SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Berusaha menghibur


__ADS_3

" Lepaskan!!! apa yang kalian lakukan!!! berani nya kalian!!! " teriak Elang sambil berusaha melepaskan diri, tetapi para pengawal Revan jauh lebih kuat dari nya


" Awas ya!!! gue nggak akan tinggal diam!!! gue akan menghancurkan hidup loh!!! lihat saja nanti!!! " teriak Elang sebelum masuk ke dalam mobil para pengawal Revan


Sedangkan Revan hanya menyeringai dan menatap tajam kepergian mobil para pengawal nya


Rania masih menangis sesenggukan membuat Revan menatap ke arah nya dan berjalan ke arah Rania


" Hei gadis cerewet! sudah lah jangan menangis, buat apa kau menangisi pria brengsek itu " ujar Revan setelah sampai di hadapan Rania


Rania masih menangis sesenggukan, harga diri nya merasa di injak injak walaupun hanya fitnah semata


" Hei! sudahlah jangan menangis dimana ocehan mu? bukankah kau suka mengoceh seperti burung beo berkicau. Hahaha " ujar Revan yang berusaha menghibur Rania sambil menepuk pundak Rania, tetapi Rania masih tidak bergeming


" Makasih nak, sudah menolong anak saya, dan percaya kepada anak saya padahal anak saya " ujar Indra yang sudah berada di hadapan Revan


" Tidak usah berterima kasih pak, saya cuma menolong pegawai saya sendiri karena saya yakin Rania adalah gadis yang baik dan berasal dari keluarga yang baik jadi dia tidak mungkin berzina " ujar Revan sopan


" Tetap saja, saya tetap berhutang Budi sama kamu nak " ujar Indra


" Tidak apa apa pak, saya ikhlas " ujar Revan


" Oh iya, Rania! apakah kau mau berangkat bareng " ujar Revan masih berusaha menyadarkan Rania dari lamunan nya


" Eh iya pak, ada apa? " ujar Rania yang tersadar dari lamunan nya


" Kamu mau berangkat bareng atau mau izin tidak masuk kantor ? " tanya Revan kepada Rania


" Saya bisa berangkat ke kantor sendiri pak " jawab Rania


" Kenapa tidak bareng saja kan tujuan kita sama " ujar Revan


" Tapi pak, saya tidak enak merepotkan bapak terus " ujar Rania


" Saya tidak merasa di repot kan karena tadi saya kebetulan lewat dan melihat kegaduhan di rumah mu " ujar Revan


" Padahal aku sengaja lewat karena berniat mengajak nya berangkat bersama, hahaha " gumam Revan tertawa


" Maaf Rania, pak , Bu. Saya sudah mencampuri urusan kalian " ujar Revan sopan


Revan tidak menganggap kehadiran gadis centil yang tak lain adalah Salsa, hal itu membuat Salsa kesal


" Ih!!! kok kak Revan nggak minta maaf sama aku sih! emang aku nggak keliatan apa dari tadi kan aku ada di dekat nya Rania. Nyebelin deh!!! awas kamu ya Rania!!! berani nya kamu merebut calon pendamping hidup ku!!! " batin Salsa kesal dengan sikap baik Revan kepada kakak tiri yang selama ini sangat di benci nya


" Tidak apa apa nak, malahan kami sangat berterima kasih karena kamu sudah menolong Rania " ujar Indra kepada Revan


" Sudahlah pak, tidak usah berterima kasih terus saya jadi sungkan " ujar Revan sopan


" Ayo Rania, kita berangkat " ajak Revan kepada Rania


" Tapi pak.... saya merasa tidak enak kalau berangkat bersama anda " jawab Rania

__ADS_1


" Sudahlah nak, kasihan nak Revan sudah ngajakin kamu berkali kali masa kamu tolak terus sih! " ujar Indra kepada Rania


" Baiklah yah, Rania mau berangkat bareng sama pak Revan " jawab Rania


" Kalau begitu saya permisi pak, Bu " ujar Revan berpamitan


" Iya nak Revan " jawab Endah bersemangat sambil memegang tangan Revan, hal itu membuat Revan risih


" Iya nak, hati hati ya " ujar Indra dan di jawab anggukan oleh Revan


" Ayah, ibu! Rania berangkat dulu ya " ujar Rania


" Iya nak hati hati " jawab Indra


Sedangkan Endah hanya melengos tanpa menjawab


" Oh! ternyata nggak ibu tiri nggak saudara tiri kelakuan nya sama saja bermuka dua " gumam Revan


