SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Mengigau


__ADS_3

Tidak ada respon dari Rania membuat Revan menunduk melihat keadaan Rania. Hati Revan merasa tenang saat mengetahui ternyata gadis nya tertidur pulas


" Aku kira kamu sedang menahan rasa takut mu, ternyata sudah tertidur dan berada di alam mimpi " ujar Revan terkekeh


" Kenapa sekarang ekspresi wajah tuan Revan menjadi bahagia, tidak seperti biasanya " batin supir


" Apa gadis itu yang merubah ekspresi wajah tuan Revan " batin supir


" Kelihatan nya romantis, mungkin gadis itu kekasih nya tuan Revan " batin supir


" Gadis cerewet, kau sungguh hebat! bisa menaklukkan hati ku " batin Revan


Sesampai nya di gedung apartemen Revan langsung menggendong Rania menuju apartemen milik nya


" Kau bisa kembali ke mansion! " ujar Revan


" Saya minta kau jangan beritahu siapapun terutama papa dan mama jika saya sekarang berada di apartemen!!! jika sampai mereka tahu saya ada di apartemen, kau akan tahu akibat nya!!! akan saya pastikan hidup mu dan keluarga mu menderita!!! apa kau mengerti!!! " ujar Revan dengan tegas


" Mengerti tuan " ujar supir gemetaran


" Oh iya, jika ada yang ingin ke apartemen saya, saya minta kau cari alasan supaya mereka tidak ke sini!!! " ujar Revan


" Baik tuan " ujar supir


" Kau bisa pergi sekarang " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Baik tuan " ujar supir undur diri meninggalkan apartemen Revan


" Gila!!! serem banget tuan Revan " batin supir


" Apa tuan Revan tinggal satu atap dengan gadis tadi " batin supir


" Tapi seperti nya gadis tadi sangat spesial bagi tuan Revan " batin supir


" Sudah lah, jangan memikirkan tuan Revan terus takut nya nanti aku jadi keceplosan sama tuan dan nyonya Pratama " batin supir


Di posisi Revan, dia sudah berada di kamar Rania


" Kenapa kau sangat cantik by " ujar Revan mengelus rambut Rania lembut


" Aku mohon jangan tinggal kan aku lagi " ujar Revan sembari memandangi wajah cantik Rania


Pandangan Revan tidak pernah lepas sedetik pun dari Rania


" Kenapa … kenapa … kenapa kalian nggak pernah mempercayai ku " ujar Rania menangis


" By, kau kenapa? " ujar Revan langsung membawa Rania ke dalam dekapan nya


" Kalian jahat!!! kenapa kalian lebih percaya dengan fitnah yang belum jelas kebenaran nya " ujar Rania menangis terisak


" By, sadarlah! siapa yang berbuat jahat kepada mu " ujar Revan panik saat tahu Rania sedang mengigau


" Dari dulu hidup ku nggak pernah bahagia! kenapa hidup ini tidak adil kepada ku " ujar Rania sambil memukul dada bidang Revan


" Cup cup cup, sekarang tidak ada yang akan berbuat jahat kepada mu by " ujar Revan menenangkan Rania


" Aduh!!! kepala ku sakit " ujar Rania mulai sadar


" Hei!!! apa yang kamu lakukan di sini " ujar Rania saat menyadari bahwa dirinya berada di pelukan Revan


" Jangan berbuat macam-macam ya " ujar Rania mendorong tubuh Revan


" By, kau tadi kenapa? apa kau sakit lagi " ujar Revan membelai pipi Rania dengan lembut

__ADS_1


" Aku nggak sakit kok " ujar Rania


" Benarkah!!! apa tadi kau bermimpi buruk " ujar Revan


" Iya, aku tadi mimpi aneh " ujar Rania


" Kau bermimpi apa? " tanya Revan


" Tadi aku mimpi aku di fitnah sama seseorang " ujar Rania


" Apa kau tahu siapa orang nya " ujar Revan


" Aku nggak tau karena dalam mimpi tersebut hanya terdapat bayangan saja " ujar Rania


" Baiklah! kau lanjut kan istirahat nya " ujar Revan


" Nggak! aku mau kau jelaskan dulu apa yang sebenarnya terjadi " ujar Rania


" Baiklah! saya akan menjelaskan nya " ujar Revan


Revan langsung menjelaskan tentang hubungan nya dengan Lady Zhao lie yang sebenarnya


" Jadi kamu dan wanita tadi hanya pacar bohongan, kamu hanya berpura-pura " ujar


" Iya! saya hanya berpura-pura " ujar Revan


" Tapi aku kok nggak percaya " ujar Rania


" Kenapa kau masih tidak percaya by? " ujar Revan


" Aku takut kau berbohong dan berkhianat di belakang ku " ujar Rania


" Hei!!! saya mencintai mu setulus hati, jadi saya tidak akan berkhianat ataupun berbohong kepada mu " ujar Revan


" Baiklah! aku akan mencoba mempercayai mu lagi " ujar Rania


" Hei!!! kok kamu nangis sih " ujar Rania menghapus air mata Revan


" Saya terharu by " ujar Revan


" I love you Rania Aprilia " ujar Revan dengan penuh kasih sayang


" I love you too Revan Pratama " ujar Rania


" Baby " ujar Revan


" Ada apa " ujar Rania


" Saya lapar, bisakah kau memasak untuk ku " ujar Revan dengan nada manja


" Oh iya, sekarang udah siang " ujar Rania


" Sebentar ya, biar aku masak dulu " ujar Rania


" Terimakasih sayang " ujar Revan mengecup kening Rania


" Sama-sama " ujar Rania dengan pipi yang sudah memerah


Rania langsung keluar dari kamar nya menuju dapur, sedangkan Revan pergi keruang kerja yang ada di apartemen nya


Setelah selesai dengan pekerjaan nya Revan langsung menuju dapur untuk melihat gadis nya memasak


" Kau sedang masak apa by? " ujar Revan memeluk Rania dari belakang

__ADS_1


" Kamu selalu ngagetin terus!!! " gerutu Rania


" Hehe, maaf by " ujar Revan masih dengan posisi memeluk Rania


" Aku sedang memasak sup ayam, apa kamu suka makan sup ayam? " ujar Rania


" Apapun yang kau masak saya selalu menyukainya " ujar Revan sembari menciumi telinga Rania dengan lembut


" Ih!!! geli tau " ujar Rania langsung melepaskan pelukan Revan


" By! jujur saya sangat bahagia karena kau akhir nya memaafkan ku " ujar Revan menatap Rania intens


" Kata siapa aku sudah memaafkan mu " ujar Rania


" Kau kan sudah baik pada ku, itu tanda nya kau sudah memaafkan ku " ujar Revan


" Belum sepenuhnya kok, aku hanya takut dosa jadi aku memaafkan mu tapi baru sebagian " ujar Rania


" Memang nya bisa memaafkan sebagian " ujar Revan


" Ya bisalah " ujar Rania


" Ini sup nya udah matang kamu bawa ke meja makan aku mau memasak saus nya dulu untuk pelengkap " ujar Rania memberikan mangkuk sup kepada Revan


" Siap bos " ujar Revan langsung membawa mangkuk sup nya ke meja makan


Tak berselang lama masakan Rania sudah selesai semua nya dan mereka tinggal menyantap nya


" Kau ternyata pandai memasak by, masakan mu seperti masakan chef kelas internasional. Sungguh calon istri idaman " ujar Revan gombal


" Idaman nya siapa? " tanya Rania polos


" Idaman nya Revan Pratama " ujar Revan mengedipkan sebelah mata nya


" Cih!! genit banget " ujar Rania


" Tapi saya tidak berbohong, masakan mu memang enak " ujar Revan mengacungkan kedua jempol nya


Setelah selesai makan Rania langsung mencuci piring, tentu nya dibantu oleh Revan


" By, apa kau tahu siapa yang telah mencelakakan mu " ujar Revan saat berada di ruang santai


" Aku masih nggak tau, aku nggak ingat semua nya " ujar Rania


" Baiklah! jangan di paksakan " ujar Revan


" Besok saya harus ke kantor, apa kau tidak keberatan kalau di apartemen sendirian " ujar Revan ragu


" Iya nggak papa " ujar Rania


" Baiklah kalau kau tidak keberatan, besok pulang nya saya akan membawakan mu hadiah " ujar Revan dengan lembut


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2