SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Jadi obat nyamuk


__ADS_3

Panggilan pun dimatikan oleh Revan secara sepihak


"Ada apa dengan tuan Revan? kenapa tuan Revan ingin mencari tahu sebuah kecelakaan yang terjadi satu bulan yang lalu." ujar Farhan bingung


"Sudahlah! sebagai pegawai yang baik aku harus langsung bertindak mencari tahu kecelakaan itu!!!" ujar Farhan yang langsung mengambil jaket nya dan bergegas keluar dari kamar nya


Saat menuruni tangga Farhan langsung menuju dapur untuk berpamitan kepada orang tua nya dan juga adik nya yang pasti sedang menunggu nya untuk makan malam


"Farhan! kamu mau kemana nak?" ujar ibu Aditama


"Iya nak kamu mau kemana?" ujar ayah Aditama


"Ayah, ibu, Farhan pamit keluar sebentar." ujar Farhan


"Kenapa nggak makan malam dulu kak?" ujar Farhana, adik dari Farhan


"Kakak makan nanti saja Han." ujar Farhan


"Kamu mau kemana sih nak, seperti nya buru-buru banget." ujar ibu Aditama


"Farhan mau membantu tuan Revan untuk menyelidiki sebuah kecelakaan." ujar Farhan


"Apa? siapa yang kecelakaan? bukan nak Revan kan yang kecelakaan?" ujar ibu Aditama yang khawatir dengan keadaan Revan yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri


"Tenang Bu, tuan Revan baik-baik saja kok. Ya sudah kalau begitu Farhan pamit pergi dulu." ujar Farhan sembari mencium punggung tangan kedua orang tua nya


"Ya sudah hati-hati nak, jangan pulang kemalaman." ujar ibu Aditama


"Baik Bu," ujar Farhan berlalu pergi


Setelah kepergian Farhan kedua orang tua dan adik nya Farhan malah mengobrol bukan nya makan malam


"Sebenarnya masalah apa yang terjadi sama nak Revan ya Bu," ujar ayah Aditama khawatir


"Iya Yah, ibu juga kasihan sama nak Revan." ujar Ibu Aditama


"Seperti nya masalah kak Revan cukup besar deh Bu, biasa nya kan dia sering main ke sini." ujar Farhana


"Mungkin! tapi kita tidak boleh ikut campur urusan mereka, lebih baik kita mendoakan nak Revan agar tidak terjadi apa-apa dengan nya." ujar Ayah Aditama


"Iya Yah." ujar Ibu Aditama dan Farhana bersamaan


Di Rumah sakit tempat Rania di rawat, Rania baru saja selesai memakan makan malam nya dan seperti biasa Duo ceriwis itu langsung mengobrol banyak hal. Sedangkan Vino hanya menjadi pendengar setia sembari menahan tawa nya


"Aduh!!! cacing di perut ku mulai demo, lebih baik aku mencari makanan untuk ku makan juga untuk si Loli. Pasti si Loli juga sudah lapar." batin Vino


Vino beranjak dari duduk nya dan berpamitan ingin keluar sebentar


"Hei Lolipop! kenapa selama aku tidak sadarkan diri semua nya terlihat berubah dan aneh?" ujar Rania

__ADS_1


"Berubah dan aneh gimana maksud mu Ran?" ujar Lili bingung dengan pertanyaan sahabat nya


"Itu loh, kamu nggak ngerasa apa perubahan yang terjadi sama bos kejam itu?" ujar Rania


"Terus yang paling aneh itu, kenapa pak Vino dan bos kejam bisa ada di sini?" sambung Rania


"I-itu karena…pak Revan dan pak Vino yang membiayai biaya rumah sakit mu, mereka juga yang telah menjaga mu bergantian dengan ku." ujar Lili berbohong


"What!!! Apa!!! jadi pak Vino dan bos kejam itu yang telah menjaga ku bergantian dengan mu!!!" ujar Rania terkejut


"Lebih tepatnya sih yang sering menjaga mu pak Revan…" ujar Lili langsung terdiam karena keceplosan


"Apa!!! bos kejam itu yang selalu menjaga ku!!! nggak mungkin, kamu pasti bercanda kan atau kamu di suruh sama bos kejam itu supaya kamu mengatakan dia yang selalu menjaga ku dengan kata lain dia ingin menjaga citra nya kan?" ujar Rania


"Aduh!!! aku harus jawab apa nih?" batin Lili


"Gini Ran…"


Belum sempat Lili menyelesaikan ucapan nya, Revan masuk ke dalam ruang rawat Rania


Deg…


Entah mengapa jantung Rania berdetak lebih kencang dari biasanya saat Revan masuk ke dalam ruang rawat nya terlebih lagi pandangan mata mereka saling bertaut cukup lama sampai akhir nya Rania mengalihkan pandangannya


"Apa yang terjadi dengan ku? kenapa jantung ku berdetak kencang saat melihat bos kejam itu?" batin Rania


"Baby! jujur aku sedih karena harus berjauhan dengan mu tapi aku janji secepatnya aku akan mengungkapkan perasaan ku pada mu." batin Revan


Hening…


Tidak ada satupun yang memulai pembicaraan


Revan masih berdiri di dekat pintu sembari menatap intens Rania yang sedang duduk di brankar


Tak berselang lama Vino masuk ke dalam ruang rawat Rania


"Woi!!! diam-diam bae!!! nggak rindu kah dengan kekasih bohongan mu itu?" bisik Vino meledek sahabat nya itu sembari merangkul pundak Revan


"Hei!!! bisa diam tidak? kenapa kau sekarang jadi seperti penjual cabe rawit yang cerewet nya tiada lawan sih?" ujar Revan yang kesal karena terus di ledek oleh sahabat nya


"Jika hanya ingin membuat ku kesal lebih baik pergi dari sini!!" ujar Revan


"Hei!!! kau ini sungguh tidak kenang Budi, aku sudah memecahkan suasana yang tadi nya tegang dan mendramatisir menjadi lebih santai." ujar Vino


"Tapi bisa tidak jangan meledek ku terus, introspeksi diri sedikit, kau juga belum mengungkapkan perasaan mu pada dia kan?" ujar Revan


"Hehehe, iya juga ya! kita impas deh." ujar Vino terkekeh


"Kau tidak ingin mengobrol dengan Rania?" bisik Vino

__ADS_1


"Sejujurnya aku ingin mengobrol dengan nya tapi masalah nya aku sangat gugup dan detak jantung ku berdetak begitu cepat." bisik Revan


"Bagaimana jika kau bicara empat mata dengan nya? mungkin kau gugup karena ada aku dan Lili di sini." bisik Vino


"Baiklah! kau bisa keluar dari ruangan ini sebentar?" ujar Revan


"Oh tentu saja bisa, dengan senang hati aku keluar bersama Loli tentu nya hehe!" bisik Vino


"Cih! bilang saja ingin PDKT!" bisik Revan


"Kau sungguh peka bro, tahu saja yang ku inginkan!" bisik Vino


"Ya sudah! kau langsung ajak Lili keluar." bisik Revan


"Siap bro! laksanakan!" ujar Vino


Vino langsung mendekat ke arah Lili dan membisikkan sesuatu kepada gadis itu sehingga membuat Lili dan Vino langsung keluar dari ruangan rawat Rania


Suasana nampak hening, Revan dan Rania belum memulai pembicaraan. Mereka berdua kini hanya saling pandang dalam keheningan


Revan mulai berjalan mendekati brankar tempat Rania kini duduk. Rania kini mulai mengeluarkan keringat dingin, jujur saja dia sangat takut dan gugup terhadap Revan


"R-rania! bagaimana keadaan mu?" ujar Revan memecah keheningan


"S-saya baik-baik saja pak!" ujar Rania menunduk


"Syukurlah jika kau baik-baik saja." ujar Revan


"Oh iya, sebenarnya apa yang terjadi dengan mu sebelum kecelakaan?" ujar Revan


"Gimana ya pak, saya kurang nyaman jika harus mengumbar masalah keluarga kepada orang lain." ujar Rania


"Tidak mengapa jika kau tidak ingin bercerita, tapi kenapa saya tidak pernah melihat keluarga mu datang menjenguk mu kecuali Lili." ujar Revan


"Sebenarnya saya di usir dari rumah." ujar Rania keceplosan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2