" Oh iya Salsa, kakak berangkat dulu ya " ujar Rania kepada Salsa


" Kak Rania! Salsa boleh ikut bareng nggak? turun di depan perusahaan kak Revan nggak papa deh " ujar Salsa


" Tumben Salsa manggil aku kakak, apa karena ada bos kejam ini yah! " batin Rania


" Eits!!! tunggu.... tadi Salsa panggil bos kejam itu kakak! aku gak salah denger kan? aneh! kenal dari mana coba? " batin Rania


" Kamu langsung tanya aja sama pak Revan dek " ujar Rania


" Kak Revan! Salsa boleh ikut bareng kakak sampai kantor kakak nggak ? " tanya Salsa


" Dasar gadis tidak tahu diri! bermuka dua ! " gumam Revan kesal


" Huh! sabar Revan kau harus tetap berada di rencana mu, berpura-pura lah baik kepada nya untuk membongkar sifat asli nya. Kau memang pandai Revan " gumam Revan dengan percaya diri nya


" Boleh! " jawab Revan singkat, padat and jelas


" Terimakasih kak, kalau begitu aku ambil tas aku dulu sebentar " ujar Salsa langsung masuk kembali ke dalam rumah nya


" Pak! saya juga ke dalam dulu ambil tas " ujar Rania dan langsung di jawab anggukan oleh Revan


Rania langsung berlari masuk ke dalam rumah nya. Tak butuh waktu lama Rania langsung berlari ke luar rumah lagi, sedangkan Salsa yang masuk ke dalam rumah lebih awal belum menampakkan batang hidung nya. Hal itu tentu membuat Revan kesal


" Huh!!! benar benar gadis tidak tahu diri dan tidak tahu di untung, dia yang mengajak berangkat bareng tapi dia sendiri yang lama!!! dasar gadis tidak tahu malu!!! " gumam Revan kesal karena Salsa tidak keluar keluar dari dalam rumah


Setelah sekitar 30 menit baru Salsa keluar tanpa rasa bersalah. Untung Revan, Rania dan orang tua Rania sudah duduk di teras rumah Rania kalau nggak mungkin mereka semua gosong karena hari sudah semakin siang dan cuaca nya panas terik


" Ayo kak Revan, kak Rania " ujar Salsa tanpa merasa salah dan dosa


" Gadis tidak tahu diri ini benar benar bikin mood ku hilang, kalau bukan karena aku ingin membongkar sifat nya mungkin sudah ku tinggalin " gumam Revan kesal


" Akhir nya Salsa keluar juga, kenapa lama banget sih kan aku jadi gak enak sama bos kejam ini " batin Rania

__ADS_1


" Saya permisi dulu Pak, Bu " ujar Revan sopan


" Iya nak hati hati " ujar Indra


" Iya nak Revan, lain kali sering sering mampir ke sini yah " ujar Endah


" Cih! nggak anak nggak ibu nya sama saja tidak tahu diri " gumam Revan


" Iya bu " ujar Revan


Revan sudah berjalan duluan ke mobil nya diikuti oleh Salsa dan Rania


" Ran! aku duduk di samping nya kak Revan yah " bisik Salsa


" Iya " bisik Rania


" Silahkan dek, kamu duduk di samping bos kejam itu aku seneng kalau kamu mau duduk sebenar nya tadi juga niat nya aku yang mau nawarin, hihihi " gumam Rania


Kini Rania sudah merasa baikan dia sudah berusaha menghilangkan memori tentang kejadian tadi pagi


" Kak Revan! Salsa duduk di depan ya " ujar Salsa


" Apa apa an ini, aku harus duduk dengan nya, cih!!! menjijikan duduk dengan nya " gumam Revan


" Iya " ujar Revan singkat


Revan langsung masuk ke dalam mobil nya diikuti oleh Rania yang masuk ke dalam mobil Revan dan duduk di kursi belakang, sedangkan Salsa dia masih diam di luar


" Ih!!! aku kira kak Revan bakalan bukain pintu buat aku ternyata nggak. Nyebelin!!! " gumam Salsa dan langsung masuk ke dalam mobil Revan


Mobil pun melaju menuju perusahaan Revan, suasana di dalam mobil sungguh sunyi dan senyap


" Yes!!! akhir nya aku duduk di kursi belakang nggak berdekatan dengan bos kejam itu " batin Rania senang


" Sial!!! aku harus duduk dengan gadis tidak tahu diri ini " gumam Revan kesal


" Yes!!! akhir nya aku bisa berdekatan dengan kak Revan " batin Salsa senang, mungkin sekarang Salsa membayangkan terbang di atas awan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2