
"Tenanglah by, saya akan selalu memberikan mu kasih sayang!" ujar Revan berusaha menenangkan kekasih hati nya.
"Apa kau ingin berziarah ke makam ibu mu?" tanya Revan
"Aku mau kak," ujar Rania
"Ya sudah, kau bersiap-siap setelah itu kita ke makam ibu." ujar Revan
"Jadi kakak mau nemenin aku ke makam ibu, apa hari ini kakak nggak ada kerjaan?" ujar Rania sedikit sungkan
"Hei…apapun akan saya lakukan untuk mu, apalagi jika itu membuat mu bahagia!" ujar Revan
"Kau tenang saja, urusan kantor sudah ku serahkan kepada Farhan!" ujar Revan yang seolah tahu isi hati Rania
"Makasih kak!" ujar Rania langsung menghambur ke pelukan Revan
"Sama-sama sayang!" ujar Revan membalas pelukan Rania sembari mencium puncak kepala gadis nya
"Aku ganti baju dulu kak!" ujar Rania sembari mengecup pipi kak Revan dan berlari menuju walk-in closed
Revan terdiam mematung sembari memegangi pipi nya yang di cium oleh kekasihnya.
"Apa aku sedang bermimpi? dia mencium ku! ini pasti mimpi!" ujar Revan mencubit tangan nya sendiri
"Apa?! jadi ini nyata! dia sungguh mencium ku!" ujar Revan dengan pipi bersemu merah
Baru kali ini Revan tersipu malu karena selama ini Revan lah yang membuat para gadis tersipu malu melihat nya.
"Apa dia sangat bahagia walau hanya di ajak ke makam ibu nya? jika begitu aku akan sering mengajak nya ke makam ibu nya!" ujar Revan dengan bersemangat
Revan memutuskan kembali ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya.
Dan saat Revan keluar dari kamar Rania, bertepatan dengan Rania yang keluar dari walk-in closed.
Rania keluar dengan mengenakan pakaian putih
"Apa kak Revan sudah kembali ke kamar nya?" ujar Rania
Rania mengambil tas nya dan memasukan handphone nya ke dalam tas dan keluar dari kamar nya bertepatan dengan Revan yang juga keluar dari kamar nya.
Rania terpesona dengan Revan yang kini mengenakan pakaian putih senada dengan pakaian nya.
"Oh astaga, kak Revan kenapa terlihat sangat tampan hari ini?" batin Rania
"Rania terlihat sangat cantik!" batin Revan
__ADS_1
"Kau sudah siap, by?" tanya Revan setelah berjalan mendekati kekasih nya
"Sudah kak!" ujar Rania tersenyum cerah
"Ayo!" ujar Revan menggandeng tangan Rania
Sepasang kekasih itu pun pergi ke makan ibu nya Rania.
Saat sudah sampai di pemakaman X Rania langsung berlutut di makam ibu nya dengan air mata yang mengalir deras. Rania menaburi bunga di atas makam ibu nya sembari tersenyum.
"Ibu…maafin Rania Bu, Rania jarang berkunjung ke makam Ibu." ujar Rania
"Kenapa Ibu terlalu cepat pergi meninggalkan Rania? Rania masih membutuhkan Ibu, meskipun sekarang ayah sudah menikah lagi, tapi Rania nggak mau Ibu baru karena hanya ibu satu-satunya ibu yang Rania miliki."
"Rania sayang Ibu, jujur Rania tersiksa sekarang karena mempunyai ibu baru tapi Ibu tenang saja, Rania akan menjaga diri baik-baik. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan Rania, ibu yang tenang ya di sana."
"Oh iya Bu, Rania sekarang tidak berkunjung sendiri. Sekarang Rania berkunjung dengan bos Rania."
"Pacar, by!" ralat Revan
"Iya kak!" ujar Rania
"Hari ini Rania datang bersama pacar Rania Bu, kenalin nama nya Revan Pratama. Dia yang sudah menjaga Rania saat Rania keluar dari rumah!"
"Dan saya janji tidak akan membuat Rania, anak ibu menangis dan tersakiti. Saya akan selalu membuat Rania bahagia!" batin Revan
"Ibu yang tenang ya di sana, Rania pasti akan sering berkunjung ke makam Ibu! kalau gitu Rania pamit!" ujar Rania kembali menangis
Revan yang melihat kekasih nya menangis pun ikut menitikkan air mata nya tapi secepat mungkin dia menghapus nya.
"Ayo kak kita pulang!" ajak Rania
"Bisakah kau tunggu kakak sebentar di mobil?" ujar Revan
"Memang nya kakak mau ngapain?" ujar Rania
"Mau gantian ziarah!" ujar Revan
"Ya udah, aku tunggu di mobil ya!" ujar Rania berlalu pergi.
"Ibu! perkenalkan nama saya Revan Pratama, saya pacar dari anak ibu, Rania. Anak ibu sekarang sudah dewasa dan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Mungkin saya terlihat aneh jika berbicara dengan pusara seperti ini, namun saya yakin Ibu pasti bisa mendengar bahkan melihat nya." ujar Revan
"Bu, di atas pusara Ibu saya Revan Pratama selaku kekasih Rania Aprilia berjanji akan menjaga putri Ibu dengan baik dan melindungi putri Ibu dari bahaya. Saya juga berjanji akan selalu membuat Rania bahagia dan tidak akan membuat nya menderita lagi."
"Hari ini, saya juga akan melamar Rania menjadi pacar saya secara resmi, semoga hubungan saya dan Rania berjalan lancar sampai ke jenjang selanjutnya." ujar Revan
__ADS_1
"Baiklah! seperti nya saya sudah mengungkapkan semua nya, kalau begitu saya pamit dulu Bu. Setelah ini saya akan sering-sering mengajak Rania mengunjungi makam Ibu!" ujar Revan
Revan pun menyusul Rania menuju mobil nya untuk kembali ke apartemen Revan.
Sesampainya di apartemen, Revan dan Rania berjalan dengan terus bergandengan tangan. Hal itu membuat Lia geram dengan tatapan yang menghunus ke arah Rania.
"Tuan Revan dan nona Rania memang sangat serasi, cantik dan tampan." batin Bi Ijah
"Aku pasti bisa menyaingi pacarnya tuan Revan, lihat saja nanti." batin Lia
Kini Revan dan Rania sudah duduk di balkon dengan Rania yang duduk di pangkuan Revan.
"Kak!" ujar Rania
"Iya sayang." ujar Revan masih terus memeluk Rania yang berada di pangkuan nya.
"Aku pengin duduk sendiri kak! turunin aku dong!" rengek Rania
"Kenapa?" tanya Revan
"Nggak enak takut diliatin orang, kak." ujar Rania
"Biarkan saja!" ujar Revan acuh
"Tapi malu kak." ujar Rania
"Kenapa harus malu? disini kau nyonya rumah nya, jadi tidak perlu merasa malu." ujar Revan
Rania hanya pasrah dan bersembunyi di dada bidang Revan.
Tanpa sadar, sudut bibir Revan sedikit terangkat meskipun tidak terlihat oleh orang lain.
"Oh iya kak, kakak tadi ngapain di makam ibu?" ujar Rania
"Hanya meminta izin untuk selalu menjaga mu!" ujar Revan
"Apa!!!"
"Iya. Saya yakin Ibu mu pasti tahu dan beliau pasti ikut bahagia jika melihat mu bahagia by." ujar Revan
Rania kembali bersedih mengingat masa kecil nya dengan sang Ibu dan ayah nya yang diliputi kebahagiaan, kini sirna sudah kebahagiaan dan kehangatan keluarga.
"Hei, kenapa kau kembali bersedih, by?" ujar Revan yang melihat wajah cantik Rania yang berubah mendung.
"Nggak papa kak! hanya rindu sama ibu dan ayah saja!" ujar Rania
__ADS_1