
" Saya kemarin malam juga ke sini " ujar Revan santai
" Oh iya tuan Revan kemarin malam ke sini dan berduaan bersama Rania " timpal Endah yang baru keluar dari kamar
" Iya! saya kemarin malam kebetulan bertemu dengan Rania, dan Rania mengajak saya untuk mampir ke rumah nya sembari menikmati nasi goreng " ujar
" Ya elah bos, detail banget menjelaskan nya " batin Rania
" Menikmati nasi goreng penuh cinta ya " ujar Endah ketus
" Maksud anda apa ya? saya kurang paham " ujar Revan
" Bukan apa-apa " ujar Endah
" Memang benar nasi goreng semalam itu penuh cinta karena aku makan nya bersama orang yang ku cinta " batin Revan
" Kok aku jadi bingung ya, maksud dari perkataan ibu tadi apa. Masa ada nasi goreng penuh cinta " batin Rania bingung
" Anda kesini ada keperluan apa tuan? " ujar Indra
" Saya kesini untuk mengantar kan Rania pulang, jadi saya sekalian mampir " ujar Revan
" Kenapa perlu di antar biasa nya Rania juga berangkat dan pulang sendiri " ujar Endah ketus
" Saya tadi kebetulan berada di perusahaan teman saya dan sahabat nya Rania bekerja di situ, saya melihat Rania sedang menunggu sahabat nya padahal sahabat nya hari ini lembur, jadi saya mengantar nya pulang " ujar Revan dengan jelas dan detail
" Huh!!! alasan!!! " ujar Endah
Indra langsung memukul paha Endah pelan untuk memberi kode diam
" Suatu kebanggaan, anda datang ke rumah kami tuan " ujar Indra
" Terima kasih " ujar Revan sok cool
" Aku yang bahagia karena bisa datang menemui calon mertua, saya harus mendapat kan hati calon ayah mertua " batin Revan
" Sekarang sudah sore pak, saya pamit pulang dulu " ujar Revan
" Baiklah " ujar Indra
Revan pun pulang kembali ke mansion nya
...----------------...
" Rania! ayah ingin bicara dengan mu sebentar " ujar Indra
" Baiklah! ayah ingin bicara apa? " ujar Rania
" Apa yang kamu lakukan semalam dengan tuan Revan " ujar Indra tegas
" Assalamualaikum ayah " ujar Salsa
" Waalaikumsalam " ujar Rania, Indra, dan Endah bersamaan
" Ada apa ini, kenapa muka kalian tegang sekali? " ujar Salsa
__ADS_1
" Kalian lanjutkan ngobrol nya aja, biar Salsa jadi pendengar " ujar Salsa langsung duduk di sebelah ibu nya
" Jawab pertanyaan ayah, Rania " ujar Indra
" Kenapa ayah bertanya seperti itu kepada Rania " ujar Rania
" Ayah minta kamu jawab pertanyaan ayah!!! " ujar Indra tersulut emosi
" Rania kemarin hanya makan nasi goreng dengan pak Revan " ujar Rania
" Ayah minta kamu jujur Rania!!! " ujar Indra
" Rania juga jujur ayah! memang nya ayah pikir Rania akan melakukan apa dengan pak Revan " ujar Rania bingung
" Kamu jangan berbohong!!! tidak mungkin seorang pria dewasa bersama seorang gadis tidak melakukan hal zina!!! " ujar Indra
" Jadi ayah berpikir kalau Rania melakukan perbuatan zina dengan pak Revan, Rania nggak pernah berpikiran sampai ke situ apalagi melakukan hal seperti itu " ujar Rania menitikkan air mata
" Ayah tidak percaya dengan ucapan mu!!! jangan sok suci kamu Rania!!! " ujar Indra
" Rania memang nggak pernah melakukan hal zina dengan pak Revan ayah, kalau ayah nggak percaya kenapa tadi tidak bertanya saja kepada pak Revan " ujar Rania menangis keras
" Dasar anak tidak tahu di untung, sudah di besarkan malah membuat malu keluarga!!! " ujar Indra
