SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Ikuti Permainan


__ADS_3

" Ingat Revan kau harus membongkar rahasia mereka, tetap ke tujuan utama ingat kata Vino " ujar Revan sambil menghapus air mata nya


Tak lama kemudian suara adzan pun dikumandangkan akhir nya Revan melaksanakan solat Maghrib. Setelah selesai melaksanakan solat Maghrib Revan pun keluar dari kamar nya dan turun ke lantai bawah untuk makan malam


Sesuai rencana nya dia sudah memulai drama nya, Revan turun dengan ekspresi wajah yang berbeda dari biasa nya, sekarang dia tersenyum kepada orang tua nya dan sudah duduk di samping papa nya. Semua orang yang ada di situ terlihat bingung begitupun dengan orang tua nya yang bingung melihat anak nya tersenyum karena tidak seperti biasanya, anak nya selalu memasang wajah datar dengan tatapan yang tajam


" Nak, kau mau makan dengan lauk apa ? " ujar Melinda dengan tersenyum


" Terserah ma, sama lauk apa saja Revan mau " ujar Revan dengan tersenyum


" Ya udah mama ambilkan makanan kamu yah " ujar Melinda kepada Revan


" Iya ma " ujar Revan masih tetap tersenyum


" Seperti nya rencana ku berhasil walaupun ini masih permulaan tapi seiring berjalan nya waktu mereka akan tunduk kepada ku " batin Revan sambil menyeringai dalam hati


" Ini nak kalau mau nambah bilang ke mama nanti mama ambilkan lagi " ujar Melinda kepada Revan


" Iya ma " ujar Revan sambil tersenyum


Semua pengawal dan pelayan yang ada di situ bingung sekaligus senang karena mereka tidak akan di marahi lagi sama tuan muda nya kalau tuan muda nya sudah berubah


" Alhamdulillah, akhir nya tuan Revan sudah berubah, berarti sekarang nggak ada yang marahin gue lagi dong. Yes !!! " batin pelayan yang seumuran dengan Rania


" Akhir nya tuan Revan berubah juga sekarang sudah nggak ada yang marahin gue lagi " batin supir pribadi Revan yang seumuran dengan Revan


Semua pengawal dan pelayan senang melihat perubahan dari tuan muda nya karena mereka berpikir dengan perubahan sikap tuan muda nya mereka tidak akan terkena omelan dan amarah dari Revan


Setelah beberapa saat, Revan sudah selesai makan malam. Dia hendak kembali ke kamar nya


" Ma, pa. Revan balik ke kamar dulu ya " ujar Revan sambil tersenyum dan langsung melangkah pergi menuju kamar nya. Namun langkah nya terhenti saat mendengar ucapan papa nya


" Nanti dulu nak, duduk duduk disini dulu papa mau ngobrol sama kamu " ujar Danu kepada Revan

__ADS_1


Revan pun menengok kebelakang dan membalik kan tubuh nya melangkah menuju ruang keluarga mengikuti orang tua nya


Setelah duduk di ruang keluarga tepat nya Revan berada di antara Melinda dan Indra. Revan pun memulai pembicaraan nya


" Papa mau bicara apa sama Revan ? " tanya Revan kepada Danu


" Jadi gini Van, papa mau minta tolong sama kamu, perusahaan papa kekurangan klien. Apakah kamu mau jadi klien di perusahaan papa ? " ujar Danu kepada putra nya, dia sedikit takut apakah anak nya mau menolong nya atau tidak


" Oh, jadi ini alasan mereka meminta ku untuk kembali ke mansion ini. Baiklah aku akan mengikuti rencana mereka " batin Revan sambil tersenyum menyeringai dalam hati


Setelah berpikir cukup lama Revan pun mulai berbicara kembali


" Baiklah pa. Revan akan jadi klien papa " ujar Revan dengan tersenyum kepada papa nya


" Beneran Van kau mau menjadi klien di perusahaan papa ? " tanya Danu seakan tak percaya dengan ucapan putra nya


