
"Sebenarnya saya kesini juga untuk mengajak Lili menemui Rania!" ujar Vino
"Memang nya Rania sekarang tinggal dimana?" tanya ibu nya Lili
"Pak! jangan bilang kalau Rania tinggal sama pak Revan!" bisik Lili
"Baiklah!" bisik Vino
"Rania sekarang tinggal di apartemen yang berikan perusahaan R'P Group!" ujar Vino
"Syukurlah kalau Rania baik-baik saja." ujar ibu nya Lili
"Tentu saja Rania baik karena sahabat gak ada akhlak itu sangat posesif!" batin Vino
"Sungguh tidak ada akhlak memalsukan hubungan!" batin Vino
"Iya Tante, Rania baik-baik saja." ujar Vino
"Oh iya Tante, kami langsung berangkat saja soal nya sudah di tunggu sama Revan dan Rania." ujar Vino
"Aduh!!! keceplosan!!!" batin Vino
"Ya ampun pak Vino yang terhormat nyebelin banget sih! pake acara keceplosan segala! batin Lili
"Iya! kalian hati-hati." ujar ibu nya Lili sembari berdiri untuk mengantarkan Vino dan Lili ke depan
"Vino! jaga Lili ya." ujar ayah nya Lili menepuk pundak Vino
"Pasti Om! Vino akan menjaga Lili dengan baik!" ujar Vino
"Terimakasih!" ujar ayah nya Lili
"Sudah seharusnya saya menjaga Lili karena saya yang membawa nya pergi!" ujar Vino
"Wassalamu'alaikum." ujar Vino dan Lili bersamaan
"Waalaikumsalam." ujar ibu nya Lili
"Waalaikumsalam." ujar ayah nya Lili
Di tempat yang berbeda tepat nya di apartemen Revan, kini Rania sedang membuat sarapan untuk nya dan Revan
"Good morning baby!" ujar Revan memeluk Rania dari belakang dan menyandarkan kepala nya di bahu Rania
"Morning!" ujar Rania
"Ini kopi sama sandwich nya buat kamu!" ujar Rania sembari meletakkan kopi dan sandwich buatan nya di meja makan
"Terima kasih sayang." ujar Revan melepaskan pelukan nya dan mencium kening Rania mesra
"Sama-sama." ujar Rania dengan pipi yang sudah memerah langsung kembali ke dapur untuk mengalihkan perhatian
"Pasti pipi nya sedang memerah!" ujar Revan
"Sungguh menggemaskan!" ujar Revan
"Ternyata bahagia sekali jika orang yang kita cintai menjadi kekasih kita walaupun aku belum mengungkapkan perasaan secara resmi." batin Revan
"Setelah ingatan Rania kembali aku harus mengungkapkan perasaan ku secara resmi!" batin Revan
"Oh iya, hari ini Vino dan Lili akan datang ke sini. Pantas saja Rania terlihat sibuk sekali memasak! aku harus membantu nya." ujar Revan
__ADS_1
Setelah selesai menyantap sandwich dan kopi nya Revan segera beranjak dari duduk nya untuk membantu gadis nya memasak
"Biar saya bantu by." ujar Revan
"Nggak usah! aku bisa sendiri kok." ujar Rania tersenyum
"Tidak! saya tidak ingin kau terlalu lelah, nanti jika kau sakit bagaimana?" ujar Revan
"Huh! baiklah!" ujar Rania pasrah
"Good girl!" ujar Revan sembari mengelus pucuk kepala Rania
Revan akhir nya di perbolehkan membantu Rania memasak, kedua insan itu memasak sembari bermesraan karena Revan yang nakal dan pintar mengambil kesempatan
Di posisi Lili dan Vino, kini mereka berdua sedang berada di mobil mewah milik Vino
Suasana nampak hening dan menegangkan, tidak ada yang membuka suara sama sekali.
