SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Jantung gak aman


__ADS_3

"Aku yakin pasti yang mendapat kan first kiss nya kakak akan jungkir balik, salto dan sujud syukur nggak percaya bisa berciuman dengan kakak." ujar Lili tertawa


"Benarkah! kenapa mereka bisa sampai sebegitu nya?" ujar Vino


"Ya menurut kakak gimana?" ujar Lili balik nanya


"Mungkin karena saya tampan!" ujar Vino dengan percaya diri nya


"Cih! narsis!" ujar Lili


"Tapi benar kan," ujar Vino


"Ya bener sih! cuma kan biasa nya ada yang matre jadi mereka mengharap kecipratan kekayaan nya kakak." ujar Lili


"Kau seperti peramal Loli." ujar Vino terkekeh


"Bukan seperti peramal sih kak, cuma emang aku pernah dengar ada yang bilang seperti itu." ujar Lili


"Siapa?" tanya Vino


"Salah satu pegawai kakak lah!" ujar Lili


"Benarkah!" ujar Vino


"Iya benar kak!" ujar Lili


"Seberapa pun cantik nya mereka aku tetap mencintai mu Loli ku." batin Vino


"Oh iya kak, itu masakan nya di makan." ujar Lili tersenyum


"Iya, saya lupa." ujar Vino


Lili mengambil kan makanan untuk Vino dan untuk diri nya


Vino mulai memakan makanan nya dan melebarkan mata nya


"Kenapa kak?" tanya Lili


"Loli, ini enak." ujar Vino bahagia


Lili memakan makanan nya


"Iya benar kak, tes pertama kakak berhasil!" ujar Lili mengacungkan kedua jempol nya


"Semua ini karena mu Loli, terima kasih sudah mengajarkan saya." ujar Vino


"Iya kak sama-sama." ujar Lili


Keadaan kembali hening, Vino dan Lili melanjutkan makan nya


"Ternyata mengajari kak Vino masak tidak begitu susah, nyata nya baru diajarkan sedikit sudah seenak ini." batin Lili


"Ini tanda nya aku nggak akan lama mengajari nya memasak!" batin Lili bersorak gembira


"Sial! kenapa aku langsung bisa memasak sih? kalau seperti ini jadi nya aku tidak akan lama berdekatan dengan Loli." batin Vino


"Besok aku harus berpura-pura tidak bisa memasak." batin Vino


Setelah Vino dan Lili selesai makan, Vino mengajak Lili untuk langsung ke apartemen Revan


"Apa kau mau kita ke apartemen Revan sekarang?" tanya Vino

__ADS_1


"Bentar kak, aku cuci piring nya dulu." ujar Lili sembari mengumpulkan piring dan gelas kotor yang ada di meja makan


"Hei! tidak usah Loli, biar saya saja nanti yang mencuci nya." ujar Vino


"Udah nggak papa kak, biar aku bantu masa aku cuma numpang makan sih!" ujar Lili tersenyum


"Ya sudah, tapi biar saya bantu." ujar Vino


"Iya kak!" ujar Lili


Akhir nya Lili dan Vino mencuci piring bersama


"Ayo! kita ke apartemen Revan." ujar Vino


"Bentar kak, aku mau numpang toliet nya eh maksud nya toilet." ujar Lili terkekeh


"Kau bisa pakai yang ada di kamar saya, yang di luar, kran nya tidak lancar air nya." ujar Vino


"Iya kak!" ujar Lili langsung berlari ke kamar Vino untuk ke toilet


Sedangkan Vino terkekeh melihat tingkah Lili yang menurut nya sangat menggemaskan. Biasalah… nama nya juga sedang jatuh cinta ( author: hanya bisa mengelus dada, biasalah nasib jomblo hehe)


"Sangat menggemaskan!!! lihat saja nanti aku pasti akan mendapatkan mu Loli ku sayang." ujar Vino tersenyum penuh arti


Tak berselang lama, Lili keluar dari kamar Vino


"Sudah kak! ayo." ujar Lili


"Baiklah! ayo!" ujar Vino menggandeng tangan Lili


Deg


Lili merasakan seperti di sengat listrik saat Vino menggenggam tangan nya dengan lembut


Setelah sampai di tempat mobil Vino di parkir, Vino membukakan pintu mobil nya untuk Lili


"Silahkan masuk princess Loli." ujar Vino menunduk hormat layak nya seorang pelayan


"Kak jangan gitu dong!" ujar Lili


"Kenapa? saya akan memperlakukan mu layak nya seorang putri." ujar Vino tersenyum


"Sudah lah kak! simpan semua perhatian kakak buat calon pendamping kakak nanti." ujar Lili


"Baiklah! saya juga sudah menemukan nya." ujar Vino santai


"Apa?" pekik Lili


"Maksud ku…siapa pacar nya kak, kenalin dong!" ujar Lili tersenyum kaku


"Baiklah! kapan-kapan saya kenalkan kepada mu Loli," ujar Vino


"Baiklah kak!" ujar Lili dengan wajah yang mendung dan ekspresi nya berubah menjadi sedih


"Wajah mu kenapa Loli?" ujar Vino khawatir dan langsung membelai pipi Lili lembut


"Nggak papa kak!" ujar Lili


"Ya udah kak mending sekarang kita langsung ke apartemen pak Revan saja," ujar Lili mencoba mengalihkan pembicaraan


"Ya sudah." ujar Vino langsung masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang

__ADS_1


"Apaan sih kamu Lili! kamu harus sadar diri Lili Sasmita, kamu nggak mungkin bisa menjadi pasangan nya kak Vino." batin Lili


"Kamu jangan berharap terlalu tinggi Li, kak Vino itu seorang lelaki yang sempurna. Jadi kamu jangan terlalu berharap karena kak Vino nggak akan melirik mu yang hanya seorang gadis sederhana, dilihat dari manapun juga kamu sama kak Vino nggak akan cocok Lili." batin Lili


"Kenapa Loli ekspresi berubah seketika ya setelah aku bilang akan mengenalkan calon pendamping ku pada nya, apa dia menganggap ucapan aku tadi serius? dan sekarang dia sedang cemburu." batin Vino menarik sedikit sudut bibir nya tanpa sepengetahuan Lili


Lili dan Vino, mereka berdua larut dalam pemikiran mereka masing-masing. Sampai tanpa sadar mobil mewah Vino sudah sampai di gedung apartemen yang Revan tinggali


Lili keluar dari mobil Vino sebelum Vino membukakan pintu untuk nya dan menutup pintu mobil dengan cukup keras


"Loli ku sungguh sedang marah ternyata, aku harus mencari tahu apakah Loli sungguh menyukai ku atau tidak? sebelum itu aku harus berusaha menghibur nya." batin Vino


Lili berjalan terlebih dahulu menuju apartemen Revan meninggalkan Vino begitu saja, namun langkah Vino yang lebar membuat Vino bisa mensejajari langkah Lili


Sesampai nya di apartemen Revan, Lili dan Vino mengetuk pintu secara bersamaan


Tok


Tok


Tok


"Iya sebentar." ujar Rania dari dalam


"Aduh!!! aku udah nggak kuat pengin nangis


Ceklek


Rania membuka pintu dan keluar bersama Revan


"Lili, pak Vino." ujar Rania


Rania langsung memeluk Lili cukup erat


"Aduh Rania!!! kenapa kamu pakai acara peluk sih? aku udah nggak kuat pengin nangis." batin Lili


"Ayo masuk Lili, pak Vino." ujar Rania setelah melepas kan pelukan nya


Revan, Rania, Lili dan Vino pun masuk ke dalam apartemen Revan dan duduk di ruang tamu. Rania langsung ke dapur untuk membuat kan minuman


"Maaf pak, saya mau ke kamar toilet. Toilet nya dimana ya?" ujar Lili


"Itu toilet nya ada di sebelah ruang keluarga." ujar Revan


"Baik pak! kalau begitu saya permisi." ujar Lili beranjak dari duduk nya menuju toilet


Sesampai nya di toilet, Lili mulai menangis mengeluarkan semua rasa sakit di hati nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2