SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Fitnah adik tiri


__ADS_3

" Terserah!!! " ujar Rania dan langsung mengambil paper bag di tangan Salsa


" Nggak boleh! pakaian ini sekarang jadi milik Salsa " ujar Salsa


" Apa!!! kamu sudah memfitnah ku sekarang kamu merebut pakaian baru ku " batin Rania


" Kembalikan " ujar Rania


" Nggak akan! sekarang ini jadi milik Salsa " ujar Salsa


Rania yang malas berdebat karena baru nya akan di permalukan akhirnya mengalah dan masuk ke dalam kamar nya untuk mengemasi barang-barang nya


Setelah selesai mengemasi barang nya Rania keluar dari kamar nya


" Baiklah kalau kepergian ku membuat kalian bahagia, aku akan pergi. Terima kasih selama ini ayah sudah membesarkan aku dan menyekolahkan ku, aku akan selalu mengingat kejadian ini dimana aku di fitnah dan di usir dari rumah ini! aku akan selalu mengingat nya! suatu saat nanti aku akan tunjukan bahwa aku tidak pernah melakukan hal zina seperti yang kalian tuduh kan " ujar Rania dengan menangis terisak


" Assalamualaikum " ujar Rania sembari keluar dari rumah nya


" Hari ini adalah hari paling menyedihkan dalam sejarah hidup ku, dimana ayah ku sendiri yang tidak mempercayai ucapan ku dan malah mempercayai fitnah yang di tuduh kan untuk ku. Suatu saat nanti akan aku tunjuk kan bahwa anak terlantar seperti ku bisa bahagia tanpa kalian " batin Rania sembari meninggalkan halaman rumah nya


" Sekarang aku harus kemana, aku tidak memiliki tempat tinggal lagi " ujar Rania


Rania menyusuri jalanan kompleks rumah nya dan sampailah di jalan raya. Saat Rania hendak menyeberang mobil berkecepatan tinggi menabrak Rania hingga terpental ke pinggir jalan


Pemilik mobil itu pun keluar dari mobil nya


" Aduh!!! gimana ini, aku harus menolong nya " ujar pria pemilik mobil yang langsung menggendong tubuh Rania yang sudah berlumuran darah ke dalam mobil nya


Mobil itu langsung melaju menuju rumah sakit terdekat. Sesampai nya di rumah sakit Rania langsung masuk ke dalam ruang UGD untuk di tangani


" Saya minta kalian tangani pasien yang kecelakaan tadi dengan baik, saya tidak bisa menjaga nya karena saya sangat sibuk. Ini kartu nama saya, kalian bisa hubungi saya untuk meminta bayaran atas penanganan medis untuk gadis itu " ujar pria tadi yang tak lain adalah Reno Alvaro


" Oh iya, saya minta kalian cari tahu identitas nya dan hubungi keluarga nya " ujar Reno


" Baik tuan " ujar resepsionis rumah sakit


Reno keluar dari rumah sakit itu menuju mobil nya


" Huh! akhir nya masalah gadis yang ku tabrak tadi selesai, semoga gadis itu tidak pernah mengenali ku " ujar Reno


Reno langsung masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya meninggal kan rumah sakit itu


...----------------...


Di tempat lain tepat nya di mansion mewah milik Revan, pria tampan itu sedang duduk di balkon sambil memikirkan gadis pujaan hati nya


" Kenapa perasaan ku menjadi sedikit aneh ya " ujar Revan yang entah kenapa perasaan nya menjadi aneh

__ADS_1


Dret!!!


Dret!!!


Dret!!!


Handphone Revan berbunyi, Revan langsung mengangkat telepon nya


Setelah mengangkat telepon, wajah Revan berubah menjadi wajah terkejut dan sedih bahkan seluruh tubuh nya lemas karena telepon mengejutkan tadi


" Aku harus segera ke rumah sakit, Rania bertahan lah " ujar Revan menitikkan air mata dan langsung keluar dari kamar nya menuju mobil


Revan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, 15 menit kemudian Revan sampai di rumah sakit tempat Rania di rawat


" Ada yang bisa saya bantu tuan " ujar resepsionis rumah sakit itu


" Saya mau tanya pasien atas nam Rania Aprilia di rawat di ruangan yang mana " ujar Revan dengan wajah panik


" Anda tuan Revan kan, pengusaha sukses dan terkenal itu. Apakah anda keluarga dari pasien " ujar resepsionis rumah sakut


" Iya saya keluarga nya, cepat beritahu saya di mana letak ruangan nya " ujar Revan


" Tapi bukankah orang tua anda tidak memiliki saudara " ujar resepsionis rumah sakit


" Cepat beritahu ruangan nya atau kau akan di pecat detik ini juga " ujar Revan penuh penekanan


Revan langsung menuju ruang UGD dengan wajah yang panik, dia duduk di depan ruang UGD sambil menunduk kan kepala nya


" Siapa yang telah berani melukai gadis ku!!! berani nya kau!!! " ujar Revan dengan mata memerah karena menahan amarah


" Orang itu sudah berani melukai gadis ku berarti dia akan berhadapan dengan ku " ujar Revan


" Kenapa harus dia yang terluka padahal dia sudah sering tersakiti " batin Revan yang tidak tega dengan kondisi Rania yang masih kritis


Satu jam kemudian seorang dokter keluar dari ruang UGD


" Dokter!!! gimana keadaan pasien atas nama Rania Aprilia " ujar Revan panik


" Pasien atas nama Rania Aprilia masih dalam kondisi kritis karena pasien kehabisan darah dan kami sedang mencari donor darah yang cocok dengan pasien " ujar dokter yang menangani Rania


" Kami tidak mempunyai stok darah yang cocok dengan pasien " ujar dokter


" Memang nya jenis darah apa yang di butuhkan pasien


" AB, pasien membutuhkan donor darah jenis AB " ujar dokter


" Kalau begitu dokter ambil stok darah saya sebanyak yang pasien butuhkan, saya siap menjadi pendonor darah untuk Rania " ujar Revan dengan wajah penuh semangat

__ADS_1


" Baiklah mari ikut saya ke ruangan pasien " ujar dokter


" Baiklah " ujar Revan


Revan langsung mengikuti dokter menuju ruang UGD tempat Rania di rawat


" Sebentar tuan, saya ambilkan peralatan nya dulu " ujar dokter langsung keluar dari ruang UGD


" Baby, bangunlah! kenapa kau mengabaikan ku bahkan sebelum aku mengungkapkan perasaan ku. Apakah kau sama sekali tidak memiliki perasaan untuk ku? sampai kau mengabaikan ku begini " ujar Revan sambil mengelus tangan Rania yang berdarah sembari menitikkan air mata


" Mungkin suatu saat aku akan sedikit menyakiti perasaan mu, tapi aku sungguh mencintai mu dengan tulus. Aku mohon baby, bangunlah " ujar Revan


" Tuan! silahkan berbaring biar saya ambil stok darah anda " ujar dokter yang sudah berada di ruang UGD


" Baiklah " ujar Revan


Revan langsung berbaring dan langsung di ambil stok darah nya


" Terima kasih tuan, sudah bersedia memberikan stok darah untuk pasien atas nama Rania " ujar dokter


Revan hanya mengangguk, tubuh nya dalam kondisi lemah karena kehilangan stok darah dalam tubuh


" Baby, semoga dengan donor darah dari ku kau bisa pulih kembali " ujar Revan dengan suara lemah


" Aku rela terbaring lemah seperti ini yang terpenting kau sembuh, baby " ujar Revan sambil menatap Rania yang terbaring di ranjang rumah sakit sebelah Revan


Donor darah yang Revan berikan pun cocok dengan jenis darah milik Rania, Rania sudah melakukan transfusi darah dan sudah berada di ruang ICU


" Baby, cepat lah sadar! " ujar Revan yang duduk di sebelah ranjang rumah sakit Rania


" Aku akan membalaskan semua rasa sakit yang kau rasakan, baby " ujar Revan sambil mengelus tangan Rania dan menatap nya dengan penuh kasih sayang


Lama kelamaan Revan hanyut kedalam mimpi nya karena terlalu kelelahan dengan tangan yang masih menggenggam erat tangan gadis pujaan hati nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2