
" Baik terima kasih tuan pemberitahuan nya " ujar Farhan
" Kalau begitu saya permisi " ujar Farhan undur diri
" Iya " ujar Revan
Farhan pergi meninggalkan ruangan meeting
Sementara Revan sedang terkekeh, karena dia tidak konsen menghadiri meeting dengan calon rekan bisnis nya
" Rania, kau sungguh membuat ku bahagia " ujar Revan terkekeh
" Rania, kau juga membuat ku gila " ujar Revan
" Kenapa aku merasa seperti seorang pujangga yang sedang mengarang syair " ujar Revan
" Mending pulang " ujar Revan keluar dari ruang meeting untuk kembali ke apartemen nya
Sesampai nya di apartemen, Revan di suguhkan dengan pemandangan yang sangat lucu menurut nya
" Kenapa dia lucu sekali " ujar Revan gemas saat melihat Rania tertidur di sofa ruang santai dengan gaya bar-bar
" Kau perempuan by, tapi gaya tidur mu tidak feminim sama sekali " ujar Revan menggeleng kan kepala nya
Revan langsung mengambil selimut dan menyelimuti tubuh gadis nya
" Kenapa tidur nya nyenyak sekali " ujar Revan
" Niat nya pulang lebih cepat biar bisa bermesraan dengan nya, tapi malah di tinggal tidur " ujar Revan kesal
" Em!!! " gumam Rania menggeliat dan tidur kembali
" Aku kira kau sudah bangun by " ujar Revan dengan wajah muram
Revan hendak pergi menuju kamar nya, namun tangan Rania menarik tangan nya hingga Revan tanpa sengaja terjatuh di sebelah tempat Rania tidur. Setengah dari tubuh Revan menindih tubuh Rania
" Astaga!!! kenapa dia menarik tangan ku " ujar Revan sembari memandangi wajah cantik Rania
" Untung aku bukan tipe orang yang mudah khilaf " ujar Revan mengelus dada nya
" Aduh!!! gadis ini sungguh nakal, kenapa dia memegangi tangan ku begitu erat? tenang saja by, aku tidak akan meninggalkan mu " ujar Revan
Revan terus memandangi wajah cantik gadis nya, sampai akhir nya Revan ikut terlelap sambil memegangi tangan gadis nya
Di sisi lain, seorang gadis cantik sedang merasa bingung karena sahabat nya selama tiga hari ini tidak kelihatan batang hidung nya
" Kenapa Rania sekarang nggak pernah ngajak pulang bareng ya? di telepon juga nggak diangkat " ujar Lili
" Biasa nya nggak di cariin juga nongol sendiri, tapi ini udah tiga hari nggak pernah kelihatan " ujar Lili
" Aku takut terjadi sesuatu sama dia, apa aku datangi rumah nya aja lah nanti sepulang dari kantor " ujar Lili
Sedangkan di posisi Salsa, dia sangat senang karena tidak ada yang menyaingi nya lagi
" Akhir nya sekarang tidak ada yang menyaingi aku lagi untuk mendapatkan hati kak Revan karena pasti Rania sudah tidak berani muncul di hadapan kak Revan lagi " ujar Salsa
" Tapi kok kak Revan udah lama nggak ke kampus ya " ujar Salsa
__ADS_1
" Kalau kak Revan nggak ke kampus, bagaimana cara nya aku mendapat kan hati kak Revan " ujar Salsa
" Tunggu besok aja, biasa nya kan kak Revan kalau hari Sabtu pasti ke kampus " ujar Salsa
" Semoga si Rania udah nggak berani muncul di hadapan ku lagi " ujar Salsa
Kembali ke posisi Rania, gadis itu mulai membuka mata nya perlahan. Dia merasa terganggu karena tubuh nya merasa berat
" Apa sih yang menimpa ku? kenapa berat banget? " ujar Rania
" Apa udah jatuh tertimpa tangga " ujar Rania
" Eh! itu mah peribahasa " ujar Rania
Rania membelalakkan mata nya saat melihat setengah tubuh Revan berada di atas tubuh nya, Rania berteriak membuat Revan terbangun
" Ada apa sih by, kenapa teriak begitu " ujar Revan masih menutup mata nya
" Kamu ngapain di sini " ujar Rania panik
" saya menemani mu tidur " ujar Revan
" Apa!!! " teriak Rania
" Kau kenapa by " ujar Revan terbangun dan langsung duduk menatap wajah panik Rania
" Kamu!!! jahat!!! " ujar Rania menangis histeris
" Maksud nya apa by? " ujar Revan
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada ku " ujar Rania menangis
" Bukan itu yang ku maksud " ujar Rania
" Saat saya hendak pergi ke kamar saya, tangan mu menarik tangan saya hingga terjatuh di atas tubuh mu " ujar Revan
" Kau tenang saja, saya tidak melakukan hal zina. Kau masih suci " ujar Revan
" Apa bukti nya? " ujar Rania tidak percaya
"Aku nggak mungkin tidur sambil menarik tangan mu " ujar Rania
" Bukti nya kita masih memakai pakaian " ujar Revan
" Kan bisa saja kau memakai kan ku pakaian kembali " ujar Rania
" Kau tenang saja by, saya bukan tipe orang yang mudah khilaf " ujar Revan
" Sebentar… saya ambil kan bukti nya dulu " ujar Revan
Revan pergi menuju kamar nya dan kembali dengan membawa laptop nya
" Ini video CCTV di apartemen ini " ujar Revan sambil menyodorkan laptop nya ke Rania
Rania melihat video nya dengan seksama, mata nya terbelalak tidak percaya melihat tingkah nakal nya yang menarik tangan Revan tanpa sadar hingga terjatuh di atas tubuh nya
" Benar kan saya tidak macam-macam dengan mu by " ujar Revan
__ADS_1
Rania menunduk dan menangis sesenggukan, hal itu membuat Revan langsung memeluk Rania erat
" Hei! kenapa kau menangis by? " ujar Revan
" Aku malu udah menuduh mu sembarangan hiks " ujar Rania
" Kau tidak perlu malu, saya tahu kau tidak percaya dengan apa yang telah kau lakukan " ujar Revan
" Kau bisa melupakan kejadian ini " ujar Revan menenangkan Rania
" Aku masih nggak bisa melupakan kejadian ini hiks, ini adalah kejadian yang paling memalukan yang terjadi padaku " ujar Rania
" Tenang saja seiring berjalan nya waktu kejadian ini pasti akan memudar dalam ingatan mu by " ujar Revan
" Bahkan semua kejadian kita akan menghilang setelah kau mengingat masa lalu mu " batin Revan
" Tapi aku malu sama kamu " ujar Rania
" Hei! kau tidak perlu malu " ujar Revan
" Oh iya, saya punya sesuatu untuk mu by " ujar Revan
" Sesuatu apa? " ujar Rania
" Bukankah saya sudah berjanji padamu akan memberi mu hadiah setelah pulang dari kantor " ujar Revan
" Memang nya kamu memberi ku hadiah apa? " ujar Rania
" Kau harus tersenyum dan hapus air mata mu, nanti cantik nya hilang loh " ujar Revan sembari menghapus air mata Rania dengan penuh kasih sayang
" Aku nggak bisa tersenyum kalau habis menangis, anggap saja hadiah itu sebagai ganti atas tuduhan ku pada mu tadi " ujar Rania
" Tidak!! hadiah ini tetap saya berikan untuk mu dan untuk ganti tuduhan mu tadi saya akan meminta nya nanti " ujar Revan menyeringai
" Jangan-jangan Revan meminta ku untuk mencium nya lagi " batin Rania
" Baiklah! " ujar Rania mengalah
" Saya minta kau tersenyum dulu " ujar Revan
Rania langsung berusaha tersenyum, walaupun itu hanya senyuman yang kaku
" Kalau tersenyum kan cantik by " goda Revan
" Dasar pemaksaan!!! dia aja nggak pernah senyum pake maksa aku buat tersenyum segala " batin Rania kesal
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah