
Stelah membayangkan kisah masa lalu nya dengan Elang, Rania tidak sadar kalau diri nya sudah sampai di depan rumah nya
" Gara gara merinding bayangin masa lalu jadi nggak nyadar udah sampai depan rumah nih " ujar Rania
Rania berjalan menuju pintu dan membuka pintu rumah nya sembari mengucapkan salam
" Assalamualaikum " ujar Rania saat membuka pintu dan terlihat lah ibu tiri nya yang sedang menatap nya sinis bersama adik tiri nya
" Hei Ran, kenapa kak Revan belum balas pesan ku sih " ujar Salsa kepada Rania dengan raut wajah muram
" Kamu kenal sama pak Revan dek " ujar Rania kepada Salsa
" Ya kenal lah, dia itu idola di kampus aku " ujar Salsa, entah sakit apa Salsa jadi mau ngobrol sama Rania mungkin habis terbentur kepala nya
" Apa!!! jadi pak Revan kuliah di tempat kuliah kamu dek? " ujar Rania dengan suara sedikit meninggi
" Iya Ran, dan kamu tau nggak kak Revan yang ganteng itu kasih nomor telepon nya ke aku, tapi kenapa aku pesan dia belum baca yah padahal kan tadi aku lihat kak Revan mainan handphone " ujar Salsa
" Benarkah! mungkin dia sibuk dek, secara kan dia kerja sambil kuliah pasti nggak sempet buka pesan satu persatu " ujar Rania sambil tersenyum
" Mungkin juga sih. Tapi Ran, bantu deketin aku sama kak Revan yah please!!! ujar Salsa memohon
" Gimana yah dek ? bukanya kakak ngga mau bantuin kamu tapi, kamu tau nggak pak Revan itu serem banget kalau lagi marah. Sifat dan sikap nya juga mudah banget berubah jadi kakak takut dek " ujar Rania kepada adik nya
" Aduh!!! udah tadi ketemu orang gila sekarang di suruh Salsa buat berurusan sama bos kejam menyebalkan itu, bisa bisa aku yang jadi gila " gumam Rania frustasi dengan kehidupan nya
" Jadi gitu Ran, ya udah gini aja kamu besok bilangin ke kak Revan suruh buka pesan dari ku ya Ran, please!!! " ujar Salsa memohon
" Iya besok kakak usahakan bilangin ke pak Revan suruh buka pesan kamu " ujar Rania
" Iya Ran, kalau gitu Salsa ke kamar dulu " ujar Salsa
" Iya dek, kakak juga mau ke kamar " ujar Rania
" Kalau bukan karena pengin deketin kak Revan sih gue ogah banget pura pura baik sama Rania " gumam Salsa
Rania dan Salsa akhir nya masuk ke dalam kamar mereka masing masing. sedangkan Endah ibu tiri Rania sedang bingung melihat tingkah Salsa putri nya
" Ada apa dengan anak itu kenapa dia bisa bersikap baik sama gadis kampungan itu. Apakah dia sedang demam yah ? " ujar Endah yang bingung melihat tingkah Salsa
Di kamar Rania, gadis cantik itu sudah membersihkan diri dan sedang merebahkan tubuh nya sebentar sebelum pergi memasak
" Huh! hari ini adalah hari yang gila dalam sejarah karena ketemu sama preman gila itu lagi. Ih serem!!!! " ujar Rania sambil bergidik
__ADS_1
" Mendingan aku ke dapur masak daripada mikirin orang ga jelas kaya Elang " ujar Rania sambil beranjak dari tempat tidur nya menuju ke dapur untuk memasak
Disisi Revan, lelaki itu sudah sampai di rumah nya dan sedang merebahkan tubuh nya di kasur king size nya
" Tunggu, tadi aku kan kasih nomor telepon ke adik tiri nya gadis cerewet nomor yang biasa aku gunakan di kantor " ujar Revan sambil berpikir
" Jadi, dia pasti curiga karena tadi pasti dia sudah mengirimi ku pesan dan dia bingung karena aku tidak membalas nya " ujar Revan sambil menepuk jidat nya
" Mendingan aku ambil handphone nya " ujar Revan sambil berjalan menuju ruang kerja nya
Revan masuk ke dalam ruang kerja nya dan langsung membuka loker meja kerja nya di mana handphone itu berada
" Nah kan benar, dia pasti sudah mengirim banyak pesan secara kan dia suka cari perhatian dan bermuka dua berbeda dengan kakak nya " ujar Revan setelah membuka Handphone nya dan mendapati banyak pesan dari nomor yang tidak di kenal yang dia yakini adalah adik tiri Rania tapi Revan belum menjawab pesan nya dan dia membiarkan nya
" Tunggu, kenapa tadi aku tidak meminta nomor gadis cerewet itu atau siapa nama nya...." ujar Revan sambil berpikir
" Oh iya nama nya Rania Aprilia, mungkin Farhan tahu nomor telepon nya mending aku telepon tuh asisten lelet " ujar Revan yang selalu sensi sama Farhan
Revan menelpon Farhan tetapi tidak diangkat, dia mencoba nya sampai 3 kali sampai akhir nya di jawab oleh Farhan
📲 : " Halo tuan, assalamualaikum. Ada apa yah " ujar Farhan dalam telepon
📱 : " Waalaikumsalam lama banget ngangkat nya " ujar Revan kesal
📲 : " Maaf tuan, tadi saya habis mandi. Oh iya, apa ada yang tuan butuhkan sehingga menelpon saya " ujar Farhan dengan hati hati takut nya kena amukan singa jantan dari telepon
"Tut...." panggilan terputus karena di matikan oleh Revan
#Disisi Farhan
" Untung anda bos saya tuan kalau tidak mungkin sudah saya tonjok muka tampan anda. Eits!!! tunggu, tadi aku nggak salah denger tuh' tuan Revan minta nomor telepon nya Rania? buat apa coba? lah bukan urusan ku, kirim kan saja nomor nya sekarang maka hidup mu akan aman Farhan " ujar Farhan bingung
Kembali ke Revan, pria tampan itu sedang menunggu Farhan mengirim kan nomor Rania
" Dasar asisten + sekertaris lelet untung aku baik dan penyabar kalau tidak sudah ku pecat kau Farhan " ujar Revan yang sudah tidak sabar untuk mendapat kan nomor Rania
Tak lama kemudian ada bunyi pesan masuk ke dalam ponsel pribadi Revan dan Revan langsung mengambil ponsel itu, ternyata benar itu adalah pesan yang di tunggu tunggu nya
" Akhir nya aku dapat nomor gadis cerewet itu, aku akan langsung menelpon nya biar terlihat misterius " ujar Revan yang berpikiran ide nakal
"Tut..." panggilan terhubung
📲 : " Halo, assalamualaikum ini siapa yah " ujar Rania dari telepon
__ADS_1
" Tut..." panggilan langsung dimatikan oleh Revan
Hal itu terjadi sampai 3 kali banyak nya membuat Revan merasa puas mengerjai Rania lewat telepon
Disisi Rania, gadis cantik itu sedang kesal karena mendapat panggilan telepon tidak jelas dari nomor yang tidak di kenal
" Siapa sih yang nelpon gak jelas banget deh, bikin emosi aja untung aku nggak ada riwayat jantung kalo ada bisa stroke muda aku " ujar Rania dengan perasaan kesal yang menggebu-gebu
Tak berselang lama ada panggilan telepon dari nomor tadi membuat emosi Rania meningkat tapi dia tetap mengangkat nya
📱 : " Kalau mau main main maaf, jangan main main dengan saya karena saya masih punya kerjaan tidak seperti anda " ujar Rania emosi
📲 : " Benarkah " ujar seseorang dalam telepon
📲 : " Saya juga masih punya kerjaan " ujar nya lagi
📱 : " Beritahu saya siapa anda dan ada perlu apa anda menelpon saya " ujar Rania to the poin
📲 : " Kau pasti mengenal saya. Saya Revan Pratama dan saya sengaja ingin menelpon anda, apakah masalah kalau saya menelpon anda " ujar Revan santai dan sontak membuat Rania terkejut and panik gak karuan ternyata dia sedang memarahi bos nya
📱 : " Maaf pak, saya tidak tahu kalau ini nomor anda. Ada perlu apa yah membuat anda menelpon saya " ujar Rania dengan suara gemetar
📲 : " Saya cuma mau mengecek seberapa tanggap para pegawai saya dan ternyata kau sangat sangat tanggap " ujar Revan
📱 : " Maaf pak, soal nya saya tidak suka dengan orang yang mengerjai lewat telepon karena saya takut itu adalah orang jahat " ujar Rania bersalah
📲 : " Baiklah karena saya baik hati maka saya maaf kan. Kalau begitu saya tutup dulu telepon nya, wassalamu'alaikum " ujar Revan
📱 : " Iya pak, waalaikumsalam " jawab Rania
Dan panggilan pun di matikan oleh Revan
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah