
Revan mencium bibir Rania dengan sangat lembut, tanpa menunggu lama Revan memperdalam ciuman nya serta ******* bibir Rania dengan sangat lembut membuat sang empu ikut terbawa suasana dan membalas ciuman dari Revan
"Bibir mu sangat manis by." ujar Revan setelah melepas kan ciuman nya
"Manis dari Hongkong, yang manis itu gula kali!" ujar Rania
"Tapi kau lebih manis baby!" ujar Revan
Revan langsung menggendong Rania menuju balkon apartemen nya dan mendudukkan Rania di kursi yang ada di balkon
"Cuaca nya cerah banget! walaupun udah sore tapi masih kelihatan terang!" ujar Rania sembari menatap langit sore hari yang indah
"Secerah wajah mu yang cantik dan terang melebihi langit biru!" ujar Revan
"Ih!!! kalau ngomong nggak jelas banget deh!" ujar Rania
"Baiklah! saya akan berbicara dengan jelas jika saya sangat mencintai mu baby!" ujar Revan sembari memeluk Rania erat
"Udah ah, jangan modus terus! aku pengin fokus lihat langit indah itu dan aku juga pengin ngambil gambar langit itu!" ujar Rania sembari mengeluarkan handphone nya dari saku celana
Rania langsung memotret langit indah tadi sembari tersenyum manis, hal itu membuat Revan tersentuh melihat senyuman manis gadis nya
"Kau sungguh berbeda dari gadis lain by, hanya melihat langit yang cerah pun kau sudah sangat bahagia." batin Revan
"Aku akan selalu membuat mu tersenyum bahagia by, bagaimana pun cara nya!" batin Revan
Di posisi Vino, pria tampan itu kini sudah selesai mengemasi barang-barang nya dan siap untuk memulai kehidupan mandiri nya
"Mungkin keputusan ku untuk keluar dari mansion ini sudah tepat!" ujar Vino
"Aku juga ingin hidup bebas tanpa ada tekanan dari mama dan papa." ujar Vino
"Aku ingin melakukan hal sesuai dengan keinginan ku sendiri selagi hal itu tidak dilarang agama!" ujar Vino
"Semoga hari-hari ku kedepannya menjadi lebih baik!" ujar Vino
Vino menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan, dia melangkah menuruni tangga menuju pintu utama mansion yang sudah ada kedua orang tua nya
"Vino! mama mohon kamu pikir kan lagi keputusan mu! mama mohon kamu jangan pergi nak!" ujar nyonya Mahesa langsung menghambur ke dalam pelukan putra nya
"Maaf ma! keputusan Vino sudah bulat, jadi Vino akan tetap pergi dari mansion ini!" ujar Vino melepaskan pelukan mama nya
"Tenang saja ma, suatu saat Vino pasti akan kembali ke mansion ini lagi!" ujar Vino
"Tapi mama nggak mau berjauhan dengan mu nak!" ujar nyonya Mahesa menangis histeris
__ADS_1
"Kamu anak mama satu-satunya!!!" ujar nyonya Mahesa
"Kenapa dulu papa dan mama tidak membuat kan ku adik?" ujar Vino
"Karena kami hanya ingin memberikan kasih sayang kami hanya padamu sayang!" ujar nyonya Mahesa
"Tapi Vino rela jika kalian membagi kasih sayang pada adik Vino jika Vino mempunyai adik!" ujar Vino
"Tidak! hanya kamu anak terbaik mama dan papa, nak! kamu kebanggaan keluarga Mahesa." ujar tuan Mahesa yang mulai mengeluarkan suara nya
"Kebanggaan! ucapan itu sudah tidak pantas untuk di berikan kepada Vino karena Vino sudah tidak bisa dibanggakan lagi!" ujar Vino
"Bahkan Vino sudah berani menentang keputusan kalian! apa perbuatan Vino itu masih pantas untuk di banggakan!!!" ujar Vino
"Bagaimana pun juga kamu tetap putra kita!!!" ujar nyonya Mahesa masih menangis
"Sudah lah!!! mumpung mama dan papa masih terlihat muda, lebih baik kalian membuat adik agar tidak hanya Vino yang menjadi anak kalian!" ujar Vino
"Tidak nak! kami sudah sepakat untuk tidak akan memberikan mu adik!" ujar nyonya Mahesa
