
"Biarkan saja! kau tidak perlu menanggapi tatapan mereka." ujar Revan dengan santai nya
"Cih! aku kan bukan tipe orang yang cuek, datar dan kejam seperti mu!" batin Rania
"Kau tenang saja, nanti tidak akan ada yang menatap mu sinis seperti tadi." ujar Revan
"Kalau begitu saya langsung ke ruangan." ujar Revan
"Iya pak!" ujar Rania
Revan pergi menuju ruang kerja nya yang letak nya di lantai paling atas
Revan langsung masuk ke dalam ruangan nya dan duduk di kursi kebesaran nya sembari mulai mengotak-atik komputer nya
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" ujar Revan
Setelah mendengar perintah dari tuan nya orang yang mengetuk pintu yang tak lain adalah Farhan pun masuk
"Ada apa?" tanya Revan
"Begini tuan, saya sudah mengecek CCTV yang anda maksud kan." ujar Farhan
"Jadi bagaimana?" ujar Revan
"Ini chip nya, anda bisa melihat nya sendiri." ujar Farhan sembari menyerahkan sebuah chip yang berisi rekaman CCTV yang dia selidiki kepada Revan
"Terima kasih!" ujar Revan
"Sama-sama tuan. Oh iya tuan, ada yang ingin saya tanyakan." ujar Farhan
"Silahkan!" ujar Revan
"Jadi gini tuan, Apa benar orang yang anda selidiki itu Rania? saya sempat melihat rekaman CCTV itu dan terlihat sangat jelas jika orang yang kecelakaan itu Rania." ujar Farhan
"Iya, kau benar!: ujar Revan
"Jadi, Rania itu memang tidak bekerja karena kecelakaan." ujar Farhan
"Iya! dan saya di suruh oleh sahabat nya untuk menyelidiki kasus ini!" ujar Revan
"Baiklah tuan, saya permisi dulu." ujar Farhan yang mendapat anggukan dari Revan
Farhan langsung keluar dari ruangan Revan menuju ruangan nya
Sementara Revan langsung menyambungkan chip nya ke laptop untuk melihat rekaman CCTV itu
Mata Revan terbelalak saat melihat rekaman CCTV di komputer nya. Seketika tangan nya mengepal dan rahang nya mengeras.
__ADS_1
"Keterlaluan!!! dasar pecundang!!! brengsek!!!" ujar Revan dengan amarah yang memuncak
"Berani-beraninya dia mencelakakan gadis ku, lihat saja nanti pembalasan ku!!!" ujar Revan
"Kenapa kau harus melukai gadis ku Reno Alvaro? apa salah nya? dasar pecundang!!!" ujar Revan yang masih kalut dengan amarah nya
Revan tipe pria yang susah mengendalikan emosi nya, pria itu harus melampiaskan emosi nya dulu terhadap seseorang atau pun barang.
"Lihat saja apa yang akan ku lakukan kepada mu Reno Alvaro!!!" ujar Revan dengan sorot mata tajam
Tok
Tok
Tok
"Siapa yang berani mengganggu ku!!!" ujar Revan kesal
Revan berjalan ke arah pintu ruangan nya untuk membuka pintu
Setelah pintu terbuka terlihat lah seorang wanita berwajah blasteran dengan pakaian minim nya
"Ternyata ada ulat bulu yang kegatelan!" batin Revan sembari memutar bola mata nya jengah
"Honey! kamu kemana saja sih? aku merindukan mu!" ujar Zhao lie langsung memeluk Revan erat
"Kenapa saat di peluk Zhao lie rasa nya seolah aku sangat kotor!" batin Revan
"Honey!!! kok nggak jawab sih! you are sick?" ujar Zhao lie saat melihat wajah Revan yang terlihat merah padam
"Untuk menghindari nya, lebih baik aku bilang sedang sakit." batin Revan
"Kamu sakit apa? sini biar aku periksa," ujar Zhao lie sembari menggandeng tangan Revan
"Sakit melihat wajah mu dan pakaian mu yang kekurangan bahan!" batin Revan geram
"Kau tenang saja, aku hanya perlu istirahat sebentar." ujar Revan beralasan
