SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Memandang kasta dan harta


__ADS_3

"Lah terus sama siapa? padahal mama sudah berharap jika kamu jatuh cinta dan berpacaran dengan Elvira!" ujar nyonya Mahesa sedikit kecewa


"Apaan sih mama! kenapa kesan nya aku seperti di paksa untuk berpacaran dengan Elvira licik itu?" batin Vino


"Tidak dengan siapapun, dan yang jelas Vino tidak akan berpacaran dengan Elvira!!!" ujar Vino dengan tegas


"Memang nya kenapa Vin, apa kurang nya Elvira? dia cantik, baik dan ramah." ujar nyonya Mahesa


"Iya benar ma! Elvira sangat pantas dan serasi dengan mu Vin!" ujar tuan Mahesa yang setuju dengan ucapan istri nya


"Stop!!! Vino tidak akan pernah mencintai Elvira sampai kapan pun dan di hati Vino tidak pernah terukir nama Elvira. Jadi Vino mohon mama dan papa jangan mendekat kan Vino dengan Elvira!!!" ujar Vino dengan suara meninggi


"Baiklah! jadi siapa yang sedang kamu cintai Vin, mama tau kamu sedang mencintai seseorang walaupun kamu bilang tidak namun mimik wajah dan tatapan mata mu berkata lain." ujar nyonya Mahesa


"Baiklah! Vino memang sedang mendekati seseorang!" ujar Vino


"Siapa?" ujar nyonya dan tuan Mahesa bersamaan


"Dia pegawai nya Vino!" ujar Vino yang akhir nya jujur kepada orang tua nya


"Apa? kamu suka dengan pegawai kamu sendiri?" ujar nyonya Mahesa


"Iya ma, jujur Vino langsung terpesona dan kagum sejak pertama kali bertemu dengan dia!" ujar Vino


"Vino! papa minta mulai sekarang kamu jauhi pegawai mu itu!" ujar tuan Mahesa


"Memang nya kenapa pa? kenapa papa menyuruh ku menjauhi nya padahal kalian belum pernah bertemu dengan dia!" ujar Vino


"Karena perbedaan kasta!!! kasta kalian berdua pasti sudah jelas sangat berbeda dan berbanding terbalik, apa kata orang nanti jika tau kau menikah dengan gadis biasa yang merupakan pegawai mu!!!" ujar tuan Mahesa


"Pasti mereka akan menghujat mu!!!" sambung tuan Mahesa


"Kenapa sekarang mama sekarang jadi berubah? kenapa kalian sekarang menjadi mengatur kehidupan Vino? kenapa kalian menjadi memaksakan keinginan Vino?" ujar Vino


"Bukankah dulu mama dan papa selalu mensupport dan menuruti segala keinginan Vino selagi itu bisa membuat Vino senang! tapi sekarang apa? kalian bahkan tidak membela keputusan Vino!!!" ujar Vino kecewa


"Bukan seperti itu maksud kamu Vin!" ujar Vino


"Jujur Vino kecewa karena selama ini Vino mengira papa dan mama tidak memandang kasta dan harta tapi ternyata dugaan Vino salah!!!" ujar Vino


"Bukan gitu maksud kita Vin, kita cuma mau kamu berjodoh dengan orang yang sederajat! itu juga demi kebaikan mu!" ujar nyonya Mahesa


"Kebaikan apa ma! yang ada Vino malah tertekan jika di jodohkan secara terpaksa dan itu membuat kehidupan rumah tangga Vino nanti hancur!!!" ujar Vino


"Vino tidak mau di jodohkan ma! jika kalian bersikeras menjodohkan Vino lebih baik Vino pergi dari sini!!!" ujar Vino beranjak dari duduk nya

__ADS_1


"Vino! kamu jangan pergi nak, jangan tinggalin mama!" ujar nyonya Mahesa memegang tangan Vino memohon sembari menangis


"Buat apa Vino disini jika Vino tinggal bersama kalian saja hidup Vino selalu di atur, lebih baik Vino tinggal sendiri seperti Revan!" ujar Vino


"Tapi Revan sekarang juga sudah tinggal bersama orang tua nya!" ujar nyonya Mahesa


"Terserah! yang jelas Vino ingin tinggal sendiri!" ujar Vino melepaskan tangan mama nya menuju kamar pribadi nya


