
" Kamu beruntung Ran, dapat bos yang kaya pak Revan " ujar Lili
" Hehe, oh iya Li apa tadi kamu kena marah sama pak Vino " ujar Rania
" Nanti aku ceritain di jalan Ran, udah sore nih " ujar Lili
" Baiklah, ayo!!! " ujar Rania
Rania dan Lili langsung pergi meninggalkan gedung perusahaan MHS' Group yang sudah sangat sepi
" Hei Li, gimana nih cerita nya kamu sama pak Vino? " ujar Rania
" Apa kamu tadi kena marah atau malah kena hukuman " ujar Rania
" Hei!!! tenang aja Ran " ujar Lili
" Gimana mau tenang coba, kamu itu sahabat ku! aku nggak mau kau terluka. Coba ada yang luka nggak " ujar Rania sambil mengecek kondisi badan sahabat nya
" Aku nggak luka dan nggak ada yang memarahi ku " ujar Lili
" Beneran, kamu nggak di marahin dan di hukum sama pak Vino " ujar Rania
" Iya beneran, aku nggak papa " ujar Lili
" Emang tadi kamu nggak ketemu pak Vino gitu? " tanya Rania
" Ketemu kok, tapi pak Vino nggak marah sama aku dan pak Vino juga cerita alasan dia meneleponku tadi malam " ujar Lili
" Alasan nya apa? cerita dong Li " ujar Rania yang sudah sangat kepo
" Jadi … kemarin itu pak Vino hanya mengecek apakah itu benar nomor telepon ku atau bukan " ujar Lili
" Apakah pak Vino merasa aku berbohong kepada nya dan memberikan nomor yang salah!!! " ujar Rania kesal
" Mungkin " ujar Lili santai
" Wajah mu terlihat seperti wajah pembohong kali Ran, makanya pak Vino nggak percaya " ujar Lili terkekeh
" Ih!!! kamu nyebelin banget deh Li, masa wajah ku yang cantik sempurna putih mulus gini di bilang wajah pembohong " ujar Rania
" Sekarang penipu juga banyak yang cantik Ran, jadi takut nya kamu juga komplotan penipu " ujar Lili
" Kamu jahat banget Li!!! kalau aku komplotan penipu berarti kamu juga penipu, kan kita satu hati " ujar Rania
" Hehe, ya nggak gitu juga! masa aku penipu sih. Aku kan anak baik dan tidak sombong " ujar Lili
" Maaf deh, udah bilang kamu komplotan penipu " ujar Lili tersenyum
" Lagian kamu nyebelin Li, aku ya nggak mungkin berani sama pak Vino apalagi membohongi pak Revan. Aku masih ingin hidup bahagia tau, masa Rania yang cantik sempurna akan mati mengenaskan di tangan bos nya! kan gak logis banget. Apa kata dunia coba " ujar Rania mengoceh sekaligus membayangkan sesuatu yang jauh dari yang dia ingin kan
" Emang kamu terkenal Ran sampai seluruh dunia tau tentang kematian mu, bahkan teman di tempat kerja mu mungkin juga ada yang nggak kenal sama kamu " ujar Lili
" Kamu kejam sekali Li sebagai seorang sahabat " ujar Rania
" Hehe, bercanda Ran! jangan dianggap serius dong " ujar Lili
" Kamu bercanda terus, aku kan lagi ngajak kamu serius " ujar Rania ngambek
" Iya deh, maaf Ran. Jangan ngambek gitu dong " ujar Lili berusaha membujuk Rania
" Iya aku maafin " ujar Rania
__ADS_1
" Eh Ran, kamu sadar nggak dengan perubahan sikap dan sifat mereka kepada kita " ujar Lili
" Mereka siapa yang kamu maksud? " tanya Rania
" Pak Vino sama pak Revan! kamu sadar nggak sih ada yang berbeda dari mereka " ujar Lili
" Nggak tuh biasa aja! bos kejam itu juga masih narsis dan super nyebelin " ujar Rania santai
" Bukan itu yang aku maksud Ran! " ujar Lili
" Lah terus apa yang kamu maksud kan itu " ujar Rania
" Kenapa mereka secara tiba-tiba menghubungi kita lewat telepon? kan aneh darimana mereka dapat nomor telepon kita coba? " ujar Lili
" Kan nomor telepon mu aku kirimkan ke pak Revan setelah itu pak Revan mengirimkan ke pak Vino Lili, gitu aja diambil pusing " ujar Rania
" Kalau itu aku juga tau Rania, tapi kalau nomor telepon mu pak Revan dapat darimana coba? kamu nggak kepikiran giti? " ujar Lili
" Mungkin dari kak Farhan " ujar Rania santai
" Kak Farhan siapa? sejak kapan kamu punya kakak Rania! " ujar Lili
" Kak Farhan itu asisten sekaligus sekertaris nya pak Revan Li, dan dia meminta ku untuk memanggil nya kakak biar lebih akrab gitu " ujar Rania
" Oh gitu " ujar Lili
" Tapi Ran … buat apa mereka menyimpan nomor kita coba, kita kan hanya pegawai baru kelas bawah " ujar Lili
" Kalau itu aku juga nggak tau Li, udah ah kita jalan nya cepetan dikit udah sore nih " ujar Rania
" Iya Ran " ujar Lili
...----------------...
Di mansion mewah, Revan sedang berdiri di balkon kamar nya sambil memandangi sang Surya yang akan tenggelam
" Kenapa belakangan ini aku jadi selalu teringat dengan gadis cerewet itu? " ujar Revan
" Pasti aku sedang sakit atau tubuh ku sedang tidak fit, kan aneh kalau aku selalu memikirkan gadis cerewet yang belum lama aku kenal " ujar Revan
" Mending aku telepon Angga saja suruh kesini " ujar Revan langsung mengambil handphone nya dan menelpon seseorang yang bernama Angga yang merupakan dokter pribadi keluarga Pratama sekaligus teman Revan semasa SMA
📱: " Halo Angga! assalamualaikum, kau datang ke mansion ku sekarang " ujar Revan terus terang
📲 : " Waalaikumsalam, siapa yang sakit Van? " ujar Angga
📱 : " Sudah! jangan banyak bicara, langsung ke mansion ku saja " ujar Revan
📲 : " Baiklah " ujar Angga
Panggilan langsung dimatikan oleh Revan
Tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar tidur Revan
Tok
Tok
Tok
" Masuk " ujar Revan dari dalam kamar
__ADS_1
Pintu terbuka dan terlihat seorang pria seumuran Revan sedang berdiri di depan pintu dengan wajah datar nya
" Hei Van, kau beneran sakit? tumben, ini sungguh kejadian langka!!! seorang Revan Pratama yang tidak pernah sakit bahkan sakit hati pun tidak pernah secara mendadak jatuh sakit, padahal aku kira semua penyakit takut mendekati mu " ujar Angga terkejut sekaligus meledek teman nya itu
" Hei!!! jangan sembarangan kau ya, aku tidak pernah sakit karena imun tubuh ku ini kuat bukan karena penyakit takut mendekati ku!!! " ujar Revan kesal
" Kau bilang imun tubuh mu kuat tapi sekarang kenapa kau sakit? " ujar Angga
" Entah lah, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan ku " ujar Revan
" Memang nya apa yang kau rasakan? " tanya Angga
" Aku merasa sikap dan mood ku sering berubah " jawab Revan
" Mungkin itu bukan penyakit Van, kau mungkin tanpa sadar menyukai seseorang " ujar Angga
" Sebenarnya kau dokter atau biro jodoh!!! " ujar Revan kesal
" Hehe, tapi aku memang merasa kalau kau memang hanya sedang menyukai seseorang " ujar Angga
" Daripada kau hanya asal menerawang lebih baik kau periksa aku dulu " ujar Revan
" Baiklah! kalau itu yang kau ingin kan " ujar Angga
Angga langsung mengeluarkan peralatan medis nya dan memeriksa kondisi Revan. Sekitar lima belas menit pemeriksaan pun selesai
" Gimana hasil nya? " tanya Revan
" Kau memiliki riwayat darah tinggi, itu yang membuat sikap dan mood mu suka berubah " ujar Angga menjelaskan apa yang dialami teman nya itu
" Apakah penyakit darah tinggi itu berbahaya? " tanya Revan
" Sebenarnya penyakit darah tinggi itu tergantung orang, tapi seperti nya kalau orang yang memiliki temperamen tinggi seperti mu itu akan berbahaya dan bisa mengakibat kan stroke " ujar Angga
" Apakah penyakit ini ada obat nya? " tanya Revan
" Ada! kau harus sering memakan sayuran dan jangan terlalu berpikir keras atau merasa tertekan karena itu mengakibat kan darah tinggi mu naik lagi " ujar Angga
" Baiklah! terimakasih " ujar Revan
" Iya sama-sama, ini vitamin untuk meningkatkan imun tubuh mu " ujar Angga sembari memberikan plastik obat berisi vitamin kepada Revan
" Baiklah " ujar Revan menerima plastik vitamin itu
Angga langsung keluar dari kamar tidur Revan untuk kembali ke rumah sakit
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1