
Warning: Terdapat adegan dewasa!!! di mohon untuk yang di bawah umur mending di skip aja. Author aja nulis nya sambil istighfar terus karena masih di bawah umur
Maaf kalau masih banyak kesalahan dalam menulis adegan dewasa, karena aku juga membaca novel lain untuk menjadi pedoman dalam menulis adegan dewasa
...----------------...
Setelah masuk ke dalam apotek, Revan langsung menghampiri apoteker yang ada di situ dan menanyakan tentang alat tempur itu kepada apoteker. Hal itu membuat sang apoteker itu terkejut karena dia sangat tidak percaya bahwa Revan Pratama seorang pengusaha sukses dan terkenal membeli alat tempur, apoteker itu berpikiran bahwa Revan sering melakukan **** dengan banyak wanita
Saat melihat keterkejutan sang apoteker, akhirnya Revan berbohong dan mengatakan bahwa alat tempur itu untuk teman nya. Dan dengan mudah nya apoteker itu percaya
" Maaf kan saya Rania! saya tidak bermaksud mengkhianati mu, saya sungguh tidak mempunyai pilihan lain. Tapi tenang saja Rania, kau tidak akan mendapat kan pisang sisa karena pisang ku akan di bungkus dengan rapi dan dengan begitu kau akan mendapatkan pisang yang masih baru ku ini " batin Revan yang sudah menganggap Rania sebagai pacar nya padahal kan mereka belum memiliki hubungan spesial apapun, sungguh rumit kisah cinta mu Revan
Tak lama kemudian mereka sampai di hotel bintang lima, Revan di sambut meriah oleh semua pekerja di hotel itu
" Selamat datang tuan Revan " ujar para pekerja hotel serempak
" Tolong siapkan satu kamar VVIP untuk saya " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Baik tuan " ujar para pekerja hotel yang dengan cepat melakukan pekerjaan nya
Sedangkan Revan dan Zhao lie menunggu di ruang tunggu hotel selagi kamar yang mereka pesan sedang di siapkan
Mereka berdua di sibuk kan dengan handphone mereka masing-masing, Zhao lie sedang berfoto ria sambil melihat foto dan video di Instagram sedangkan Revan dia sedang asik mengirim pesan kepada Rania
Isi pesan Revan kepada ' Gadis cerewet ' :
" Hei gadis cerewet bagaimana rasa nya mendapat ciuman pertama "
" Apakah jantung mu hampir lari dari tempat nya "
" Pasti sampai sekarang jantung mu belum bisa berdetak normal kan "
" Pasti kau masih merasakan betapa hangat dan lembut kecupan yang saya berikan tadi "
" Saya tahu kau pasti belum bisa melupakan kejadian tadi pagi, oh iya kalau kau menginginkan ciuman lagi saya bisa memberikan nya lagi "
" Tapi sudah bukan first kiss ya ganti jadi second kiss "
Walaupun belum di balas atau di baca oleh Rania tetapi tetap membuat hati Revan berbunga-bunga, jantung nya juga sudah berdetak begitu kencang
" Tuan! kamar anda sudah di siapkan, silahkan " ujar salah satu pegawai hotel sembari mempersilahkan Revan untuk mengikuti nya
__ADS_1
" Ini kamar nya tuan " ujar pegawai hotel tadi setelah sampai di depan kamar hotel VVIP
" Terimakasih, ini tips untuk mu " ujar Revan sembari memberikan uang untuk pegawai hotel itu
" Terima kasih tuan, saya permisi dulu " ujar pegawai hotel tadi undur diri setelah mendapat kan anggukan dari Revan
Revan masuk ke dalam kamar itu bersama Zhao lie
" Sebentar saya pakai pengaman dulu " ujar Revan
" Jangan lama-lama ya honey " ujar Zhao lie
Revan masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai ******. Tak lama kemudian Revan keluar dengan mengenakan jubah mandi yang memamerkan dada bidang nya. Zhao lie langsung mendekati Revan dan mengelus dada Revan yang bidang itu
" Are you ready honey " ujar Zhao lie
" Yes, i am ready " ujar Revan
" Are you ready gigimu, andai aku bisa menjawab i am not ready " batin Revan
" Oke kita mulai sekarang, lihat saja " batin Revan
Revan langsung mendorong tubuh Zhao lie hingga terbentur ke dinding, Revan menatap Zhao lie dengan tatapan buas seperti seekor singa yang sedang kelaparan. Revan dengan kasar merobek gaun minim Zhao lie hingga tersisa bra dan celana dal*m saja, Revan membuka pengait bra dan langsung merem*s buah dada Zhao lie dengan kuat hingga membuat Zhao lie mengerang
Tanpa aba-aba, Revan langsung menggendong tubuh Zhao lie ke ranjang dan melempar tubuh Zhao dengan kasar. Perlahan Revan menaiki ranjang, kini posisi Revan sudah berada di atas tubuh Zhao lie
" Apa kau sudah siap " ujar Revan
" Siap honey " ujar Zhao lie
" Baiklah " ujar Revan menyeringai
Revan dengan brutal menggigit buah dada Zhao lie hingga memerah penuh ruam, namun Zhao lie tetap mengerang penuh kenikmatan
Revan merobek ****** ***** Zhao lie dalam satu hentakan, Revan memasuk kan benda pusaka kesayangan nya yang sudah terbungkus ke dalam lubang goa Zhao lie yang sudah lebar
" Sudah kuduga, wanita tidak tahu diri ini sudah bukan perawan lagi " batin Revan
Revan memasukan pusaka nya dengan sangat mudah, dia menaikturunkan tubuh nya dengan kasar sambil tangan nya meremas buah dada Zhao lie dengan kuat. Saking kuat nya Revan menaikturunkan tubuh nya sembari menampar pipi Zhao lie dengan sangat keras dan meremas buah dada Zhao lie bahkan mencakar nya tanpa ampun, sedangkan Zhao lie hanya mengerang karena diri nya sudah melakukan pelepasan berkali kali
" Ah!!! honey!!! kau sungguh!!! memuaskan ku!!! lanjut terus honey!!! ah!!! " ujar Zhao lie penuh kenikmatan
__ADS_1
" Memuaskan gigi mu, sudah jelas aku bermain dengan kasar tapi dia belum kapok juga. Lihat saja nanti " batin Revan
Revan terus menaikturunkan tubuh nya nya dengan tempo yang sangat cepat dan kasar sembari mempercepat tamparan di pipi Zhao lie juga memperkuat remasan di buah dada Zhao lie. Kini Revan sudah mengeluarkan benda pusaka kesayangan nya dari goa milik Zhao lie
" Honey!!! cium bibir ku please " ujar Zhao lie manja
" Baiklah " ujar Revan
Revan langsung mencium bibir Zhao lie, Revan menggigit bibir bawah Zhao lie dengan cukup keras sampai mengeluarkan darah di bibir bawah Zhao lie. Tak puas dengan itu, Revan juga menggigit bibir atas Zhao lie hingga darah keluar dari bibir atas Zhao lie
Setelah puas menggigit bibir Zhao lie, Revan masuk ke dalam kamar mandi membiarkan Zhao lie begitu saja
" Cih! sungguh menjijikan!!! aku tidak sudi berciuman dengan bitc*h seperti nya " ujar Revan sambil membersihkan bibir nya menggunakan air
" Untung saja ciuman pertama ku sudah di berikan kepada Rania " ujar Revan setelah membersihkan bibir nya
Kini Revan kembali memakai pakaian nya, setelah itu Revan keluar dari kamar mandi dan mendapati Zhao lie masih terbaring di atas ranjang
" Kamu mau kemana honey " ujar Zhao lie saat mendapati Revan sudah berpakaian rapi dan hendak keluar dari kamar hotel itu
" Saya mau membeli pakaian untuk mu " ujar Revan berbohong
" Oh! terima kasih honey jangan lama-lama ya " ujar Zhao lie
" Iya " ujar Revan singkat
Revan langsung keluar dari kamar hotel yang ternoda itu
" Cih! daripada saya membelikan pakaian untuk oli mending saya beli pakaian untuk Rania " ujar Revan sambil berjalan keluar dari hotel itu
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah