SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Kasih sayang Revan


__ADS_3

Rania menumpahkan segala beban pikiran nya di pelukan Revan


"Menangis lah sepuasnya jika itu bisa membuat mu lebih tenang." ujar Revan mengelus punggung Rania dengan sayang


Rania menangis dengan kencang di pelukan Revan, seolah kini Rania sudah menerima kehadiran Revan sang bos kejam sebagai kekasih nya.


Pelukan sang bos kejam itu seolah terasa sangat nyaman dan hangat untuk Rania. Aroma tubuh Revan seolah bisa menenangkan pikiran Rania.


Setelah cukup lama menangis dan menumpahkan segala kesedihan nya di dalam pelukan sang bos kejam nya itu, Rania melerai pelukan Revan.


"Apa sudah puas menangis nya?" tanya Revan sembari menghapus air mata yang membasahi pipi Rania


Rania hanya mengangguk, Rania masih merasa bersedih dan hal itu seolah mimpi bagi Rania, dimana dia yang tidak tau apa-apa di fitnah oleh saudari tiri nya dan membuat nya di usir dari rumah.


"Apa yang menganggu pikiran mu by?" tanya Revan


"Apa kakak yakin ingin menjadikanku kekasih kakak?" tanya Rania


"Saya yakin seribu persen by," jawab Revan dengan tegas dan penuh percaya diri


"Kenapa kau bertanya seperti itu by?" ujar Revan


"Apa kakak tidak malu berpacaran dengan seorang gadis yang di usir dari rumah oleh orang tua nya?" ujar Rania


"Tidak sama sekali, karena saya yakin kau hanya terjebak oleh fitnah dari saudara mu itu." ujar Revan


"Apa! jadi kakak sudah tau kalau--" ujar Rania yang langsung di potong oleh Revan.


"Saya sudah tahu semua nya by, jadi kau tidak perlu menjelaskan nya," ujar Revan


"Apa kau sudah lupa siapa saya? saya sudah mengetahui segala nya tentang mu sekalipun itu kehidupan masa kecil mu sudah saya ketahui semua nya." ujar Revan


"Apa!!!" ujar Rania terkejut membuat mata sipit nya melebar dan itu terlihat menggemaskan di mata Revan


"Tidak perlu terkejut seperti itu sayang, saya tahu kau sangat terharu." ujar Revan


"Ini bukanya terharu tapi lebih ke syok berat!!!" batin Rania


"Aku harus gimana ini? apa aku harus menerima cintanya? seperti nya bos kejam ini beneran tulus mencintai ku." batin Rania bimbang


"Sayang, mulai detik ini saya akan selalu membuat mu bahagia!" ujar Revan mencium kening Rania


Revan memeluk Rania erat sembari mengelus rambut Rania dengan penuh kasih sayang.


"Oh iya, apa kau sudah sarapan?" tanya Revan


"Belum kak!" jawab Rania


"Biar saya ambilkan makanan untuk mu." ujar Revan melerai pelukan nya dan bangkit turun dari tempat tidur.

__ADS_1


"Nggak usah kak, aku bisa ngambil sendiri." ujar Rania


"No! hari ini saya akan melayani dan menghibur ratu ku dengan baik," ujar Revan


"Ingat Rania Aprilia, kau hanya milik Revan Pratama seorang." ujar Revan menatap Rania intens


"Iya kak." ujar Rania tersenyum kaku


"Good girl!" ujar Revan sembari mengacak-acak rambut Rania


"Ih!!! kak Revan…rambut ku jadi berantakan lagi tau!!!" ujar Rania kesal


"Tidak masalah rambut mu berantakan pun saya tetap cinta dan kau tetap terlihat cantik, baby." ujar Revan dengan wajah datar nya


"Cih! gombal banget! kok bisa orang yang kaku dan datar seperti nya ngegombal ya? sungguh langka," batin Rania


"Kenapa aku jadi merasa tidak enak ya dengan kak Revan, dia udah sangat baik kepada ku tapi aku belum bisa membalas nya." batin Rania dan tanpa sadar menitikkan air mata


Tentu saja semua gerak gerik Rania tertangkap jelas oleh penglihatan Revan termasuk saat tanpa sadar menitikkan air mata barusan yang membuat Revan panik.


"Baby, ada apa dengan mu? why are you crying?" ujar Revan yang langsung menatap Rania dengan intens


"Nggak papa kok kak." ujar Rania langsung menghapus air mata nya


"Jangan berbohong! kalau kau tidak apa-apa pasti tidak mungkin kau menangis, " ujar Revan


"Apa yang sedang kau pikirkan, by." lanjut Revan


"Aku tahu kau sedang berbohong, by." batin Revan


"Kak, aku keluar dulu untuk sarapan." ujar Rania langsung bangkit dari duduk nya


"Baiklah." ujar Revan bangkit dari duduk nya


"Kakak mau ngapain?" ujar Rania bingung melihat Revan yang ikut berdiri


Tanpa menjawab, Revan langsung menggendong Rania menuju dapur dan mendudukkan Rania di kursi yang ada di meja makan.


"Kau tetap duduk, jangan bergerak kemanapun." ujar Revan dengan tegas sembari mengambilkan makanan untuk kekasih nya.


"Aku kan bisa ambil sendiri kak!" ujar Rania hendak bangkit dari duduk nya


"Jika kau bangkit dari duduk mu dan bergerak mengambil makanan sendiri maka saya akan mencium mu!" bisik Revan menyeringai


Hal itu membuat Rania terdiam dengan mata yang membulat, segera saja Rania menjatuhkan tubuh nya dan duduk kembali di tempat nya.


"Good girl!" ujar Revan mengelus rambut Rania lembut


"Ih!!! nyebelin banget sih bos kejam ini!" batin Rania sembari menatap sang bos kejam yang sedang mengambilkan nya makanan.

__ADS_1


"Tapi kenapa aku juga merasa senang ya? serasa di sayang banget!!! gemes deh!" batin Rania


"Nggak nyangka bos kejam yang awal nya sangat menyebalkan dan selalu ingin mengajakku bertengkar, kini begitu posesif dalam menjaga ku." batin Rania senyam-senyum


"By, kenapa kau tersenyum seperti itu?" ujar Revan saat melihat Rania melamun dan tersenyum sendiri bahkan tidak menyadari jika makanan sudah terhidang di piring nya.


"Eh! nggak kok kak, aku cuma lagi pengin tersenyum aja. Memang nya nggak boleh ya?" ujar Rania berusaha menutupi kegugupan nya


"Boleh, justru saya lebih suka melihat mu tersenyum…jadi tambah cantik!" ujar Revan


*Blush*


Pipi Rania langsung memerah


"Idih! bisa gombal juga dia." batin Rania


"Ya udah aku mau makan dulu." ujar Rania menunduk dan langsung memakan sarapan nya.


"Bilang saja sedang berusaha menutupi pipi mu yang sudah memerah." ujar Revan yang melihat sekilas pipi kekasih nya yang memerah.


"Uhuk…uhuk…uhuk" Rania terbatuk saat mendengar Revan yang sudah mengetahui pipi nya yang memerah.


"Minum dulu by." ujar Revan memberikan segelas air putih kepada Rania


Rania langsung meminum nya hingga tandas tanpa sisa.


"Makan nya pelan-pelan saja by," ujar Revan


"Aku juga pelan tapi kak Revan ngajakin aku ngobrol terus sih!" ujar Rania cemberut


"Iya-iya maaf, sayang." ujar Revan mengecup pipi Rania


Rania yang sudah merasa malu dan gugup karena pipi nya memerah langsung melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Revan yang kini sedang menatap nya dengan intens.


"Kenapa dia terlihat menggemaskan sekali sih? kau benar-benar hebat Revan dalam memilih kekasih," batin Revan


"Aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungi mu dengan segenap jiwa ku, aku tidak akan membiarkan air mata mu menetes kecuali air mata kebahagiaan. Akan ku buat kau menjadi wanita yang paling bahagia Rania." batin Revan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang novel ini bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2