" Iya pa. Beneran " ujar Revan sambil tersenyum kepada Danu


" Terimakasih kasih Van sudah mau menolong perusahaan papa, kalau tadi menolak mungkin perusahaan papa akan bangkrut Van " ujar Danu sambil menatap putra nya dengan tatapan sendu dan langsung memeluk putra nya


" Kalau sudah selesai ngobrol nya Revan ke kamar dulu, besok Revan berkunjung ke perusahaan papa kita langsung meeting " ujar Revan setelah selesai memeluk papa nya


" Iya Van, papa juga mau mempersiapkan dokumen untuk meeting dengan kau besok " ujar Danu kepada Revan


" iya pa " ujar Revan yang langsung berjalan menuju ke dalam kamar nya


Setelah sampai di kamar nya Revan langsung menelpon Farhan sekertaris nya


Tak butuh waktu lama panggilan pun terhubung


📲 :" Halo tuan, assalamualaikum. Ada apa yah tuan malam malam menghubungi saya " ujar Farhan dalam telepon


📱: " Waalaikumsalam, saya mau minta bantuan kau untuk membuat surat perjanjian kerjasama dengan perusahaan I'P group, tapi di dalam surat perjanjian itu saya minta perusahaan saya harus untung lebih besar dari perusahaan I'P group, dan apabila nanti perusahaan I'P group berbuat hal yang merugikan perusahaan kita, kau langsung laporkan perusahaan mereka kepada pihak yang berwajib dan jebloskan mereka ke penjara " jelas Revan panjang kali lebar kepada Farhan

__ADS_1


" Tapi itu perusahaan orang tua tuan, memang nya tidak apa apa tuan ? " ujar Farhan takut tuan nya nanti menyesal


" Kau sudah pernah saya ceritakan tentang kehidupan saya kan. Jadi, sekarang kau lakukan atau kau mau saya pecat, hm " ujar Revan dengan suara yang meninggi karena marah dengan sekertaris nya yang tidak mengikuti perintah nya


" Baik tuan akan saya lakukan perintah tuan " ujar Farhan yang takut dengan ucapan Revan


" Baiklah, kalau begitu saya tutup telfon nya. waalaikumsalam "


Belum sempat Farhan menjawab salam dari Revan, tapi Revan sudah mematikan nya


" Untung saja tuan bos saya kalau tuan bukan bos saya mungkin saya nggak akan mengangkat telfon tuan lagi " ujar Farhan dengan kesal tapi tetap berusaha untuk bersabar


Disisi Revan, pria tampan itu sedang berada di dalam ruang kerja nya. Dia pergi ke ruang kerja setelah mematikan telfon dari sekertaris nya, sekarang dia sedang berkutat dengan laptop nya


" Bagaimana langkah selanjutnya, aku takut kalau aku mengikuti permainan nya aku malah terjebak oleh nya " batin Revan yang sudah frustasi


" Revan, tenang kau harus bersikap tenang dalam melakukan sesuatu agar hasil yang di dapatkan memuaskan. Ingat kata kata itu " ujar Revan memberi semangat kepada diri nya sendiri


" Hufft, okeh. Aku besok hanya meeting dengan perusahaan papa dan aku ikuti permainan mereka dan kau harus tenang Van karena kau tidak akan mengalami kerugian " ujar Revan menghela nafas kasar dan tersenyum menyeringai


Tok.....tok.....tok.....


" siapa ? " tanya Revan dari dalam ruangan


" Ini mama nak " jawab Melinda dari depan ruangan kerja putra nya


Revan pun bergegas membukakan pintu untuk mama nya


" Ada apa ma ? " tanya Revan setelah membukakan pintu


" masuk ma " tambah Revan kepada mama nya


...***************...

__ADS_1


Hai semua, aku update lagi semoga kalian suka karena aku mungkin masih banyak belajar karena masih baru jadi belum kaya kakak kakak author yang lain nya


jangan lupa vote like and coment yah love you all 🥰🥰🥰


__ADS_2