino, sahabat ku " ujar Revan
" Tapi aku nggak percaya, coba mana handphone nya " ujar Rania
Revan langsung memberikan handphone nya kepada Rania
Rania mengecek riwayat panggilan di handphone Revan dan benar saja ternyata yang menelpon Revan tadi sahabat nya Revan karena tertera di riwayat panggilan dengan nama ' Vino ( sahabat yang gak peka ) ' hal itu membuat Rania terkekeh membaca nya
" Kenapa kau tertawa by " ujar Revan heran
" Ini … kenapa nama sahabat mu aneh banget kamu menamai nya " ujar Rania menahan tawa
" Dia juga menamai ku ' Revan ( sahabat gak ada akhlak ) ' jadi imbang " ujar Revan
" Lucu banget deh " ujar Rania
" Kau lebih lucu dan menggemaskan by " ujar Revan sambil mencubit pipi Rania pelan
" Kambuh lagi virus gombalan nya " ujar Rania
" Hehe, lanjut kan lagi by makan nya " ujar Revan terkekeh
" Apakah aku harus memberitahu Vino dan sahabat nya Rania kalau Rania sedang bersama ku " batin Revan
" Tapi aku takut mereka berpikiran yang tidak-tidak mengenai hubungan ku dan Rania " batin Revan berpikir keras
" Lebih baik aku memberitahu mereka, kasihan juga sahabat nya selalu mencari Rania " batin Revan
" Hei!!! tadi kamu menyuruh ku untuk makan, sekarang kamu sendiri yang tidak makan " ujar Rania
" Saya sudah kenyang by " ujar Revan
" Tapi kamu baru makan sedikit loh, nanti kamu sakit " ujar Rania
" Tapi saya sudah kenyang by " ujar Revan
" Kamu harus makan!! sini aku suapin " ujar Rania
" Oh!!! jantung ku seperti akan melompat keluar mendapat perhatian dari mu by " batin Revan
" Buka mulut mu " ujar Rania menyuapi satu sendok nasi dan lauk kepada Revan
Revan dengan senang hati membuka mulut nya menerima suapan dari gadis nya
Sampai pada suapan terakhir, akhir nya makanan di piring Revan sudah habis
" Bilang nya nggak lapar, tapi pas di suapin satu piring habis tak bersisa " gerutu Rania
" Hehe, tadi jadi lapar by karena di suapin oleh orang tersayang " ujar Revan
" Apaan sih " ujar Rania
" Sebentar by, saya mau ke toilet dulu " ujar Revan
__ADS_1
" Iya " ujar Rania
Revan mengecup kening Rania dan langsung pergi ke toilet di restoran itu
" Aku harus menghubungi Vino " ujar Revan sembari mengeluarkan handphone nya setelah sampai di toilet
Vino ( sahabat yang gak jelas )
" Bro, nanti sore kau ke apartemen ku, ada yang ingin ku bicara kan. Ajak juga sahabat nya Rania " Revan
Di posisi Vino, dia sedang bingung dengan pesan chat sahabat nya
" Ada apa ya, tumben nih sahabat gak ada akhlak minta aku untuk ke apartemen nya dan juga suruh ngajak si Lili " ujar Vino bingung
" Mungkin mau membicarakan tentang Rania " ujar Vino
Vino langsung mengabari Lili dan Lili setuju untuk ikut bersama nya
Sore hari, Revan dan Rania sudah berada di apartemen nya. Mereka sedang duduk berdua di balkon apartemen nya
" By, nanti akan ada sahabat ku yang datang ke sini dan kau tidak perlu bersembunyi karena mereka tidak jahat " ujar Revan
" Iya " ujar Rania sembari memandangi matahari terbenam yang sangat indah
Tok
Tok
Tok
" Itu pasti mereka sudah datang " ujar Revan
" Baiklah! biar aku bukain pintu nya " ujar Rania tersenyum dan Revan mengangguk
" Kenapa aku jadi gugup begini ya! hanya karena ada sahabat nya Rania " batin Revan memegangi dada nya
" Aku takut mereka akan marah saat melihat aku dan Rania tinggal satu atap " ujar Revan
" Assalamualaikum " ujar tamu yang mengetuk pintu
" Waalaikumsalam " ujar Rania sembari membukakan pintu
Rania melihat ada dua orang yang sedang bertamu namun di tidak mengenal nya. Berbeda dengan Lili dan Vino, mereka berdua sangat terkejut melihat kehadiran Rania di apartemen Revan
" Rania!!! kamu kok bisa ada di sini " ujar Lili kepada Rania
" Kamu mengenal ku " ujar Rania bingung
" Hei Ran, kamu jangan bercanda ya! masa kamu nggak kenal sama aku sih " ujar Lili
" Maaf aku sungguh tidak mengenal mu " ujar Rania polos
Bukan hanya Lili yang merasa bingung dengan tingkah sahabat nya, Vino juga bingung dengan perubahan sikap Rania tapi Vino lebih bingung kenapa Rania bisa berada di apartemen sahabat nya padahal sahabat nya bilang tidak pernah melihat Rania
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1
bisa di follow ig nya yah