" Kenapa ayah sekarang jadi berubah, padahal Rania nggak pernah melakukan perbuatan zina dengan pak Revan! semua itu hanyalah fitnah ayah " ujar Rania menangis dengan keras
" Jujur! Rania memang udah pernah berciuman dengan pak Revan tapi untuk melakukan perbuatan zina Rania nggak pernah berpikiran melakukan itu " ujar Rania
" Kamu sungguh hebat mempunyai keberanian untuk menggoda tuan Revan " ujar Endah
" Kamu hebat kak, bukankah kak Revan sudah mempunyai pacar? " ujar Salsa
" Iya, pak Revan memang sudah mempunyai pacar " ujar Rania
" Kakak berani sekali mendekati kak Revan, apa kakak dijadikan sugar baby oleh kak Revan " ujar Salsa
" Astagfirullah dek, kakak nggak sampai segitunya dengan pak Revan. Kakak hanya pegawai biasa " ujar Rania
" Jujur! aku malu kak punya seorang kakak seperti mu " ujar Salsa
" Kenapa tidak ada satupun orang yang percaya dengan ucapan ku, aku harus bagaimana? " batin Rania
" Kenapa nggak ada yang percaya sama aku! aku nggak berani melakukan perbuatan hina seperti yang kalian katakan " ujar Rania berteriak histeris sembari menangis
" Aku bahkan belum pernah memikirkan hal-hal sejauh itu " ujar Rania menangis sekeras mungkin dan menjatuhkan tubuh nya ke lantai
" Dasar anak tidak tahu diri!! ayah minta kamu sekarang keluar dari rumah ini dan jangan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi!!! " ujar Indra
" Bahkan sekarang ayah kandung ku sendiri mengusir ku, sebenarnya siapa yang pertama memfitnah ku " batin Rania
" Baiklah! tapi sebelum itu Rania mau tanya, sebenarnya siapa udah nuduh Rania melakukan hal hina bersama pak Revan " ujar Rania
" Kamu tidak perlu tau siapa yang sudah mengatakan itu!!! sekarang kamu pergi dari sini!!! " ujar Indra
" Baiklah! Rania akan mengemasi pakaian Rania dulu " ujar Rania yang langsung berjalan pergi menuju kamar nya dengan tangan yang menenteng dua paper bag
__ADS_1
" Eh kak! tunggu " ujar Salsa
" Ada apa " ujar Rania datar
" Apa yang kakak bawa? " ujar Salsa saat melihat Rania membawa dua paper bag
" Paper bag " ujar Rania
" Aku juga tau kak itu paper bag, maksud aku itu apa isi nya " ujar Salsa
" Bukan urusan kamu " ujar Rania kesal
" Aku mau tau itu dalam nya apa " ujar Salsa langsung merebut paper bag yang di bawa Rania
" Hei!!! ini punya kakak dan kamu jangan ikut campur ya " ujar Rania emosi
" OMG!!! kakak dapat dari mana pakaian mahal begini coba " ujar Salsa terkejut saat menggeledah isi paper bag yang di bawa Rania
" Bukan urusan mu!!! jadi jangan ikut campur!!! " ujar Rania
" Atau jangan-jangan kakak beneran jadi sugar baby " ujar Salsa
" Haha, ayah pasti akan mempercayai ucapan ku dan akan tambah emosi dengan Rania " batin Salsa
" Sembarangan kamu kalau ngomong, ini pemberian dari pak Revan " ujar Rania
" OMG!!! berarti benar kakak selama ini jadi sugar baby nya pak Revan " ujar Salsa
" Terserah!!! " ujar Rania dan langsung mengambil paper bag di tangan Salsa
" Nggak boleh! pakaian ini sekarang jadi milik Salsa " ujar Salsa
" Apa!!! kamu sudah memfitnah ku sekarang kamu merebut pakaian baru ku " batin Rania
" Kembalikan " ujar Rania
" Nggak akan! sekarang ini jadi milik Salsa " ujar Salsa
Rania yang malas berdebat karena baru nya akan di permalukan akhirnya mengalah dan masuk ke dalam kamar nya untuk mengemasi barang-barang nya
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1