"Terserah kalian! yang jelas Vino akan tetap keluar dari mansion ini!" ujar Vino langsung berjalan sembari membawa koper nya menuju garasi mobil
"Wassalamu'alaikum." ujar Vino
Vino memasuki mobil nya menuju apartemen milik nya
Ya, Vino selama ini memang sudah memiliki banyak rumah dan apartemen. Namun dia sekarang lebih memilih untuk tinggal di apartemen karena apartemen nya menuju perusahaan nya jarak nya lumayan dekat
Setengah jam kemudian Vino sampai di apartemen nya dan langsung masuk ke dalam gedung apartemen pencakar langit tersebut
"Akhir nya hidup ku bebas juga tanpa perlu di kekang lagi!" ujar Vino sembari menjatuhkan diri di atas sofa
"Rasa nya seperti habis keluar dari penjara dan akhir nya aku bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginan hati ku!" ujar Vino
"Ternyata benar kata sahabat gak ada akhlak itu kalau tinggal sendiri itu lebih nyaman dan tenang!" ujar Vino
"Mending sekarang aku merapikan pakaian ku dan nanti setelah selesai merapikan pakaian aku harus pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan makanan ku karena besok aku harus menemani Lili ke apartemen Revan " ujar Vino langsung beranjak dari duduk nya menuju kamar yang ada di apartemen nya dengan semangat
Di posisi Lili, gadis itu baru sampai di rumah nya dan hendak pergi ke kamar nya
"Lili!" ujar ibu nya Lili
"Iya! ada apa Bu?" ujar Lili
"Kamu nanti bisa temenin ibu nggak?" ujar ibu nya Lili
__ADS_1
"Memang nya ibu mau kemana?" ujar Lili
"Ibu mau ke supermarket, kamu temenin ibu ya." ujar ibu nya Lili
"Iya bu! nanti Lili temenin tapi Lili mau mandi dulu!" ujar Lili
"Ya udah kamu mandi dulu! nanti habis makan malam kita ke supermarket!" ujar ibu nya Lili
Lili langsung berjalan menuju kamar nya untuk membersihkan diri
Setelah membersihkan diri, Lili menjatuhkan diri di atas kasur untuk beristirahat sejenak
"Huh! capek banget!!!" ujar Lili sembari menatap langit-langit kamar nya
"Kenapa belakangan ini sikap nya pak Vino seperti berubah ya? tidak seperti biasa nya yang kata pegawai lain memiliki sikap menyeramkan!" ujar Lili
"Tapi kenapa pak Vino bersikap baik bahkan sangat baik kepada ku?" ujar Lili
"Aku kan menjadi tidak enak hati karena selalu merepotkan nya." ujar Lili
"Ah sudah lah! yang penting dia tidak keberatan untuk mengantar kan ku menemui Rania!" ujar Lili
"Melelahkan sekali hari ini!" ujar Lili
Matahari sudah terbenam hari mulai malam, di apartemen Vino pria itu sudah bersiap untuk belanja kebutuhan nya setelah melaksanakan solat Maghrib
"Mending aku cari makan malam dulu setelah itu baru belanja kebutuhan ku!" ujar Vino yang sudah keluar dari apartemen menuju tempat mobil nya di parkir
Vino menjalankan mobil nya meninggal kan apartemen nya
Sedangkan di apartemen Revan, pria tampan itu sudah memakai baju tidur nya dan bergegas keluar kamar menemui gadis pujaan hati nya. Revan melihat Rania sedang berkutat dengan alat memasak nya
"By, kau sedang memasak apa? biar saya bantu." ujar Revan berjalan mendekati Rania
"Aku sedang membuat ikan goreng sama sayur kangkung, jujur aku belum ahli memasak, jadi hanya bisa memasak masakan sederhana saja!" ujar Rania
"Apapun yang kau masak, aku pasti akan memakan nya!" ujar Revan sembari memeluk Rania dari belakang
...****************...
Hai para pembaca, sebelum nya aku mau meminta maaf karena untuk dua Minggu ke depan aku hanya bisa up satu kali dalam seminggu dikarenakan aku ada ulangan tengah semester, jadi tidak bisa menulis novel dulu dan harus fokus belajar
Maaf ya semuanya…
Love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1