SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Sangat narsis


__ADS_3

" Lah terus kau nanya dengan siapa? " ujar Vino


" Nanya dengan diri sendiri " ujar Revan


" Ih!!! serem kau bro, sudah mulai bicara sendiri. Mendingan kita ke rumah sakit jiwa saja " ujar Vino


" Sembarangan ngomong nya, aku masih waras dan sehat " ujar Revan dengan suara meninggi


" Hehe, kirain kau sudah … " ujar Vino terpotong oleh kata kata Revan


" Sudah gila maksud nya " ujar Revan menahan amarah nya


" Kirain kamu sudah gila, maka nya jangan ngomong sendiri " ujar Vino tanpa rasa bersalah


" Kau sungguh membuat ku naik darah, untung kau sahabat ku bro kalau nggak udah aku tonjok muka mu itu " ujar Revan sambil mengepalkan tangannya


" Hei!!! jahat sekali kau bro, nanti kalau kau tonjok muka ku yang super tampan ini babak belur dong " ujar Vino


" Nanti kalau aku babak belur dan aku jadi nggak laku bagaimana? kau mau ganti rugi membiayai ku operasi plastik " ujar Vino


" Heh! enak saja, narsis banget kau " ujar Revan


" Aku tidak pernah narsis tahu " ujar Vino


" Terserah!!! kenapa sekarang aku yang jadi kalah telak kalau berdebat dengan mu ya " ujar Revan


" Ya memang seharusnya begitu, kau kan lebih tua dari ku " ujar Vino


" Siapa bilang, kan aku hanya lebih tua dua bulan dari mu jadi tidak perlu di hitung " ujar Revan tidak mau kalah


" Tetap saja mau dua bulan, dua tahun, atau dua hari itu tetap sama kau lebih tua dari ku " ujar Vino


" Terserah lah! aku mengalah karena aku masih waras " ujar Revan


" Jadi kau mau bilang aku gila begitu!!! " ujar Vino emosi


" Ya begitulah! " ujar Revan santai


" Terserah!!! eh … kau tidak lapar bro? " ujar Vino


" Kau pasti lapar kan? " tanya Revan


" Tahu saja kau bro, sungguh kau sahabat terbaik ku " ujar Vino


" Ya udah kita makan malam " ajak Revan


" Tapi bro, nggak enak kalau belum di tawarin dulu sama orang tua mu untuk makan " ujar Vino merasa tidak enak


" Santai aja!! kita sudah di ajak untuk makan malam " ujar Revan


" Kenapa kau tidak bilang dari tadi bro " ujar Vino


" Ya kau saja yang ngajakin debat terus, makanya aku jadi lupa nawarin makan malam!!! " ujar Revan yang tidak mau disalahkan


" Terserah!!! ya udah kita turun, aku sudah lapar banget dan cacing cacing ku sudah pada demo " ujar Vino


" Baiklah, karena aku sahabat yang baik hati, suka menolong dan tidak sombong sekarang kita turun untuk makan malam. Tapi setelah makan kau jangan pulang dulu kita ngobrol lagi " ujar Revan


" Baiklah!!! " ujar Vino

__ADS_1


Mereka langsung berjalan menuju meja makan untuk makan malam bersama keluarga Revan


Di tempat yang berbeda, seorang gadis cantik sedang duduk melamun di dalam kamarnya. Dia adalah Rania


" Aneh!!! kenapa semua orang bertingkah aneh " ujar Rania


" Kenapa jiwa kepo ku meronta-ronta ya? " ujar Rania


" Aku jadi pengin tahu kenapa pak Revan meminta nomor Lili yang katanya untuk pak Vino " ujar Rania


" Jangan jangan … " ujar Rania langsung menutup mulut nya terkejut dengan pemikiran nya yang sangat mustahil terjadi


" Pak Vino suka sama Lili!!! " ujar Rania


" Aku harus telepon Lili nih, dari pada aku kepo terus kaya gini " ujar Rania langsung menelpon Lili


Panggilan pun terhubung


📲 : " Halo Ran, ada apa ya? kamu sudah kangen aja sama aku, padahal kan kita baru ketemu tadi " ujar Lili


📱 : " Idih!!! siapa bilang aku kangen sama kamu " ujar Rania


📲 : " Kalau gak kangen, kenapa pakai nelpon segala " ujar Lili


📱 : Ya, emang nya aku nggak boleh nelpon kamu apa? " ujar Rania


📲 : " Ya boleh lah, emang aku ngelarang kamu untuk nelpon aku? " ujar Lili


📱 : " Ya gak sih! eh Li, tadi pak Vino nelpon kamu apa nggak ya " ujar Rania


📲 : " Eh!!! maksud kamu apaan? aku nggak salah denger? pak Vino nelpon aku? emang ada masalah apa? dan dia dapat nomor telepon ku dari siapa? " ujar Lili


📱 : " Emang kamu dari tadi nggak ada nomor tidak di kenal yang nelpon kamu? " ujar Rania


📱 : " Okeh " ujar Rania


📲 : " Udah aku cek Ran, ternyata benar ada yang nelpon aku dan nomor nya tidak di kenal " ujar Lili


📱: " Mungkin tadi telepon nya di angkat sama ibu mu Li, coba tanya deh " ujar Rania


📲 : " Iya bentar " ujar Lili


📲 : " Eh Ran, ternyata bener ibu ku yang jawab telepon nya dan ternyata benar yang nelpon itu pak Vino " ujar Lili


📱 : " Apa!!! jadi bener!!! " ujar Rania terkejut


📲 : " Jadi kamu tahu Ran, apa kamu yang ngasih nomer ku ke pak Vino? " ujar Lili


📱 : " Hehe, sebenarnya tadi pak Revan itu nelpon aku terus katanya pak Vino minta nomor telepon kamu, terus aku kasih deh " ujar Rania


📲 : Kenapa nggak ijin dulu sih Ran, kan aku belum siap untuk mengangkat telepon nya " ujar Lili


📱 : " Kaya anak kecil aja pake ijin " ujar Rania terkekeh


📲 : " Kan kaya nggak sopan masa pak Vino nelpon malah yang ngangkat ibu ku " ujar Lili


📱 : " Santai aja kali!!! pak Vino nggak akan marah kok, pasti dia memaklumi nya " ujar Rania


📲 : " Semoga aja begitu " ujar Lili

__ADS_1


📱: " Ya udah, aku matiin dulu telepon nya. Besok kita berangkat ke kantor bareng ya " ujar Rania


📲 : " Iya Ran, besok aku tunggu kamu " ujar Lili


📱 : " Wassalamu'alaikum " ujar Rania


📲 : " Waalaikumsalam " ujar Lili


Panggilan pun dimatikan oleh Rania


# Di kediaman keluarga Revan


Mereka semua sudah selesai makan malam bersama, Revan dan Vino langsung kembali ke ruang kerja Revan untuk melanjutkan mengobrol


" Kau mau ngobrol apa lagi bro? " ujar Vino setelah sampai di ruang kerja Revan


" Aku mau minta bantuan mu bro " ujar Revan


" Bantuan apa bro? i am ready to help you " ujar Vino


" Banyak gaya kau " ujar Revan


" Langsung aja mau minta bantuan apa kau bro " ujar Vino


" Begini … kalau kau melihat gerak gerik mencurigakan papa ku, aku minta kau langsung bilang pada ku ya " ujar Revan


" Oh gitu!!! no problem. Kalau hanya itu mah aku jelas akan membantu mu " ujar Vino


" Nah gitu, terimakasih bro. Kau benar Benar sahabat terbaik ku " ujar Revan


" Kalau minta bantuan ya langsung di puji, kalau nggak ya langsung ngajak debat " ujar Vino meledek Revan


" Huh!!! biarin, tetap saja kau sahabat terbaik ku " ujar Revan


" Aku kan memang terbaik sejak dulu, kau saja yang baru sadar " ujar Vino


" Terserah!!! " ujar Revan


" Gitu saja ngobrol nya " ujar Vino


" Iya, memang nya kenapa? " ujar Revan


" Aku mau pamit pulang dulu, sudah malam " ujar Vino


" Iya bro, hati hati " ujar Revan


" Siap " ujar Vino. Vino langsung keluar dari ruang kerja Revan untuk pulang ke rumahnya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2