"Aku nggak percaya! You don't need to lie." ujar Zhao lie
"Aku tidak berbohong! aku hanya perlu istirahat di ruangan ku saja, dan kau bisa pulang ke rumah." ujar Revan
"Kau mengusir ku secara halus?" ujar Zhao lie dengan raut wajah sedih
"Sebenarnya aku justru berniat ingin mengusir mu secara kasar dan menyeret mu keluar dari perusahaan ku, tapi karena aku harus bersandiwara jadi keinginan itu ku urungkan." batin Revan
"Tidak! aku tidak berniat mengusir mu, tapi aku hanya ingin tidur dengan tenang dan nyaman. Aku juga tidak ingin melihat mu menunggu ku yang tertidur, jadi lebih baik kau pulang saja dulu." ujar Revan
"Tapi aku kangen sama kamu honey!" ujar Zhao lie manja
Revan berjalan masuk ke dalam ruangan nya bersama Zhao lie yang masih terus memegangi tangan nya
Revan menjatuhkan diri nya ke sofa ruangan nya, diikuti dengan Zhao lie yang hendak duduk di pangkuan nya
"Apa yang kau lakukan?" ujar Revan
__ADS_1
"Tentu saja aku ingin duduk di pangkuan mu honey." ujar Zhao lie
"Apa kau lupa Zhao lie jika aku sedang sakit?" ujar Revan
"I don't forget, why?" ujar Zhao lie
"Jika kau tidak lupa kenapa kau ingin duduk di pangkuan ku? tubuh ku sedang pegal-pegal, jadi kau duduk di sofa saja." ujar Revan
Namun Zhao lie mengabaikan ucapan Zhao lie dan malah langsung menjatuhkan diri ke pangkuan Revan
"Dasar bit*h!!! sungguh tidak tahu malu!!! apa mungkin urat malu nya sudah putus?" batin Revan saat Zhao lie duduk di pangkuan Revan dengan rok ketat and minim yang di pakai nya terangkat hingga memperlihatkan kain segitiga gadis itu dengan buah dada dengan ukuran luar biasa sedikit menyembul keluar
"Kau pasti akan tergoda dengan tubuh ku." batin Zhao lie
"Heh! kau pikir aku akan tergoda dengan tubuh mu ini? Tidak akan! walaupun kau bertelanjang pun aku tidak akan tergoda dengan tubuh murahan mu itu!!!" batin Revan
Wajah Zhao lie mendekat ke wajah Revan, wanita itu hendak mencium Revan. Tapi…
"Astaga!!! mata ku yang polos dan suci!!!" ujar Farhan yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Revan dan menyaksikan adegan dewasa itu langsung memalingkan wajah nya
Mata Revan membulat sempurna saat melihat Farhan berada di ruangan nya dan melihat kelakuan lancang Zhao lie di dalam ruangan nya
"Mampus!!! Apa yang harus aku jelaskan kepada Farhan? Bagaimana jika Farhan mengatakan nya kepada Rania?" batin Revan
"Setelah ini aku harus menjelaskan kesalahpahaman ini." batin Revan
"Aku harus memanfaatkan Farhan untuk menjauh dari oli." batin Revan
"Farhan! apa kau membawa berkas yang saya minta?" ujar Revan mengalihkan pembicaraan
"S-sudah tuan." ujar Farhan dengan posisi masih memalingkan wajah nya
"Kalau begitu kita langsung memulai tinjauan nya mulai dari lantai paling bawah." ujar Revan
"Tinjauan? Maksud anda tinjauan ap…"
"Apa kau sudah lupa jika aku hari ini harus melakukan peninjauan kepada para pegawai?" ujar Revan sedikit menekan
"M-maaf tuan saya lupa." ujar Farhan yang maksud dengan apa yang di ucapkan oleh bos nya
"Baiklah! kita pergi sekarang." ujar Revan yang langsung mendorong tubuh Zhao lie
"Aku ikut honey." ujar Zhao lie
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang novel ini bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah