
Sesampainya di ruang rapat, semua pegawai yang terpilih sudah duduk di dalam ruang rapat, setelah itu Revan masuk dengan wajah datar dan aura mengerikan nya membuat semua yang melihat auto merinding begitu pun dengan Rania yang takut sekaligus seluruh tubuh nya gemetaran, dan Rania langsung menunduk kala itu
" Selamat siang tuan " ujar semua pegawai yang berdiri dan menyambut kedatangan Revan serempak
" Hm!!! " jawab Revan yang langsung duduk di kursi khusus nya di ruang rapat
" Kita mulai sekarang saya tidak suka buang buang waktu " ujar Revan dengan wajah datar nan serius
" Baik tuan " ujar semua pegawai nya serempak
" Saya mau yang memulai bagian divisi marketing informatika " ujar Revan sambil menyeringai karena sebenarnya dialah yang meminta Farhan agar menyuruh Rania untuk mengikuti meeting karena dia ingin mengerjai Rania
" B- baik pak " ujar Rania dengan terbata bata sambil gemetar seluruh tubuh nya
" Ya sudah sekarang mulai presentasi nya jangan lama lama " ujar Revan ngegas
" I- iya pak " ujar Rania lagi
Akhir nya Rania memulai presentasi nya dan Revan dengan sengaja mencari cari kesalahan Rania, yang sebenarnya tidak perlu di cari kesalahan nya memang sudah banyak kesalahan nya karena Rania memang baru pertama kali bekerja
" Kalau kerja yang benar, bisa fokus apa tidak. Kalau tidak fokus mendingan buat surat pengunduran diri saja " ujar Revan yang langsung memunculkan aura menyeramkan nya
" Ma- maaf pak, s- saya baru pertama kali bekerja jadi pengalaman saya masih kurang " ujar Rania sambil menunduk kan kepala nya takut
" Bukan karena kau kurang pengalaman tapi karena kau tidak fokus dan tidak mau belajar " ujar Revan dengan wajah mengerikan nya karena sedang marah
" Saya mohon pak maaf kan kesalahan saya, saya akan perbaiki semua nya dan saya akan belajar untuk fokus dan bekerja dengan benar " ujar Rania sambil memohon kepada Revan
" Sebenarnya saya biasa nya akan langsung memecat pegawai yang tidak fokus bekerja, tapi karena kau pertama bekerja jadi saya kasih kamu satu kesempatan dan jika kau menyia-nyiakan kesempatan ini kau akan langsung saya pecat paham!!! " ujar Revan penuh penekanan
" B- baik pak saya akan bekerja sebaik mungkin dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini " ujar Rania
" Baiklah kau boleh kembali ke ruangan mu dan perbaiki kesalahan yang tadi " ujar Revan dengan wajah datar nya kepada Rania
" Baik pak kalau begitu saya permisi " ujar Rania menunduk hormat dan berjalan keluar setelah mendapat anggukan dari Revan
__ADS_1
" Karena saya masih ingin mengerjai kau jadi saya tidak akan memecat kau. Saya hanya ingin membuat kau tunduk kepada saya " batin Revan sambil menyeringai
Meeting pun berlanjut dan ruangan rapat sudah dipenuhi amarah Revan karena pegawai nya sebagian masih banyak yang melakukan kesalahan
Disisi Rania, gadis itu sudah duduk di ruangan nya sambil mengontrol pernafasan nya yang tidak stabil karena ketakutan tadi
" Huh! akhir nya aku selamat dari pak Revan yang ganas itu " ujar Rania masih terengah-engah
" Alhamdulillah, aku kira tadi aku bakal ditampar atau dipukul atau bahkan dipecat ternyata nggak. Aneh! jangan jangan pak Revan mau mengerjai aku lagi bahkan menyiksa aku secara perlahan " ujar Rania bingung dengan sikap Revan