"Sekarang kita ke apartemen saya dulu, kau harus mengajari saya memasak!" ujar Vino dengan gaya cool nya
"Baik pak!" ujar Lili
"Aduh!!! aku harus mengajari pak Vino masak apa coba? aku cuma bisa buat masakan yang sederhana!" batin Lili tampak berpikir keras
Lima belas menit kemudian mobil mewah Vino sudah sampai di tempat parkir khusus pemilik apartemen tersebut
"Sudah sampai!" ujar Vino
"Jadi bapak tinggal di sini?" ujar Lili
"Iya! memang nya kenapa?" ujar Vino
"Nggak papa!" ujar Lili tersenyum
"Hei! kau ingin turun atau tidak?" ujar Vino yang sudah membukakan pintu untuk Lili
"Eh! iya pak maaf!" ujar Lili
"Maka nya jangan suka melamun tidak jelas!" ujar Vino
"Hehehe tau aja!" ujar Lili terkekeh
Lili langsung turun dari mobil Vino
"Ayo!" ujar Vino sembari mengulurkan tangan nya kepada Lili
"Iya pak!" ujar Lili membalas uluran tangan Vino
"Oh iya! saya minta kau jika di luar kantor jangan panggil saya 'bapak' atau 'pak' itu terkesan terlalu tua." ujar Vino sembari berjalan menuju apartemen nya
"Jadi, saya harus panggil anda apa?" tanya Lili
"Panggil nama atau apa lah!" ujar Vino
"Panggil sayang, baby, honey juga boleh!" batin Vino tergelak
"Gimana kalau saya panggil 'kak', soal nya kalau manggil nama nya langsung terdengar canggung." ujar Lili
"Baiklah! kau bisa memanggil saya 'kak' mulai sekarang!" ujar Vino sedikit menekan
"Baik k-kak!" ujar Lili
__ADS_1
"Lumayan!" ujar Vino sedikit menarik sudut bibir nya
"Yes! akhir nya satu langkah lebih dekat." batin Vino
"Ini apartemen saya! sebentar saya buka pintu nya." ujar Vino sembari membuka pintu apartemen nya
"Pasti apartemen nya rapi banget secara dia kan pengusaha sukses jadi nggak mungkin tempat nya kotor dan tidak rapi." batin Lili
Ceklek
Pintu terbuka, Vino masuk ke dalam apartemen nya diikuti oleh Lili
"Astaga…aku ralat ucapan ku tadi. Apakah ini apartemen seorang pengusaha, ini mah lebih pantas di sebut kontrakan masa iya apartemen seorang pengusaha sukses kayak kapal pecah." batin Lili
"Model nya sih bagus banget terus luas banget rumah ku saja kalah telak ukuran nya tapi berantakan nya nggak karuan, memang nya nggak risih apa tidur di tempat berantakan kayak gini
"Kau duduk dulu biar saya buatkan minum." ujar Vino
"Tidak usah kak!" ujar Lili
"Saya tidak menerima penolakan!" ujar Vino
"Baiklah!" ujar Lili pasrah
"Kau raja nya maka dayang mu ini akan menuruti nya!" batin Lili
Vino bergegas pergi ke dapur meninggalkan Lili
"Baiklah! aku akan membantu merapikan apartemen ini!" ujar Lili sembari mulai merapikan pakaian kotor yang berserakan di mana-mana dan menaruh semua pakaian kotor di keranjang tempat menampung pakaian kotor
Setelah selesai merapikan pakaian kotor, Lili mengambil kemoceng untuk membersihkan debu
"Hei! apa yang sedang kau lakukan?" ujar Vino
"Ya bersih-bersih lah kak, masa lagi main bola!" ujar Lili sembari membersihkan debu
"Kenapa kau repot-repot membersihkan nya? saya juga bisa melakukan nya." ujar Vino
"Nggak papa kak! hari ini aku akan membantu merapikan apartemen ini, di jamin kinclong!" ujar Lili sembari tersenyum
"Baiklah jika itu mau mu, tapi saya juga ingin ikut membantu!" ujar Vino
"Iya kak! jika kakak nggak bantu juga nggak papa." ujar Lili
"Tidak! nanti kau kelelahan! saya tidak ingin melihat mu sakit." ujar Vino
"Iya kak!" ujar Lili langsung melanjutkan semua nya
Lili mulai membersihkan apartemen Vino dengan gesit, Lili sangat bersemangat dalam pekerjaan nya.
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah