SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Belum punya keberanian


__ADS_3

" Cih!!! ternyata oli bukan hanya wanita tidak tahu diri, dia juga wanita j*lang, sungguh menjijikan " ujar Revan


" Kalau bukan karena dia akan mengadu kepada orang tua ku bahwa aku sudah menolak cinta nya, mungkin aku sudah mendorong nya ke dalam jurang atau membuang nya ke penangkaran buaya " ujar Revan


" Mending aku tidur saja " ujar Revan langsung menaruh handphone nya kembali ke meja dekat ranjang nya


Setelah itu Revan langsung merebahkan tubuh nya ke atas ranjang king size nya dan langsung terlelap dalam tidur


...----------------...


Pagi hari, matahari sudah menampakkan sinar nya membuat seorang pria tampan yang sedang tertidur pulas merasa terganggu, sinar matahari sudah masuk ke dalam kamar mewah nya melalui celah korden jendela kamar tidur nya


Hal itu membuat nya kesal dan dengan terpaksa dia membuka matanya, pria itu yang tak lain adalah Revan


" Silau banget!!! ganggu aja " ujar Revan menyipitkan mata nya


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan membuat Revan langsung tersulut emosi


" Siapa sih? masih pagi ganggu saja!!! " ujar Revan emosi


Dengan terpaksa dia langsung beranjak dari tempat tidur nya dan melangkah ke arah pintu, pintu pun di buka oleh Revan dan terlihat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tengah tersenyum kepada Revan


" Mama!! ada apa ma, tumben ke kamar Revan " ujar Revan mencoba menahan emosi nya


" Gini nak, mama mau menemani papa untuk perjalanan bisnis ke Inggris. Mungkin akan lama, apa kau tidak apa-apa kalau kita pergi meninggalkan mu? " ujar Melinda


" Jadi mereka akan perjalanan bisnis dalam waktu cukup lama, berarti aku tidak perlu bersikap baik selama mereka pergi " batin Revan menyeringai


" Gimana nak? apa kamu tidak apa-apa mama sama papa tinggal " ujar Melinda


" Tidak apa-apa ma, Revan juga sudah terbiasa hidup mandiri " ujar Revan


" Ya udah kalau begitu mama pergi dulu, papa sudah nungguin di bawah " ujar Melinda


" Iya ma, hati hati " ujar Revan


Melinda langsung turun ke bawah menuju mobil yang akan mengantar kan mereka ke bandara


" Cih!!! sungguh pandai bersandiwara, lihat saja pembalasan ku " ujar Revan menyeringai


" Mending aku mandi dan berangkat ke kantor " ujar Revan langsung menuju kamar mandi nya


Sedangkan di posisi Rania, gadis itu sudah dalam perjalanan menuju ke tempat kerja nya. Rania lebih dulu datang ke rumah Lili untuk berangkat bersama dengan sahabat nya


" Aku udah nggak sabar, pengin tau kenapa pak Vino menelpon Lili " ujar Rania


" Percepat langkah mu Rania, semangat!!! " ujar Rania menyemangati diri sendiri


Tak lama kemudian Rania sampai di depan rumah Lili, dia langsung mengetuk pintu rumah Lili


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


" Assalamualaikum " ujar Rania


" Waalaikumsalam, eh Rania ayo masuk " ujar ibu nya Lili yang bernama Lastri


" Iya Tante " ujar Rania tersenyum mengikuti langkah Lastri ibu nya Lili


Mereka berdua masuk ke dalam rumah Lili dan duduk di ruang tamu


" Lili nya mana Tan? " tanya Rania


" Seperti sedang ganti baju " jawab Lastri


" Oh iya Rania, kamu kok jadi jarang main ke sini sih " ujar Lastri


" Sebenarnya aku sering pulang bareng Lili, tapi udah sore. Jadi nya nggak mampir deh " ujar Rania


" Tante kangen sama kehebohan mu saat main kesini " ujar Lastri


" Hehe, maaf Tante aku heboh banget. Sifat heboh ku sudah hilang " ujar Rania


" Kamu sama Lili itu sudah seperti dua garis vertikal, kalian memiliki sifat yang sama " ujar Lastri tertawa


" Ih!! Tante!! Rania jadi malu " ujar Rania malu


" Kenapa malu? malah Tante seneng kalau kamu sering main ke sini. Rumah nya jadi makin rame " ujar Lastri


" Oh iya Rania, apa kamu dan Lili bekerja di tempat yang sama? " ujar Lastri


" Nggak sih Tan, tapi tempat kerja nya lumayan dekat " ujar Rania


" Memang nya kenapa Tante? " tanya Rania


" Gini loh Ran, jadi kemarin ada nomor tidak di kenal yang menelpon Lili dan kebetulan Tante yang ngangkat terus orang yang nelpon itu ngaku nya bos nya Lili. Tante takut kalau itu bohongan dan yang nelpon bukan bos nya Lili " ujar Lastri menjelaskan


" Siapa ya nama nya? Tante agak lupa … oh iya nama nya Gino " ujar Lastri


" Siapa Tante namanya? Gino? Vino kali Tan, nama bos nya Lili itu pak Vino " ujar Rania tergelak dan tertawa mendengar ibu nya Lili menyebutkan nama seseorang yang salah


" Kamu kenal sama orang nya Ran? " tanya Lastri


" Kenal Tante karena bos aku sahabat nya bos nya Lili, jadi pernah ketemu " ujar Rania


" Eh Ran!! apa orang nya ganteng? " ujar Lastri


" Ganteng Tante " ujar Rania


" Tapi kalau di bandingkan dengan bos kejam sih … lebih ganteng bos kejam " batin Rania


" Eh rania!!! kenapa kamu jadi mikirin bos kejam itu sih " batin Rania kesal


" Beneran dia ganteng Ran? udah punya pacar belum ya " ujar Lastri


" Iya beneran Tante, dan seperti nya punya pacar " jawab Rania


Tak lama kemudian Lili datang dan berjalan tanpa suara ke ruang tamu untuk mengagetkan Rania dan ibu nya


" Hayo!!! kalian lagi membicarakan apa? " ujar Lili


" Astagfirullah Lili " ujar Rania dan Lastri bersamaan


" Ngagetin aja kamu Li " ujar Rania kesal

__ADS_1


" Hehe, maaf Ran " ujar Lili


" Kita lagi ngobrol biasa aja kok Li " ujar Rania


" Ya udah kalau gitu kita berangkat dulu Tan " ujar Rania berpamitan dan mencium punggung tangan ibu dari sahabat nya, begitu juga Lili. Tentu saja dia berpamitan dan mencium tangan ibu nya


" Iya, besok mampir lagi ya Ran " ujar Lastri


" Iya Tante " ujar Rania


" Wassalamu'alaikum " ujar Rania dan Lili hampir bersamaan


" Waalaikumsalam " ujar Lastri


Rania dan Lili melangkah menuju tempat kerja mereka sambil mengobrol


" Eh Li!!! kamu sudah telepon pak Vino " ujar Rania


" Belum Ran, aku belum mempunyai keberanian " ujar Lili


" Tapi … aku jadi takut kalau nanti bertemu pak Vino " ujar Lili


" Kamu harus tetap tenang Ran, pasti nanti rasa takut mu perlahan menghilang " ujar Rania menenangkan sahabat nya


" Tapi aku merasa bersalah dan seperti nggak sopan gitu " ujar Lili


" Hei Li!!! pak Vino itu masih mending dia seperti nya baik hati tidak sekejam pak Revan, jadi kamu santai aja " ujar Rania


" Heh Ran!!! kau belum tau, pak Vino kalau lagi marah itu sebelas dua belas dengan pak Revan tau. Mereka berdua memiliki kesamaan yang sangat mengerikan dan meresahkan " ujar Lili bergidik


" Kamu yang benar saja Li, pak Vino itu kalau di lihat itu tipe cowok yang baik dan tidak suka emosi " ujar Rania


" Maka nya jangan melihat dari luar nya saja Ran " ujar Lili


" Emang kamu pernah lihat pak Vino marah? " tanya Rania


" Pernah, saat itu dia sedang memarahi direktur yang mengurus anak perusahaan MHS' Group " ujar Lili


" Emang nya direktur itu salah apa? " ujar Rania


" Direktur itu salah karena tidak meneliti berkas dengan benar dan malah langsung menandatangani nya, jadi dia langsung di suruh menghadap ke pak Vino " ujar Lili


" Kan hanya kesalahan kecil, masa langsung di hukum " ujar Rania


" Walaupun kelihatan seperti kesalahan kecil, tapi menurut seorang pengusaha itu merupakan kesalahan besar dan berakibat fatal " ujar Lili


" Emang nya hukuman nya ngapain aja? " tanya Rania


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_

__ADS_1


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2