" Udah lah nggak usah dipikirin yang penting kamu nggak di pecat itu udah untung " ujar Rania
" Udah mendingan aku fokus kerja, takut nya pak Revan berubah pikiran parah !! " ujar Rania
Rania pun melanjutkan pekerjaan nya karena takut bos nya yang kejam marah dan memecat nya
Disisi Revan, pria tampan itu tengah duduk di kursi kebesaran nya bersama Farhan yang duduk di depan meja Revan
" Farhan, saya mau minta tolong berikan data diri gadis yang tadi dari divisi marketing informatika " ujar Revan kepada Farhan
" Baik tuan, sebentar saya ambilkan dulu data diri nya " ujar Farhan menunduk hormat dan keluar dari ruangan Revan
Tak berselang lama, Farhan masuk kembali ke ruangan Revan setelah mengetuk pintu dan di izinkan masuk
" Ini tuan, data diri Rania Aprilia " ujar Farhan sambil menyerahkan berkas berisi data diri Rania di meja Revan
" Jadi nama nya Rania Aprilia " ujar Revan
" Iya tuan " jawab Farhan
" Baiklah, kau boleh kembali keruangan mu " ujar Revan yang mengusir Farhan secara halus
" Baik tuan, permisi " ujar Farhan menunduk hormat dan berlalu keluar
Kembali ke Revan, pria tampan itu sedang fokus membaca data diri Rania
__ADS_1
" Jadi dia berasal dari keluarga sederhana dan dia mempunyai ibu tiri dan saudara tiri " ujar Revan
" Dia juga merupakan tulang punggung keluarga nya, kasihan juga kehidupan nya ternyata " ujar Revan
" Saya harus cari tahu tentang ibu tiri dan saudara tiri nya, biasanya ibu tiri dan saudara tiri itu jahat dan nanti di tambah saya menyakiti dia itu akan membuat nya terpuruk. Saya harus ikuti dia nanti waktu pulang " ujar Revan
" Bagaimana pun saya tidak boleh bertindak keterlaluan pada nya. Nanti saya akan menawarkan untuk mengantarkan nya pulang saja " ujar Revan
Tak terasa jam pulang kerja pun tiba sekarang Rania sedang bersiap siap untuk pulang dia segera menuruni lift dan keluar dari gedung perusahaan R'P Group menuju ke rumah nya, dan baru berapa langkah dia keluar dari kantor nya, bunyi klakson mobil membuat nya kaget dan langsung berbalik melihat ke arah mobil itu
" Mobil siapa sih bikin jantung aku copot aja " gumam Rania kesal
Pemilik mobil pun turun dan berjalan menuju Rania, saat melihat orang itu Rania terkejut karena orang itu adalah Revan dan hal itu membuat nya takut + gemetaran
" Masuk ke mobil saya, saya akan antar kau pulang " ujar Revan setelah menghampiri Rania
" Tidak usah pak saya bisa pulang sendiri " ujar Rania berusaha tersenyum untuk menutupi kegugupan nya
" Saya bilang masuk ya masuk, saya tidak suka di bantah " ujar Revan penuh penekanan
" Tapi pak, saya tidak pantas pulang bersama bapak " ujar Rania menolak secara halus
" Kau pantas, anggap saja ini sebagai perayaan karena kau diterima di perusahaan saya " ujar Revan dengan wajah datar
" Tapi pak, saya hanya pegawai bapak " ujar Rania
" Sudah tidak usah banyak bicara, tinggal masuk ke dalam mobil saya saja susah " ujar Revan dalam mode marah
" B- baik pak " ujar Rania yang terpaksa menuruti keinginan Revan
...****************...
Hai semua ikuti terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yah
Maaf mungkin novel nya tak sebagus novel lain karena ini karya pertama aku dan aku masih belajar. Moga kalian suka
__ADS_1
jangan lupa vote, like and komen yah
Love you all 🥰🥰🥰