
" A- ada yang bisa saya bantu pak " tanya Rania kepada Revan
" Saya mau tanya adik kau kuliah di mana ? " tanya Revan to the poin
" Adik saya kuliah di universitas XXX pak " jawab Rania
" Nama nya siapa ? " tanya Revan
" Nama nya Salsabila Azahra pak " jawab Rania
" Ada apa dengan orang ini kenapa sekarang seperti mencampuri urusan pribadi ku yah " batin Rania penuh selidik
" Berarti adik nya satu tempat kuliah dengan ku, aku bisa cari tahu " batin Revan
Revan langsung berlalu pergi tanpa pamit
" Huh! dasar bos kejam gak ada akhlak langsung pergi aja tanpa salam " batin Rania kesal
Disisi Revan, pria tampan itu kini sedang berada di dalam mobil nya untuk menuju ke universitas XXX tempat nya kuliah
" Akhir nya aku sudah tahu nama adik tiri gadis cerewet itu, sekarang aku tinggal cari tahu apakah dia baik atau jahat " gumam Revan sambil tersenyum devil
" Ih !!! pak bos senyum nya serem banget, bisa ngga sih senyum nya manis dikit " batin supir Revan sambil bergidik
" Entah kenapa setelah mendengar ucapan gadis cerewet itu dan melihat ekspresi yang berubah dari takut jadi sedih aku merasa iba pada gadis cerewet itu " batin Revan
" Aku harus tahu apakah keluarga nya jahat atau tidak karena bagaimana pun juga dia sekarang adalah pegawai ku " batin Revan
" Maaf tuan kita sudah sampai " ujar supir nya sembari membukakan pintu untuk Revan
" Kau boleh kembali ke mansion saya " ujar Revan
" Baik tuan " ujar supir nya
Revan masuk ke dalam gedung universitas XXX dengan wajah datar nya, semua mahasiswa di universitas itu terpesona dengan ketampanan Revan.
" OMG, kak Revan ganteng banget " ujar salah satu mahasiswa
" Iya kak Revan bener bener ganteng yah kalau dilihat dari dekat kayak gini " ujar mahasiswa lain nya
Dan masih banyak lagi pembicaraan seluruh mahasiswa yang mengobrol tentang ketampanan Revan, tapi Revan hanya cuek sampai pada akhir nya ada seorang mahasiswa yang menabrak nya
Bruk!!!
" Maaf kak aku nggak sengaja " ujar mahasiswa itu
" Makanya kalau jalan itu lihat lihat " ujar Revan penuh penekanan
" Iya kak maaf, oh iya kak perkenalkan nama ku Salsabila Azahra bisa dipanggil salsa " ujar mahasiswa itu yang tak lain adalah adik tiri Rania
" Eh!! tunggu jadi ini adik tiri gadis cerewet itu. Kalau dilihat dia seperti nya suka mencari perhatian orang lain dan seperti nya dia sengaja menabrak ku " batin Revan
" Baiklah karena kau suka bersandi wara maka aku akan menanggapi sandiwara mu itu karena bagaimana pun juga nasib gadis cerewet itu kasihan jadi saya akan menolong nya " gumam Revan
" Saya juga minta maaf karena saya tadi juga tidak melihat kau " ujar Revan tersenyum kaku
__ADS_1
" Iya kak nggak papa, aku senang bisa berkenalan dengan kakak " ujar Salsa tersenyum malu
" cih!!! kalau bukan karena aku ingin menolong gadis itu mungkin aku tidak akan berpura pura baik " gumam Revan dalam hati
" Oh iya kak, biar kita lebih akrab boleh minta nomor telepon nya nggak " ujar Salsa dengan manja nya
" Apa !!! dia mau minta nomor telepon ku, dasar gadis tidak tahu diri " gumam Revan kesal
" Tak semudah itu mendapat kan nomor telepon ku, tapi untuk bisa mendekati nya aku harus kasih nomor telepon ku kepada nya " gumam Revan penuh dengan tipu muslihat
" Boleh, mana handphone kamu ? " ujar Revan
" Ini kak handphone aku " ujar Salsa sambil menyerahkan handphone nya ke Revan
" Ternyata sangat mudah untuk mendekati kak Revan, tidak sesulit yang ku bayang kan
" gumam Salsa dengan girang nya
" Kau pikir aku bodoh semudah itu mendapat kan nomor telepon ku " gumam Revan menyeringai
" Ini sudah " ujar Revan sambil menyerahkan handphone Salsa
" Terimakasih kak " ujar Salsa sambil tersenyum kepada Revan
" Sama sama kalau begitu saya pergi dulu " ujar Revan
" Iya kak bye " ujar Salsa dengan centil nya
Revan pun pergi dari situ menuju ruang kelas di universitas itu
Beberapa jam kemudian kelas pun selesai dan Revan berjalan menuju mobil nya sambil memainkan ponsel nya . Sesampai nya di mobil supir nya sudah membukakan pintu untuk nya dan Revan pun masuk ke dalam mobil
Dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan Revan dengan kesal dan orang itu adalah Salsa
" Kenapa kak Revan ngga balas pesan gue sih, padahal dia kan tadi buka handphone " ujar Salsa dengan kesal
" Sabar salsa semua itu butuh proses, nanti juga pesan gue di bales sama kak Revan " ujar Salsa lagi
Disisi Revan, pria itu sedang berada di perjalanan
" Maaf tuan, kita mau kembali ke kantor atau pulang ? " tanya supir pribadi Revan
" Pulang " jawab Revan singkat
" Baik tuan " ujar supir nya
Keadaan pun kembali sunyi karena Revan bukan tipe orang yang banyak bicara, dia hanya bicara seperlunya
Disisi Rania, gadis itu sedang fokus bekerja dan tak terasa hari sudah mulai sore, dia pun bersiap siap untuk pulang
" Huh! nggak kerasa udah sore aja nih hari " ujar Rania
" Pulang bareng Lili asik kali yah " ujar Rania
" Iya deh, aku telepon Lili dulu biar dia nungguin aku dulu " ujar Rania
__ADS_1
Rania pun menelepon Lili dan sambungan terhubung
📱: " Halo Li, Assalamualaikum. pulang bareng yuk " ujar Rania dalam telepon
📲 : " Waalaikumsalam yuk, aku juga pengin ngobrol sama kamu mama Rania " Ledek Lili
📱: " Ih!!! kamu nyebelin banget sih untung aku kangen sama kamu kalau nggak udah aku matiin nih telepon " ujar Rania kesal
📲 : " Ya maaf Ran jangan ngambek ngapa " ujar Lili
📱: " Iya deh, ya udah kamu tungguin aku yah. Aku otw nih " ujar Rania
📲 : " Iya Ran, santai aja aku tungguin kok. Aku matiin telepon nya yah " ujar Lili
📱: " Iya, wassalamu'alaikum " ujar Rania
📲 : " Waalaikumsalam " jawab Lili
Panggilan pun dimatikan dan Rania sudah on the way pulang. Kini Rania sudah berada di luar gedung dia berjala. menyusuri jalan raya yang di penuhi pengendara roda 2 ataupun roda 4 dan banyak juga para pejalan kaki yang melewati jalanan tersebut sampai tak terasa Rania sudah sampai di depan perusahaan MHS' Group dan di depan perusahaan itu Lili sudah menunggu Rania
" Kamu sudah lama nunggu nya Li ? " tanya Rania kepada Lili
" Baru 5 menit aku nunggu nya Ran " jawab Lili
" Oh, ya udah kita langsung jalan saja sambil ngobrol di jalan " ujar Rania
" Ya udah, boleh tuh kita ghibah berjalan wkwk " jawab Lili
" Iya dong, kita kan duo rempong, nggak ada sahabat yang bisa menggantikan ke rempong an kamu Li, wkwk " ujar Rania
" Iya Ran, sama. Di kantor juga nggak ada teman yang asik saat di ajak bicara dan nggak ada yang rempong kaya kamu Ran " ujar Lili
" Karena kita kan best friend forever, iya nggak " ujar Rania
" Iya bener tuh duo rempong. Kita nggak akan terpisahkan apapun rintangan dan masalah yang kita hadapi kita akan selalu bersama " ujar Lili
" Iya Li " ujar Rania
Mereka terus mengobrol dengan tawa canda yang menghiasi obrolan mereka
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah
__ADS_1