SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Revan yang Arogan


__ADS_3

" Baiklah! terimakasih " ujar Revan


" Iya sama-sama, ini vitamin untuk meningkatkan imun tubuh mu " ujar Angga sembari memberikan plastik obat berisi vitamin kepada Revan


" Baiklah " ujar Revan menerima plastik vitamin itu


Angga langsung keluar dari kamar tidur Revan untuk kembali ke rumah sakit


" Oke! kau sekarang harus bersikap rileks demi kesembuhan penyakit mu itu " ujar Revan


" Lebih baik aku mandi saja " ujar Revan langsung menuju kamar mandi


Revan berendam di bathtub untuk merilekskan pikiran yang mengganjal di otak nya itu


Setelah kurang lebih setengah jam berendam di bathtub yang di penuhi aroma terapi, Revan langsung memakai pakaian tidur nya


" Kenapa aku terlihat seperti orang kurang kerjaan? lebih baik aku sholat Maghrib dulu " ujar Revan setelah sadar kalau diri nya sedang melamun di sofa kamar nya


Revan langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Maghrib di kamar nya


Setelah sholat Maghrib, Revan merebahkan tubuh nya di ranjang king size nya sambil memainkan handphone nya


Tok


Tok


Tok


" Permisi tuan, maaf mengganggu. Sekarang sudah waktu nya makan malam dan makanan sudah siap semua, tuan bisa turun ke bawah untuk makan malam " ujar seorang pelayan


" Iya!!! nanti saya akan turun!!! " bentak Revan dari dalam kamar


" Iya tuan! di mohon secepatnya turun, ini perintah dari nyonya " ujar pelayan tadi


Brak!!!


Revan langsung membuka pintu kamar nya dengan kasar membuat pelayan tadi ikut terkejut


" Sebenarnya kau masih bisa mendengar atau tidak!!! saya sudah bilang nanti saya ke bawah masih saja belum pergi!!! " bentak Revan dengan tatapan tajam nya dan wajah yang memerah karena emosi yang memuncak


" Maaf tuan " ujar pelayan tadi menunduk kan kepala nya


" Saya tidak akan membiarkan orang yang membuat mood saya memburuk begitu saja!!! setelah saya makan malam, saya tunggu kau di taman belakang mansion!!! " ujar Revan dengan suara tinggi dan tatapan tajam nya


Brak!!!


Pintu tertutup dengan keras oleh Revan, pria tampan itu sungguh sangat mudah terpancing emosi


" Semua orang sungguh membuat ku kesal!!! kapan aku bisa hidup normal seperti orang lain " ujar Revan sambil mengatur pernapasan nya


" Entah kenapa saat bersama gadis cerewet aku merasa nyaman walau hanya sebentar " ujar Revan yang teringat dengan Rania


" Walaupun gadis cerewet itu kalau sudah bicara susah berhenti nya tapi tetap saja aku tidak merasa terganggu " ujar Revan


" Apakah yang kau pikirkan Revan, lebih baik kau turun ke bawah untuk makan malam " ujar Revan

__ADS_1


Revan langsung beranjak dari duduk nya menuju meja makan, di samping meja makan terlihat semua pelayan sedang berbaris dengan rapi


" Silahkan duduk tuan " ujar salah satu pelayan menarik kursi untuk Revan duduk


Revan tidak menyahuti ucapan pelayan itu, mata tajam nya tertuju pada seorang pelayan yang tadi datang ke depan kamar tidur nya


Semua pelayan sibuk mengambilkan makan untuk Revan, mereka sangat berhati-hati karena takut porsi makanan nya tidak pas dan akan terkena marah


Revan menyuapkan makanan nya kedalam mulut tetapi baru dikunyah makanan tadi sudah di ludah kan ke dalam piring


" Apa kalian tidak memasak!!! atau lidah kalian sudah tidak berfungsi!!! kalian ingin membunuh saya dengan masakan kalian yang tidak jelas ini!!! " bentak Revan


" Saya minta nanti jam sembilan seluruh pelayan berkumpul di taman belakang mansion!!! kalau sampai ada yang tidak datang maka akibat nya akan lebih fatal!!! " bentak Revan


Revan langsung pergi keluar dari mansion untuk memerintah salah satu pengawal mengambil kan mobil nya, Tak butuh waktu lama mobil Revan sudah berada di hadapan nya


" Silahkan masuk tuan " ujar seorang pengawal membukakan pintu mobil untuk Revan. Revan hanya mengangguk


Mobil langsung melaju keluar dari mansion mewah nya, entah kemana Revan akan pergi


" Sial! malam hari seperti ini memang nya ada makanan yang enak " ujar Revan kesal


" Kalian pikir saya tidak akan bersikap serius karena takut ketahuan mama dan papa, kalian salah!!! aku tidak akan membebaskan kalian semua dengan mudah!!! dasar para pelayan tidak tahu di untung " ujar Revan


Revan kembali fokus mengemudi sambil mencari tempat makan yang cocok untuk makan malam, tapi mata nya malah tertuju pada seseorang yang dia kenal


" Bukankah itu gadis cerewet, sedang apa dia disini " ujar Revan saat melihat Rania


Revan langsung mengemudikan mobil nya menghampiri Rania


" Eh! mobil siapa ini? kenapa berhenti di sini " ujar Rania yang bingung sekaligus takut saat ada mobil yang berhenti di sebelah nya


" Bos kejam… eh pak Revan " ujar Rania lirih


" Kau tadi memanggil saya apa? " ujar Revan penuh selidik


" Pak Revan " ujar Rania gugup


" Benarkah? " ujar Revan


" Benar pak, saya kan memang memanggil anda pak Revan " ujar Rania tersenyum kaku


" Berarti saya salah dengar " ujar Revan


" Kau sedang apa di sini? " tanya Revan


" Saya mau membeli makanan pak " jawab Rania


" Memang nya kau tidak bisa memasak? " ujar Revan


" Bisa pak, tapi di rumah saya lagi mati listrik dan saya sendirian di rumah " ujar Rania


" Memang nya orang tuamu dan adik tiri mu itu kemana " ujar Revan


" Kenapa bos kejam ini jadi banyak tanya dan kepo banget sih " batin Rania

__ADS_1


" Ayah dan ibu sedang menghadiri acara resepsi pernikahan teman mereka, sedangkan Salsa dia sedang keluar bersama teman nya " ujar Rania


" Memang nya kau mau membeli makanan apa? " tanya Revan


" Saya mau beli nasi goreng di warung ujung jalan situ pak " ujar Rania


" Apakah tempat nya bersih dan higienis? " ujar Revan


" Bersih kok pak tempat nya, apa anda mau coba? " ujar Rania


" Boleh kah saya ikut? " ujar Revan


" Boleh! " ujar Rania


" Baiklah! kau masuk ke dalam mobil saya " ujar Revan


" Baik pak " ujar Rania


Rania dan Revan masuk ke dalam mobil. Revan langsung melajukan mobil, tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di ujung jalan tempat warung nasi goreng berada


" Itu pak warung nasi goreng nya " ujar Rania sambil menunjuk warung kecil penjual nasi goreng


" Kau sungguh mau beli makanan di tempat seperti ini? " ujar Revan


" Iya pak, tempat nya memang sederhana tapi rasa nya enak kok. Kalau kita beli di tempat yang sederhana kita juga sama saja seperti memberi sedekah pada orang yang membutuhkan seperti pedagang kecil dan kita juga bisa belajar hidup hemat karena Allah lebih suka orang yang hemat " ujar Rania sambil tersenyum


" Sungguh mulia pemikiran mu Rania, kau benar kita memang harus belajar berhemat seperti yang di ajarkan dalam agama " batin Revan tersentuh


" Baiklah " ujar Revan singkat


" Jadi anda mau makan di sini atau di bawa pulang? " tanya Rania


" Kau bagaimana? " ujar Revan


" Saya mau di bawa pulang pak " ujar Rania


" Bolehkah saya makan di rumah mu? " tanya Revan


" Boleh pak " ujar Rania tersenyum


" Baiklah, biar saya yang pesan


Revan langsung menghampiri penjual nasi goreng untuk memesan makanan


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2