
#Di kediaman Revan Pratama
setelah menyelesaikan sarapan langsung berpamitan kepada orang tua nya untuk ke kantor
" Revan sudah selesai sarapan nya, jadi Revan berangkat dulu ya ma pa " ujar Revan sambil mencium punggung tangan kedua orang tua nya secara bergantian
" Iya nak hati hati di jalan " ujar Melinda sambil mencium pipi putra nya
Hal itu membuat Revan terkejut, bukan cuma Revan tapi papa nya dan pelayan serta pengawal yang disitu terkejut sekaligus senang karena Revan tidak menolak nya
" Iya ma, Revan berangkat dulu. Assalamualaikum " ujar Revan
" Waalaikumsalam " ujar Melinda dan Danu bersamaan
Revan pun berlalu pergi meninggalkan kedua orang tua nya menuju garasi mobil nya
Sesampai nya di mobil Revan langsung memasuki mobil nya dan segera mencari tisu basah yang selalu di bawa nya karena Revan termasuk tipe pria yang sangat suka kebersihan. Setelah menemukan tisu basah nya dia langsung mengelap pipi bekas ciuman mama nya
" Cih!!! tak Sudi pipi ku di cium sama seorang ibu yang tidak pernah mengganggap kehadiran anak nya " ujar Revan sambil mengelap pipi nya
" Hei kau kemari !!! " bentak Revan kepada salah satu pengawal yang berada disitu
" Ada apa tuan " ujar pengawal itu sambil menunduk hormat
" Buang tisu ini jauh jauh bila perlu bakar tisu itu " ujar Revan dengan datar
" Maaf lancang tuan, memangnya tisu ini bekas apa yah ? " tanya pengawal itu bingung
" Bekas ciuman seorang ibu yang tidak menganggap kehadiran anak nya. Sudah tidak usah banyak tanya buang sekarang " ujar Revan dengan ketus dan datar
" Baik tuan " ujar pengawal itu menunduk hormat dan berlalu meninggal kan Revan
" Tunggu!!! " teriak Revan membuat pengawal tadi berbalik dan berjalan ke arah Revan kembali
" Ada apa tuan " tanya pengawal itu kepada Revan
" Saya minta kamu jangan bilang ke siapapun kalau saya masih kasar ke orang lain. Kalau kamu ketahuan bilang ke orang lain akan saya pastikan kau tinggal nama dalam waktu satu malam " ujar Revan penuh penekanan
__ADS_1
" B- baik tuan, saya tidak akan mengatakan sesuatu kepada orang lain. Kalau begitu saya permisi tuan " ujar pengawal tadi sambil berlalu pergi meninggalkan Revan setelah mendapat anggukan dari tuan muda nya
" Gila tuan Revan, gue kira dah tobat malah semakin parah, gak nyangka gue tuan Revan muka nya kelihatan nya baik tapi kalau sudah marah serem banget " gumam pengawal itu sambil bergidik ngeri karena tuan nya
Di dalam perjalanan wajah Revan terlihat tersenyum bahagia
" Lihat saja, sebentar lagi kedua orang tua yang tidak tahu diri itu akan tunduk kepada ku " ujar Revan sambil menyeringai membuat supir pribadi nya takut melihat seringai an tuan muda nya
" Muka tuan serem banget " batin sang sopir yang dengan susah menelan ludah
Setelah beberapa saat di perjalanan akhirnya Revan sampai di perusahaan R'P Group yang tidak lain adalah perusahaan nya sendiri
Pria tampan itu sedang melangkah kan kaki nya memasuki gedung perusahaan R'P Group dengan gaya cool nya dan tak lupa tatapan tajam nya
Semua pengawal di R'P Group sudah menyambut CEO nya dengan tersenyum kepada Revan dan yang di beri sambutan hanya cuek dan berlalu pergi begitu saja dengan wajah datar tatapan tajam nya
Revan langsung menuju ruangan nya menggunakan lift khusus CEO dan kini dia sudah berada di dalam lift dan sedang menuju ke lantai 20 yang merupakan lantai paling atas di perusahaan itu. Hanya butuh waktu 1 menit dia sudah sampai di lantai paling atas ( maklum lah lift orang kaya semua serba canggih wkwkwk ). Revan langsung memasuki ruangan nya dan duduk di kursi kebesaran nya
Revan segera menelpon sekertaris nya dan tak butuh waktu lama panggilan pun terhubung
📱 : " Waalaikumsalam, kamu ke ruangan saya sekarang " ujar Revan dan langsung memutus kan panggilan nya sebelum sekertaris nya itu menjawab
" Untung anda bos saya tuan dan kesabaran saya masih banyak untuk anda kalau tidak mungkin anda sudah tinggal nama " gumam Farhan yang kesal dengan tuan nya
Disisi Rania, dia sedang berjalan menuju kantor baru nya bersama dengan Lili karena jarak kantor Rania bekerja dengan kantor Lili bekerja itu tidak terlalu jauh atau lebih tepat nya jarak antara kantor Revan dengan kantor Vino tidak terlalu jauh dan tak lama kemudian kedua gadis cantik itu sudah sampai di kantor Vino
" Ran, aku udah sampai aku masuk duluan ya, bye mama ku sayang muah muah " ujar Lili kepada Rania dengan gaya lebay nya
" Bye, anak nakal " ujar Rania sambil terkekeh kepada Lili
" Aku juga mau langsung jalan takut telat, bye Li " tambah Rania kepada Lili sambil melambaikan tangan Lili pun membalas lambaian tangan Rania sambil tersenyum setelah itu dia langsung memasuki kantor nya
Setelah 20 menit berjalan dia pun sampai di perusahaan R'P Group tempat dia bekerja sekarang. Rania langsung memasuki gedung itu menuju ke lift dengan wajah yang tersenyum kepada semua pegawai, dia langsung berjalan ke lift menuju ke lantai 10 yaitu ruang bagian divisi marketing
Setelah sampai dia langsung mencari bagian informatika dan akhir nya ketemu, dia langsung masuk ke dalam ruangan itu dan bertemu dengan Farhan
__ADS_1
" Hai kamu Rania kan " ujar Farhan tersenyum ramah
" Iya pak, saya Rania " ujar Rania dengan tersenyum kepada Farhan
" Tidak usah panggil pak, panggil aja Farhan atau kak Farhan juga boleh " ujar Farhan ramah
" Baiklah kak Farhan " ujar Rania dengan gugup
" Nah seperti itu jangan terlalu formal. Baiklah mari saya antar kamu keruangan mu " ujar Farhan berlalu pergi di ikuti oleh Rania di belakang nya
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di ruang informatika bagian divisi marketing
" Ini ruangan mu Rania, selamat bekerja dan semoga betah. Oh iya nanti ada meeting dengan tuan CEO dan semua pegawai bagian informatika wajib ikut meeting dan meeting nya dilaksanakan jam 1 siang setelah jam makan siang " jelas Farhan kepada Rania
" Baik kak, nanti Rania ikut meeting nya " ujar Rania dengan tersenyum ramah
" Kamu tau kan pekerjaan di bagian informatika ngapain saja? " tanya Farhan kepada Rania
" Rania tau kak " jawab Rania
" Baiklah kalau ada yang masih bingung atau masih kurang paham kamu bisa ke ruangan saya di lantai 15 " ujar Farhan kepada Rania
" Iya kak. Terimakasih sudah membantu Rania dan jadi merepotkan kak Farhan " ujar Rania kepada Farhan
" Udah gak papa, kamu nggak merepotkan niat saya memang ingin membantu kamu " ujar Farhan kepada Rania
" Oke, kalau begitu saya mau kembali ke ruangan saya Ran " tambah Farhan sambil keluar dari ruangan Rania
" Iya kak, silahkan " ujar Rania
...****************...
Halo semua aku update lagi nih saksikan terus kisah Revan dan Rania yah
jangan lupa vote, like and komen yah
See you all 🥰❤️🥰❤️
__ADS_1