SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Chef Revan


__ADS_3

"Hah!!! apa yang harus aku lakukan? aku nggak mau Rania menyesal!!!" ujar Lili yang sudah frustasi.


"Aku takut pak Revan kelewatan dan melakukan itu ke Rania," ujar Lili


"Udah lah mending aku makan dulu, paper banget mikirin yang berat seperti itu!" ujar Lili langsung beranjak dari tidur nya menuju ruang makan


Sementara di posisi Vino, lelaki itu juga sedang bingung dengan kehidupan sahabat nya yang super ribet


"Kenapa hidup mu ribet banget sih Van!" ujar Vino yang sekarang sudah merebahkan diri nya di atas ranjang king size nya


"Meskipun kau menyebalkan dan terkadang tidak ada akhlak, tapi kau tetap sahabat ku." ujar Vino


"Bagaimana pun cara nya aku harus menolong Revan!!!" ujar Vino


"Yang aku bingung kan itu…kenapa Revan bisa menjadi sangat dekat dengan Rania, bahkan seperti nya Revan dan Rania tinggal satu atap." ujar Vino


"Apa dengan mereka tinggal satu atap tidak akan menimbulkan masalah baru?" ujar Vino


"Aku khawatir dengan mereka tinggal satu atap itu akan menimbulkan masalah terutama itu bisa menjadi kesempatan emas untuk Zhao lie!!!" ujar Vino yang berpikir Zhao lie akan mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan keadaan Revan dan Rania yang tinggal satu atap, bagaimana pun juga Vino sudah mengetahui jika Zhao lie sudah sangat tergila-gila dengan Revan


"Aku akan selalu siaga apabila Revan membutuhkan bantuan aku akan langsung menangani nya!!!" ujar Vino dengan semangat


"Kenapa seperti nya sikap Revan dan Rania terlihat seperti sepasang kekasih ya?" ujar Vino


"Apa mungkin Revan membuat pernyataan palsu untuk Rania, dan Rania mempercayai bahwa Revan adalah kekasih nya. Dasar sahabat gak ada akhlak!!!" ujar Vino seolah bisa mengetahui apa yang di sembunyikan oleh sahabat nya


"Aku harus tetap berpura-pura tidak mengetahui kebohongan yang Revan lakukan, aku akan mengikuti permainan nya!!!" ujar Vino


"Sudah lah!!! mending tidur!!! pusing kepala ku!" ujar Vino langsung bersiap untuk tidur


...----------------...


Keesokan hari nya, di pagi yang cerah secerah suasana hati orang yang jatuh cinta. Seorang gadis cantik menggeliat dari tidur nya karena merasa terusik dengan sinar matahari yang menyusup masuk melalui celah gorden


"Ternyata sudah pagi! kenapa hari nya cepet banget berganti ya!!!" ujar gadis itu yang tak lain adalah Rania


"Astaga!!! sekarang udah jam 7!!! aduh, aku lupa nggak solat subuh lagi!" ujar Rania setelah melihat jam beker yang ada di meja kecil dekat ranjang tidur nya


"Dasar jam beker nggak berguna!!! buat apa punya jam beker kalau akhir nya nggak di gunakan!!!" ujar Rania memarahi jam beker


"Oh iya! sekarang kan Revan kata nya ada jadwal kuliah, aku belum buatin sarapan lagi!!! semoga Revan belum bangun deh." ujar Rania langsung beranjak dari ranjang tidur menuju kamar mandi


Rania mencuci muka dan menggosok gigi, setelah itu langsung menuju dapur untuk membuat sarapan kekasih nya


Sesampai nya di dapur, Rania dikejutkan oleh seorang pria yang sedang berkutat dengan alat dapur. Pria itu yang tak lain adalah Revan yang sedang sibuk memasak

__ADS_1


"Ih!!! kok kamu yang masak sih!!!" ujar Rania yang berhasil mengejutkan Revan


"Hei by, kau sudah bangun? bagaimana, apa kau tidur dengan pulas?" ujar Revan langsung menghampiri Rania dan langsung memeluk Rania dari belakang


"Pakai acara nanya segala lagi!!! kan sudah jelas aku bangun terlambat jadi aku tentu tertidur dengan pulas donk!" ujar Rania.


"Kalau aku nggak terlambat itu tanda nya aku tidur nya terganggu! aneh!!!" ujar Rania kesal


"Kamu sedang memasak apa? biar aku aja yang melanjutkan masak nya, kamu mandi saja kata nya kamu ada jadwal kuliah hari ini!" ujar Rania


"Tidak! biar chef Revan yang memasak dan nona Rania tinggal melihat kehebatan memasak yang dimiliki chef Revan!" ujar Revan dengan percaya diri nya


"Idih!!! hebat dari mana coba? kemarin pas bantuin aku masak aja hasil masakan nya rasa air laut!!" ujar Rania


"Hei!! kau jangan mengungkit masalah yang itu by! saya waktu itu kan hanya salah memasukan bumbu ke dalam masakan nya!" ujar Revan sembari menyandarkan kepala nya di pundak Rania


"Maksud nya salah memasukan bumbu yang di kira gula tapi ternyata garam gitu!" ujar Rania


"Iya by." ujar Revan dengan wajah yang polos


"Ya ampun masa nggak bisa membedakan sih yang mana garam dan yang mana gula!" ujar Rania terkekeh


"Waktu itu saya terburu-buru by, jadi tidak melihat jelas bahwa itu garam." ujar Revan dengan wajah yang di tekuk


"Ih!!! lucu banget sih muka cemberut nya!!!" batin Rania gemas


"Hei!!! jangan cemberut gitu dong! tambah jelek tau!" ujar Rania, tetapi Revan masih terdiam dan seperti tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Rania


"Kenapa dia diam saja sih? aku harus gimana ini?" batin Rania sembari memikirkan cara mengembalikan sikap Revan


Cup


Sebuah morning kiss mendarat indah di pipi kanan Revan, hal itu membuat sang CEO tampan itu luluh dengan pendirian nya yang sedang ngambek


"Apa kau sedang menggoda ku?" bisik Revan di telinga Rania


"Nggak kok! siapa juga yang menggoda mu!" ujar Rania


Revan melepaskan pelukan nya dari tubuh Rania dan membalikan tubuh Rania agar mengahadap ke arah nya


Cup


kecupan hangat di pagi hari mendarat di bibir mungil Rania, hal itu membuat pipi Rania bersemu merah


"Morning kiss by!" ujar Revan sembari berjalan menuju meja dapur untuk melanjutkan masakan nya

__ADS_1


"Kenapa bibir nya begitu manis? itu membuat ku kecanduan, bagaimana nasib ku setelah dia mengingat semua masa lalu nya." batin Revan


"Apakah aku harus bersikap datar lagi setelah ingatan nya kembali!!" batin Revan


"Huh!" Revan menghela nafas kasar


"Hei!!! itu telor nya nanti gosong!" ujar Rania yang membuyarkan lamunan Revan


"Astaga!!!" ujar Revan yang terkejut saat tersadar dari lamunan nya


Revan segera menyajikan telor goreng yang sedang di masak nya di atas nasi goreng yang sudah di buat nya tadi


"Sayang! kamu lagi mikirin apa sih? kenapa melamun terus!" ujar Rania kesal


"Tidak memikirkan apapun! saya sebenarnya hanya malas saja untuk ke kampus." ujar Revan asal


"Memang nya kenapa? kamu harus semangat dong kuliah nya, biar cepat lulus kuliah." ujar Rania


"Saya ingin di apartemen saja dan bermain dengan mu!" ujar Revan


"Saya tidak mau jauh dari mu by!" ujar Revan


"Memang nya kenapa? lebay dan gombal banget deh!!!" ujar Rania


"Karena hari ini hari pertama saya memberikan permintaan yang harus kau turuti." ujar Revan


"Tapi kan itu bisa nanti, kamu bisa berangkat kuliah dulu!" ujar Rania


"Tapi saya tidak ingin berjauhan dengan mu by," ujar Revan memeluk Rania dari belakang dan menciumi pundak Rania


"Udah ah! berhenti gombal nya, sekarang aku pengin nyobain nasi goreng buatan pacar ku tersayang!" ujar Rania tersenyum


"Sejuk hati ini mendengar ucapan manis nya." batin Revan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2