SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Akibat terbentur pintu


__ADS_3

" Minta saja langsung ke orang nya " ujar Revan


" Kau jahat bro!! kata nya kita sahabat, masa kau tega membiarkan ku mengemis meminta nomor telepon teman nya Rania " ujar Vino dengan raut wajah sedih


" Bodo amat!!! " ujar Revan


" Tega nya kau bro!!! sungguh tak berperikemanusiaan!!! " ujar Vino


" Dahlah! aku mengalah, bentar aku telepon Rania dulu " ujar Revan yang tidak tega melihat tingkah sahabat nya itu


Revan beranjak dari duduk nya untuk mengambil handphone yang berada di kamar nya


Setelah Revan keluar dari ruang kerja nya terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja Revan


Tok


Tok


Tok


" Masuk " ujar Vino


" Eh Tante! silahkan duduk " ujar Vino saat mengetahui yang mengetuk pintu tadi adalah Melinda, mama nya Revan


" Iya Vin, Revan nya mana? " ujar Melinda yang tidak melihat keberadaan putra nya


" Revan lagi balik ke kamar nya Tan, mau ngambil handphone " ujar Vino


" Oh gitu, ini di makan camilan nya ya " ujar Melinda


" Iya Tan, terimakasih " ujar Vino


Setelah itu Revan datang dan langsung masuk ke dalam ruang kerja nya sambil terus memainkan handphone nya. Karena ke asik an main handphone akhir nya kepala Revan terbentur pintu


" Bugh… " Anggap saja suara kepala Revan yang terbentur pintu


" Aduh!!! sakit banget … " ujar Revan sambil memegangi dahi Revan yang terbentur pintu dengan keras


" Maka nya bro kalau jalan liat ke depan jangan ke handphone " ujar Vino


" Nak!!! kamu nggak papa " ujar Melinda yang menghampiri Revan untuk mengecek keadaan putra nya


" Tidak apa apa sih ma! tapi kepala Revan pusing dan dahi Revan sakit


" Ya Allah Van, dahi kamu berdarah nak. Bentar mama ambil kan plester " ujar Melinda langsung pergi keluar dari ruang kerja putra nya


" Sakit bro? " ujar Vino menghampiri Revan


" Ya sakit lah!!! tidak lihat apa dahi ku sampai berdarah " ujar Revan emosi


" Santai bro, sensitif amat kaya perempuan lagi PMS aja " ujar Vino terkekeh


" Nggak lucu " ketus Revan kesal dan langsung berjalan menuju sofa


" Hei bro!!! parah banget apa dahi ku? " ujar Revan setelah Vino duduk di sebelah nya


" Parah lah!!! dahi mu benjol dan keluar darah nya " ujar Vino yang kasihan melihat keadaan sahabat nya


" Pantesan sakit! " ujar Revan


" Oh iya, bentar bro aku telepon gadis cerewet itu dulu " ujar Revan yang baru ingat tujuan nya mengambil handphone

__ADS_1


" Santai saja bro, dahi kau kan sedang sakit,. Aku jadi merasa bersalah " ujar Vino


" Hei!!! kita sahabat bro, kau tidak boleh merasa bersalah. Tadi aku saja yang salah karena nggak melihat ke depan malah lihat ke handphone terus " ujar Revan


Terimakasih Revan Pratama, walaupun kau kadang narsis dan gak tahu diri tapi hanya kau sahabat terbaik ku " ujar Vino


" Hei!!! kau memuji sekaligus mengumpat ku, ha!!! " ujar Revan


" Tapi tidak mengapa, karena aku kan sahabat yang baik hati dan tidak sombong jadi aku maaf kan " ujar Revan dengan percaya diri nya


" Tadi marah saat aku mengumpat nya, sekarang narsis nya langsung kambuh " gumam Vino kesal


" Baiklah!!! aku langsung telepon gadis cerewet itu saja " ujar Revan karena tahu sahabat nya sedang kesal


" Hei!!! aku suruh kau telepon Rania Van, bukan gadis cerewet yang entah siapa " ujar Vino


" Aku juga mau telepon Rania, Vino Mahesa!!! " ujar Revan


" Oh!!! jadi gadis cerewet itu Rania


" Dahlah!!! aku telepon gadis cerewet dulu "


Revan langsung menelpon Rania, tapi tidak di angkat dan setelah tiga kali mencoba akhir nya Rania mengangkat telepon


📲 : " Halo pak, assalamualaikum " ujar Rania


📱 : " Waalaikumsalam, kenapa lama sekali mengangkat telepon saya, hah!!! " ujar Revan dengan suara meninggi


📲 : " Eh!! iya maaf pak, tadi saya lagi masak " ujar Rania


📱 : " Kau habis memasak, sekarang sudah selesai kan! takut nya gosong masakan mu " ujar Revan


📱 : " Benar benar ceroboh " umpat Revan dalam telepon karena tau Rania pasti sedang berlari ke dapur


📲 : " Maaf pak menunggu lama! oh iya, ada apa anda menelpon saya " ujar Rania bingung


📱 : " Jadi gini, sebenarnya yang ada urusan dengan mu itu Vino bukan saya " ujar Revan basa basi


📲 : " Udah pak, langsung bilang aja urusan anda apa. Saya jadi bingung kalau anda basa basi " ujar Rania


📱 : " Baiklah! bolehkah saya meminta nomor telepon teman mu yang waktu itu bersama mu di cafe XXXX " ujar Revan


📲 : " Untuk apa ya pak? " tanya Rania terkejut


📱 : " Itu … Vino yang meminta nya " ujar Revan


📲 : " Bukankah Lili bekerja di perusahaan pak Vino ya, kenapa pak Vino nggak meminta langsung ke Lili " ujar Rania


📱 : " Benarkah!!! mungkin dia malu, bisa tolong kirim kan nomor teman mu Rania. Jangan lama lama " ujar Revan


📲 : " Baiklah pak!! nanti saya kirim kan " ujar Rania


📱 : " Iya, kalau begitu saya matikan telepon nya dulu. Wassalamu'alaikum " ujar Revan


📲 : " Waalaikumsalam pak " ujar Rania


Panggilan di matikan oleh Revan, tak lama kemudian ada pesan masuk ke handphone Revan


Ting!!!


" Habis telepon siapa nak? " tanya Melinda yang sudah berada di ruang kerja Revan

__ADS_1


" Bagaimana bro, sudah di kirim nomor telepon nya? " Tanya Vino


" Sudah dong " jawab Revan sambil mengedipkan mata nya sebelah


" Aku habis menelpon pegawai Revan ma! " ujar Revan kepada mama nya


" Oh! kok seperti nya asik banget teleponan nya. Atau jangan jangan kamu habis teleponan sama Zhao lie ya " ujar Melinda


" Apa? buat apa menelpon si oli yang tidak tahu malu itu " gumam Revan


" Tidak ma! Revan memang habis menelpon pegawai di kantor Revan " ujar Revan


" Oh iya, kamu habis jadian sama Zhao lie ya " ujar Melinda meledek putra nya


" Mama tahu dari mana? " tanya Revan


" Dari Zhao lie lah " jawab Melinda


" Kamu beruntung nak, mendapatkan hati Zhao lie. Dia bukan hanya cantik dan multitalenta, dia juga berasal dari keluarga kalangan atas " ujar Melinda


" Cih! beruntung apa nya yang ada aku sial, walau hanya bersandiwara seperti pacar beneran tapi tetap saja dia wanita tidak tahu malu!!! " batin Revan kesal karena mama nya berpihak kepada Zhao lie


" Iya!! Revan beruntung punya pacar seperti Zhao lie " ujar Revan


" Hei bro!! kirimkan nomor telepon nya kepada ku ya " ujar Vino


" Baiklah! ku kirim kan sekarang " ujar Revan


Revan langsung mengirim kan nomor Lili kepada Vino


" Sudah!!! " ujar Revan


" Oke, terimakasih " ujar Vino


" Yoi, sama sama " ujar Revan


" Makasih bro!!! walaupun kau terkadang menyebalkan tetapi ada guna nya juga, sudah mengalihkan pembicaraan mama " batin Revan


" Revan, Vino, mama keluar dulu ya. Kalian lanjut ngobrol saja " ujar Melinda


" Iya ma " ujar Revan


" Iya Tante " ujar Vino tersenyum


Melinda langsung keluar dari ruangan itu, karena takut mengganggu obrolan Revan dan Vino


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2