
" Udang goreng tepung nya terlalu asin " ujar Rania merengek
" Benarkah! biar saya coba " ujar Revan langsung memakan udang goreng tepung buatan nya
" Kau benar by, ini terlalu asin " ujar Revan
" Biar saya buatkan lagi, tadi pasti saya salah memasukan bumbu " ujar Revan
" Biar aku bantu " ujar Rania tersenyum
" Baiklah " ujar Revan
Mereka langsung kembali ke dapur untuk memasak udang goreng tepung lagi
Setelah selesai memasak, Rania dan Revan langsung menyantap nya
" Ini enak sekali by, ternyata kau pandai memasak " puji Revan setelah menyantap makanan yang mereka masak tadi
" Benarkah! katanya masakan mu lebih enak dari masakan chef Jono tapi kok rasa air laut lebih enak ya di banding masakan mu " ujar Rania terkekeh
"Ya maaf, tadi saya salah memasukan bumbu " ujar Revan
" Benarkah! " ujar Rania
" Benar " ujar Revan
Handphone Revan berbunyi, namun Revan mengabaikan nya dan tak ada niatan untuk mengangkat nya
" Sayang, handphone kamu bunyi terus tuh " ujar Rania di sela makan nya
" Biarin " ujar Revan masih fokus dengan makanan nya
" Diangkat ngapa telepon nya siapa tau penting " ujar Rania
" Tidak penting sama sekali by, jadi kita lanjut kan makan nya saja " ujar Revan
" Baiklah " ujar Rania melanjutkan makan nya
" Kau sungguh gadis yang baik, apakah setelah ingatan mu kembali kita masih bisa sedekat ini lagi " batin Revan
Setelah selesai makan, Rania langsung mencuci piring bekas mereka makan
" By, kau tidak perlu mencuci piring nya. Biar saya saja " ujar Revan
" Udah! biar aku aja yang nyuci piring nya " ujar Rania
" Baiklah! " ujar Revan mengalah
Revan langsung memeluk Rania dari belakang dan menyandarkan kepala nya di bahu Rania
" Hei! apa yang kamu lakukan! geli tau " ujar Rania saat Revan menciumi bahu nya
" Geli kenapa " bisik Revan di telinga Rania
" Ih!!! hentikan!!! aku merinding tau saat kamu berbisik di telinga ku " ujar Rania
" Nanti kalau piring sama gelas nya pecah gimana " ujar Rania kesal
" Ya beli lagi by " ujar Revan masih terus memeluk Rania
" Sultan mah bebas, silat lidah sama sultan aja langsung kalah " batin Rania
__ADS_1
Rania sudah selesai mencuci piring dan membalik kan tubuh nya menghadap ke Revan
" Lepasin!!! " ujar Rania
" Tapi saya tidak mau melepaskan mu " ujar Revan langsung menggendong Rania menuju ruang santai
Rania terus memberontak namun tenaga Revan lebih besar di banding tenaga nya, akhir nya Rania mengalah
" Sayang, kamu nggak pulang ke rumah mu " ujar Rania setelah sampai di ruang keluarga, kini Rania duduk di pangkuan Revan sambil menyandarkan kepala nya di dada bidang Revan
" Jika saya pulang siapa yang akan menjaga mu " ujar Revan
" Kenapa aku harus di jaga? " ujar Rania
" Karena saya tidak ingin kau terluka lagi by " ujar Revan sembari mengelus pucuk kepala Rania
" Tapi, aku bisa menjaga diri aku sendiri kok. Lagipula kita bukan muhrim masa kita tinggal satu atap dan hanya berdua " ujar Rania
" Hei! kau tenang saja by, saya tidak akan menodai mu " ujar Revan
" Tapi aku takut " ujar Rania
" Kau tenang saja, sebelum kau tidur kau bisa mengunci pintu kamar mu " ujar Revan
" Tapi, apakah orang tua mu tidak mengkhawatirkan mu dan mencari mu " ujar Rania
" Tidak " ujar Revan
" Baiklah " ujar Rania
" Tenang by, saya tidak akan menodai mu " batin Revan
" Sayang! please deh coba kamu angkat telepon nya " ujar Rania
" Tapi itu panggilan telepon dari orang yang tidak penting by " ujar Revan
" Angkat saja, siapa tau penting " ujar Rania
" Baiklah " ujar Revan
Dengan perasaan malas Revan mengangkat panggilan telepon dari handphone nya dan menekan tombol speaker
📲 : " Halo honey! kenapa kamu baru mengangkat telepon ku " ujar Zhao lie
📲 : " Dan kenapa kau meninggalkan ku sendiri di hotel " ujar Zhao lie
📲 : " Tadi aku ke mansion mu tapi kamu tidak ada, kamu ada dimana " ujar Zhao lie
📱 : " Maaf anda siapa ya " ujar Rania
📲 : " Kamu siapa dan di mana my honey " ujar Zhao lie
📱 : " Harus nya aku yang nanya kamu itu siapa dasar wanita prik " ujar Rania
Rania memutus kan panggilan telepon nya
" Bagus by, semoga kau bisa membasmi si oli itu " batin Revan
" Sayang! aku tanya dia siapa kamu!!! " ujar Rania kesal
" Dia hanya wanita aneh yang menganggap ku sebagai kekasih nya " ujar Revan
__ADS_1
" Apa!!! kamu jangan bohong!!! dia pasti mantan kekasih mu kan " ujar Rania menangis
" Hei! jangan menangis by " ujar Revan mengusap air mata Rania
" Kamu jahat!!! " ujar Rania memukul dada bidang Revan
" Hei! biar saya jelaskan dulu, cinta saya hanya untuk mu baby " ujar Revan memeluk Rania untuk menenangkan nya
" Bohong! tadi aja yang nelpon kamu manggil kamu honey, terus gaya bicara nya manja banget lagi!!! " ujar Rania kesal
" Aduh!!! bagaimana aku menjelaskan nya " batin Revan frustasi
" Kau dengarkan saya dulu by " ujar Revan
" Kekasih saya itu hanya kau dan yang tadi menelpon itu hanyalah fans fanatik ku " ujar Revan menjelaskan
" Fans fanatik tapi kenapa manja banget!!! " ujar Rania di sela tangis nya
" Dia selalu mengejar saya tapi saya tidak pernah menanggapi nya, jadi saya mohon kau percaya kepada saya karena di hati saya hanya ada kau, Rania Aprilia " ujar Revan
" Wanita tadi hanyalah rekan bisnis saya " ujar Revan
" Aku masih belum percaya " ujar Rania ngambek dan beranjak dari pangkuan Revan
Namun baru saja Rania berdiri, tangan kekar Revan sudah menarik tangan Rania membuat Rania jatuh di atas pangkuan Revan lagi
Kini posisi mereka berdua sangat dekat bahkan hembusan nafas mereka saling beradu
" Kau mau pergi ke mana " ujar Revan dengan nafas yang naik turun
" Bukan urusan mu!!! " ujar Rania
" Kenapa begitu? kau itu masih urusan ku by " ujar Revan
" Bukan! jadi terserah aku mau pergi ke mana " ujar Rania
" Lagi pula kamu itu hanya pacar aku yang telah berkhianat! jadi jangan ikut campur urusan ku!!! " ujar Rania dengan tegas
Ucapan Rania membuat Revan naik darah, Revan yang sejak tadi menahan amarah nya akhir nya amarah nya sudah tak tertahankan lagi
Cup
Revan mencium bibir Rania dan ******* nya dengan kasar, dia memaksa agar Rania membuka mulut nya namun Rania tetap menutup mulutnya rapat-rapat. Alhasil karena amarah yang tak tertahankan membuat Revan menggigit bibir Rania agar terbuka dan memperdalam ******* nya
Bibir Rania mengeluarkan darah akibat gigitan Revan yang cukup keras tadi
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1