Nyonya Mahesa menjatuhkan tubuh nya ke lantai, tuan Mahesa pun menenangkan istri nya


"Sudah jangan menangis! Vino itu tipe anak yang keras kepala, jadi dia butuh waktu untuk menenangkan diri. Nanti apabila diri nya sudah tenang pasti Vino akan kembali ke sini lagi!" ujar tuan Mahesa


"Tapi kalau Vino nggak mau kembali gimana?" ujar nyonya Mahesa


"Vino termasuk anak yang berbakti, jadi dia tidak akan melupakan orang tua nya, sekarang api amarah nya masih menyala, jadi kamu jangan memanasi nya lagi! biarkan dia menenangkan diri sendiri dulu!" ujar tuan Mahesa kepada istri nya


"Walau bagaimana pun juga mama tetap khawatir pa, mama takut nanti Vino melupakan kita. Dia anak kita satu-satunya!" ujar nyonya Mahesa


"Sudah! mama tenang saja, papa akan memantau Vino dari jauh." ujar tuan Mahesa lirih


"Baiklah!" ujar nyonya Mahesa


Di apartemen Revan, kedua insan yang sedang di mabuk asmara sedang bersantai dan bermesraan


"Ada apa?" ujar Rania yang kini duduk di pangkuan Revan


"Besok seperti nya sahabat mu akan datang ke sini lagi! apa kau senang?" ujar Revan


"Benarkah! aku sangat senang! meskipun aku belum mengingat masa lalu ku, tapi saat bersama Lili rasa nya aku bahagia!" ujar Rania


"Apa saat bersama saya kau tidak bahagia?" ujar Revan dengan raut wajah sedih


"Bukan begitu maksud ku! aku juga bahagia saat bersama mu, tapi saat bersama Lili rasa nya aku seperti sudah akrab dan kenal lama padahal aku melupakan kejadian masa lalu ku!" ujar Rania


"Aku bisa melihat jika kamu sangat baik di mulai dari sikap posesif mu sampai sikap manis dan romantis mu!" ujar Rania tersenyum


"Oh iya, menurut ku sahabat ku sifat nya bagaimana?" ujar Revan


"Pak Vino?" tanya Rania


"Iya!" ujar Revan


"Menurut ku pak Vino baik, dia juga terlihat cukup ramah!" ujar Rania


"Dia memang lebih ramah jika di bandingkan dengan ku!" ujar Revan

__ADS_1


"Kata siapa kamu nggak ramah!" ujar Rania


"Saya sudah mengetahui sifat saya sendiri." ujar Revan


"Tapi menurut ku kamu tipe orang yang ramah kok!" ujar Rania tersenyum


"Benarkah!" ujar Revan dan langsung di angguki oleh Rania sembari tersenyum


"By! senyuman mu manis sekali, senyum mu membuat mu tambah cantik!" ujar Revan memuji kekasih nya


"Udah ah! jangan memuji ku terus nanti aku bisa terbang!" ujar Rania dengan pipi yang sudah memerah


"Hei! sebegitu terharu sebab saya memuji mu, pipi mu sangat memerah seperti kepiting rebus!" ujar Revan menggoda Rania


"Revan stop!!!" ujar Revan


"Panggil dulu saya 'my sweet heart' by!" ujar Revan


"Baiklah! my sweet heart." ujar Rania malu-malu


Hati Revan serasa menghangat mendengar ucapan manis dari kekasih nya, kini posisi mereka saling bertatapan dengan penuh cinta. Melihat Rania yang sedang fokus menatap nya membuat Revan mempunyai kesempatan dalam kesempitan. Revan mendekatkan wajah nya ke wajah Rania, tanpa menunggu lama Revan langsung memegang dan sedikit menekan tengkuk Rania, hingga…


Cup


Revan mencium bibir Rania dengan sangat lembut, tanpa menunggu lama Revan memperdalam ciuman nya serta ******* bibir Rania dengan sangat lembut membuat sang empu ikut terbawa suasana dan membalas ciuman dari Revan


"Bibir mu sangat manis by." ujar Revan setelah melepas kan ciuman nya


"Manis dari Hongkong, yang manis itu gula kali!" ujar Rania


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah

__ADS_1


__ADS_2