SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Membeli alat tempur


__ADS_3

" Mama!!! " ujar Zhao yang berjalan ke arah mama nya sambil menarik tangan Revan


" Eh ada tuan Revan, silahkan duduk " ujar nyonya Zhao tersenyum


" Terimakasih " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Ada apa ya tumben tuan Revan ke sini, atau mau melamar anak saya Lady. Kalau mau melamar silahkan boleh banget karena anak saya ini baik, cantik, tidak sombong dan pekerja keras, jadi dia sangat cocok untuk anda tuan " ujar nyonya Zhao panjang lebar. Sedangkan Revan hanya memasang wajah datar nya tanpa menjawab sepatah kata pun


" Ternyata ibu dan anak sama saja, sungguh memalukan dan menjijikan " batin Revan


" Jangan gitu deh ma, honey ke sini itu cuma mau jemput aku buat shopping " ujar Zhao lie


" Wow!!! jadi kalian memang pacaran dan tuan Revan sungguh romantis mengajak putri ku shopping di jam kerja seperti ini " ujar nyonya Zhao


" Romantis gigimu, aku ke sini karena di paksa oleh putri kesayangan mu itu " batin Revan kesal


" Iya ma. Kalau gitu lady pergi dulu ya " ujar Zhao lie


" Iya sayang, hati-hati. Tuan Revan tolong jaga Lady ya " ujar nyonya Zhao. Sedangkan Revan tidak menjawab malah langsung berjalan masuk ke dalam mobil nya


" Cih! aku di suruh menjaga nya, harus nya kau beruntung aku tidak membuang nya ke tempat penangkaran buaya " batin Revan kesal


Sedangkan Zhao lie berusaha mencairkan suasana atas sikap yang di lakukan Revan


" Revan orang nya pemalu ma, jadi dia nggak mau buka suara kalau nggak terlalu penting " ujar Zhao lie


" Oh gitu, nggak papa lah Lady! yang penting kamu sudah jadi pacar nya dan sebentar lagi kamu akan jadi nyonya Pratama " ujar nyonya Zhao


" Ah! mama mah bisa aja " ujar Zhao lie


" Udah sana kamu berangkat!! nanti tuan Revan merajuk loh " ujar nyonya Zhao


" Ingat Lady! kamu harus bersikap baik kepada tuan Revan, kalau ada yang mendekati tuan Revan kamu bisa minta bantuan mama atau gunakan cara kotor " ujar nyonya Zhao


" Yes mom, wo ai ni mama ( iya ma, aku cinta mama ) " ujar Zhao lie


" Wo ye ai ni, Lady ( aku juga cinta kamu, Lady ) " ujar nyonya Zhao tersenyum


Zhao lie langsung masuk ke dalam mobil mewah Revan


Revan masih terdiam dan tidak menghidupkan mesin mobil nya


" Honey! ayo jalan " ujar Zhao lie

__ADS_1


Revan tidak menjawab, dia langsung menghidupkan mesin mobil nya. Suasana di dalam mobil itu nampak hening, sungguh seperti tidak ada kehidupan


" Honey! aku boleh nggak tanya sesuatu? " ujar Zhao lie


" Silahkan " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Em… kamu memang nya nggak mau coba ****** dulu dengan ku sebelum kita menikah " ujar Zhao lie


Ucapan Zhao lie tadi membuat Revan terbelalak, sungguh murahan sekali wanita yang bersama nya ini mungkin itu yang di pikirkan Revan


" Apa kau bilang tadi " ujar Revan yang masih belum percaya dengan apa yang Zhao lie katakan


" Kamu nggak mau ****** dengan ku sebelum kita menikah " ujar Zhao lie mengulang ucapan nya yang tadi


" Maaf Zhao lie, saya tahu kehidupan di daerah mu memang hal itu di perbolehkan namun tidak dengan di sini. Disini hal yang seperti itu dilarang dan masih tabu karena akan mencoreng nama baik kita " ujar Revan


" Tapi kan kalau kita nggak bilang ke orang lain, mereka juga nggak akan tau " ujar Zhao lie


" Aku harus menjelaskan kepada nya menggunakan bahasa apa? apakah harus menggunakan bahasa monyet agar dia paham " batin Revan kesal


" Saya tahu kalau kita tidak bilang ke orang lain mereka tidak akan tahu, tapi seiring berjalan nya waktu mereka semua akan menyadari perubahan yang ada di diri kita. Seperti kata pepatah mengatakan bangkai yang di tutupi suatu saat pasti akan tercium juga " ujar Revan mencoba tenang


" Tapi aku sungguh ingin melakukan nya dengan mu honey atau kita menikah saja besok agar kita bisa melakukan ****** " ujar Zhao lie


" Menikah? menikah juga butuh proses Zhao lie dan saya belum ingin menikah " ujar Revan


" Kalau begitu kita melakukan ****** saja dulu honey, aku sungguh tidak tahan " ujar Zhao lie dengan tidak tahu malu nya


" Aku harus gimana ini? apakah aku harus menuruti nya? tapi aku hanya ingin melakukan ****** bersama dengan gadis cerewet suatu saat nanti " batin Revan kesal


" Ayo lah honey! kita ke hotel dulu, please!!! aku sudah tidak tahan " ujar Zhao lie


" Kepala ku sungguh hampir meledak karena dia, setelah ini aku harus ke tempat Angga dan meminta obat darah tinggi " batin Revan


" Baiklah! tapi dengan satu syarat " ujar Revan


" Syarat apa honey, aku pasti akan menuruti nya " ujar Zhao lie


" Saya mau melakukan ****** dengan mu, tapi saya harus memakai pengaman " ujar Revan


" Tapi kalau kamu pakai pengaman rasa nya akan beda honey " ujar Zhao lie


" Kalau kau tidak mau saya memakai pengaman juga tidak mengapa, saya tidak jadi melakukan ****** dengan mu " ujar Revan santai

__ADS_1


" Eh! jangan gitu dong honey, iya aku mau kamu pakai pengaman! tapi kau harus benar-benar memuaskan aku ya " ujar Zhao lie. Revan hanya mengangguk


" Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan kepada mu nona Lady Zhao lie " batin Revan


" Akan ku buat kau tidak ingin melakukan nya lagi bersama ku " batin Revan


" Oh iya, aku harus membeli ****** dulu di apotek " batin Revan


Tak lama kemudian mobil Revan berhenti di sebuah apotek yang cukup besar dan lengkap


" Kok kita berhenti di apotek sih! kamu lagi sakit, honey? " ujar Zhao lie


" Tidak! saya mau membeli ****** dulu " ujar Revan yang langsung ke luar dari mobil menuju ke apotek


" Ngapain harus pakai ****** segala sih, kan jadi kurang nikmat " ujar Zhao lie


" Tapi nggak papa deh, yang penting bisa merasakan **** dengan tuan Revan yang terkenal kejam itu dan sebentar lagi aku menjadi nyonya Pratama " ujar Zhao lie tersenyum jahat


Tak lama kemudian Revan masuk kembali ke dalam mobil nya dengan membawa kotak kecil yang berisi alat tempur nya


" Kamu sudah beli ****** nya honey " ujar Zhao lie


" Sudah " ujar Revan yang langsung menghidupkan mesin mobil nya meninggalkan apotek itu


" Karena wanita ini harga diri ku hampir tertindas dan hilang " ujar Revan membayangkan kejadian tadi saat dia di apotek


Setelah masuk ke dalam apotek, Revan langsung menghampiri apoteker yang ada di situ dan menanyakan tentang alat tempur itu kepada apoteker. Hal itu membuat sang apoteker itu terkejut karena dia sangat tidak percaya bahwa Revan Pratama seorang pengusaha sukses dan terkenal membeli alat tempur, apoteker itu berpikiran bahwa Revan sering melakukan **** dengan banyak wanita


Saat melihat keterkejutan sang apoteker, akhirnya Revan berbohong dan mengatakan bahwa alat tempur itu untuk teman nya. Dan dengan mudah nya apoteker itu percaya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2