SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Ingatan kembali


__ADS_3

"Kau sebentar lagi akan sadar by dan mengingat semua masa lalu mu setelah itu kau akan melupakan kebersamaan kita. Jujur aku bingung dengan apa yang ku rasakan, di satu sisi aku bahagia melihat kau akan mengingat masa lalu mu yang arti nya penyakit mu akan sembuh tapi di sisi lain aku sedih karena kau akan menganggap ku bos mu lagi dan hidup ku akan kesepian." batin Revan setelah duduk di kursi sebelah brankar sembari menggenggam tangan Rania


"Ternyata pak Revan sangat tulus mencintai Rania tapi kenapa pas Rania lupa ingatan baru dia perhatian ke Rania, kenapa nggak dari dulu saja?" batin Lili


"Aku yakin pasti pak Revan udah suka dari Rania sejak dia membelikan Rania pakaian saat itu." batin Lili


"Dasar sahabat gak ada akhlak disaat Rania lupa ingatan baru kasih perhatian dengan begitu perhatian nya akan sia-sia, dari dulu kemana aja bro? aku yakin setelah Revan dan Rania bertengkar pasti Revan sudah mulai tertarik dengan Rania." batin Vino


Vino dan Lili duduk di sofa yang ada di ruangan itu, suasana nampak hening dan tidak ada pembicaraan


Revan terus menggenggam tangan Rania berharap Rania segera sadar. Tak berselang lama harapan Revan terkabul jari tangan Rania nampak bergerak di dalam genggaman Revan


"Rania! apa kau sudah sadar?" ujar Revan


Rania pun membuka mata nya perlahan dan melihat sang bos kejam sedang duduk di samping brankar sembari menggenggam tangan nya


"Apa? kenapa bos kejam ini bisa ada di sini? aku ada di mana sekarang?" batin Rania


"Rania! apa kepala mu masih pusing?" ujar Revan


"Apa!!! kenapa di menjadi perhatian kepada ku?" batin Rania


"S-saya baik-baik saja pak." ujar Rania


Lili yang tadi sedang memainkan handphone nya langsung menghentikan aktivitas nya saat mendengar suara Rania, begitu juga dengan Vino. Mereka berdua langsung mendekat ke brankar yang Rania tiduri


"Rania kamu udah sadar?" ujar Lili tersenyum


"Udah Li, aku ada di mana sekarang?" ujar Rania bingung


"Kamu di rumah sakit Ran." ujar Lili


"Oh iya Ran, apa kamu ingat apa yang telah terjadi dengan mu?" ujar Lili


Pertanyaan Lili kepada Rania menarik perhatian kedua pria tampan itu, Revan dan Vino langsung menyiapkan telinga nya seolah tidak ingin ketinggalan cerita


"S-sebenarnya saat itu aku sedang jalan-jalan, terus pas aku mau menyebrang ada sebuah mobil berkecepatan tinggi mengarah pada ku. Karena syok aku nggak sempat minggir dan mobil itu juga nggak sempat mengerem karena kecepatan mobil itu yang terlalu tinggi, Alhasil aku tertabrak." ujar Rania


"Lili! tanyakan pada Rania seperti apa ciri-ciri mobil yang menabrak nya?" bisik Revan kepada Lili


"Baik pak." bisik Lili


"Seperti apa ciri-ciri mobil yang telah menabrak mu Ran?" tanya Lili

__ADS_1


"Aku nggak terlalu memperhatikan nya tapi yang jelas itu mobil mewah." ujar Rania


"Jadi, siapa yang membawa mu ke rumah sakit?" ujar Lili


"Orang yang menabrak ku yang telah membawa ku ke rumah sakit." ujar Rania


"Apa kamu melihat seperti apa orang yang telah menabrak mu?" ujar Lili


"Aku melihat nya, walau samar tapi aku bisa melihat orang itu. Seperti nya orang itu seumuran dengan pak Revan dan pak Vino." ujar Rania


"Apa? jadi yang menabrak nya seorang pria dan seumuran dengan ku!!! tidak bisa ku biarkan, berani nya melukai Rania dan berani sekali dia menyentuh Rania. Aku tidak akan membiarkan nya hidup tenang, aku harus mencari nya sampai dapat!!!" batin Revan, mata nya tampak memerah dan tangan nya sudah terkepal kuat


"Oh iya Ran, dimana kamu kecelakaan nya?" ujar Lili


"Di perempatan dekat rumah ku, perempatan yang dekat mini market nya." ujar Rania


"Aku harus mencari tahu orang yang menabrak Rania!!!" batin Revan


"Gawat!!! pasti sahabat gak ada akhlak ini akan berubah menjadi singa dan siap meledak." batin Vino yang menyadari perubahan ekspresi sahabat nya


"Saya titip Rania sebentar, kau tolong jaga dia." bisik Revan kepada Lili


"Baik pak!" bisik Lili


"Siap bro!" ujar Vino


Revan langsung keluar dari ruangan rawat Rania, entah dia akan pergi kemana. Hanya Revan yang tahu.


"Dasar CEO kejam gak ada akhlak! dulu bilang nya tidak akan jatuh cinta kepada gadis cerewet dan menyebalkan seperti Rania, tapi sekarang apa?? dasar generasi bucin akut." batin Vino


"Rania! aku bersyukur banget karena mama ku yang cerewet ini selamat." ujar Lili


"Hei Lolipop! kamu introspeksi diri sedikit ngapa. Ngaca dong!!! kamu pikir kamu nggak sama cerewet nya apa?" ujar Rania


"Hehe. Tapi kan kamu sikap lebih dewasa dari ku, jadi kamu lebih kelihatan cerewet nya mam." ujar Lili


"Dasar Lolipop warna warni." ujar Rania


"Ih!!! mama Rania ku sayang, jangan panggil aku kayak gitu dong! malu tau." ujar Lili


Jujur Lili sangat malu karena Rania memanggil nya Lolipop warna warni, dan posisi nya masih ada Vino di situ. Sedangkan Vino berusaha keras menahan tawa kala mendengar obrolan Lili dan Rania yang sangat lucu menurut nya


Menurut Vino mendengar obrolan Lili dan Rania itu seperti bisa untuk healing melupakan segala masalah nya selama ini

__ADS_1


"Mereka berdua sungguh gadis yang freak tapi kenapa aku dan Revan bisa jatuh cinta dengan gadis seperti mereka yang bersifat kekanakan." batin Vino


"Mungkin ini kelebihan dari kedua gadis ini." batin Vino terkekeh


Di tempat yang berbeda, tepat nya sebuah tempat yang rahasia. Seorang pria berkuasa sedang duduk bersama seorang wanita yang duduk di pangkuan nya


Wanita itu berpakaian seksi dan ketat yang membuat kedua buah dada nya menyembul keluar


Dan pria itu nampak memainkan buah dada wanita itu, merem*s dan ******* nya dengan sangat kasar dan beringas membuat sang wanita mengerang keenakan


Tak lama kemudian datang lah orang kepercayaan pria itu sembari mendekat kearah pria itu


"Tuan! saya sudah menemukan identitas gadis itu." ujar orang kepercayaan itu


"Anda bisa membaca nya sendiri karena ini bersifat rahasia." sambung orang kepercayaan itu


"Baiklah! kerja bagus, nanti aku akan membaca nya." ujar pria itu menyeringai dan langsung melanjutkan kegiatan pan*s nya


Di posisi Revan, pria itu sedang di sebuah tempat rahasia nya dan sedang meluapkan emosi nya kepada para body guard nya. Setelah di rasa cukup tenang Revan menghentikan aksi nya dan segera menghubungi Farhan


Panggilan pun langsung terhubung


📱: "Halo Farhan kau segera cek CCTV yang ada di perempatan jalan yang tidak jauh dari perusahaan dan di tempat itu ada mini market. Kau segera cek CCTV yang ada di situ, rekaman CCTV tentang kecelakaan yang terjadi satu bulan yang lalu." ujar Revan


📲 : "Baik tuan," ujar Farhan


Panggilan pun dimatikan oleh Revan secara sepihak


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2