
" Kita mau nongkrong di cafe XXXX tante, kalau begitu Vino berangkat dulu assalamualaikum " ujar Vino sambil menunduk hormat
" Iya Vino, kamu jagain Revan yah " ujar Melinda
" Siap Tante, permisi " ujar Vino sambil berlalu pergi menuju halaman mansion itu
" Dasar sahabat gak ada akhlak, benci boleh sama orang tua nya tapi ngobrol ngapa sama mereka " gumam Vino sambil menggelengkan kepala nya melihat tindakan sahabat nya
Sesampai nya di halaman mansion tempat dia memarkir mobil nya, Vino melihat sahabat nya sudah bersandar di depan kap mobil nya
" Lama banget kau, ngapain aja " ujar Revan dengan kesal menunggu sahabat nya
" Kalau kau tidak mau menunggu lama, kenapa kau langsung pergi tanpa menjawab ucapan orang tua mu hm!!!" ujar Vino dengan kesal dan geram
" Kau tau kan kalau hubungan ku dengan mereka tidak baik, buat apa aku menjawab mereka. Dasar sahabat tidak peka" ujar Revan sama sama kesal dan geram
" Kau lebih parah, dasar sahabat gak ada akhlak" ujar Vino dengan sangat kesal
" Udah lah. Maaf aku males jawab ucapan mereka. Ya udah sekarang kita berangkat" ajak Revan dengan mengalah karena lagi malas berdebat
" Ya udah yuk " jawab Vino
Mereka pun memasuki mobil Vino dan vino pun melajukan mobil nya menuju cafe XXXX. Di dalam mobil Vino pun memulai membuka obrolan
" Bro, kau masih menjadi donatur di universitas AB ? " tanya Vino kepada Revan sambil fokus ke depan karena dia sedang menyetir
" Masih, karena itu kan termasuk tindakan yang mulia. Ya gak? " ujar Revan kepada vino
" Iya " jawab Vino singkat
" Kau sendiri masih jadi donatur di universitas YZ " tanya Revan kepada Vino
" Masih, karena bagaimana pun sebagian harta kita bukan milik kita seutuh nya" ujar Vino yang fokus menyetir
" Oh iya van, setiap akhir bulan aku selalu membagikan sumbangan. Apakah kau mau ikut? " tambah Vino kepada Revan
" Boleh tuh, sebenar nya selama ini aku mau ajak kamu, tapi takut kamu sibuk Vin " jawab Revan
" Santai aja bro, justru kau lebih sibuk dari pada aku" ujar Vino kepada Revan
__ADS_1
" Benarkah ?" tanya Revan
" Iya. Aku kan kalau kerja nya santai tidak seperti kau yang semua nya serba sempurna " ujar Vino meledek Revan
" Biarin, bukan urusan kau " ujar Revan dengan wajah datar nya
" Terserah kau. Aku mengalah tuan Revan " ujar Vino sambil sesekali melirik ke arah Revan
Karena terlalu asik mengobrol, akhir nya mereka sampai di cafe XXXX
Mereka berdua pun turun dari mobil, dan banyak orang yang terpukau dengan ketampanan mereka berdua dan banyak yang memuji mereka berdua
" Wow, mimpi apa gue semalam sampai sekarang bisa bertemu dua pangeran tampan " ujar pengunjung 1
" Iya bener tuh, gue sekarang nggak lagi mimpi kan " ujar pengunjung 2
" Tampan banget calon imam ku " ujar pengunjung 3
" Bukankah mereka CEO dari perusahaan R'P Group dan CEO perusahaan MHS' Group yah ?" ujar pengunjung 4
" Iya benar, itu pak CEO Revan sama pak CEO Vino. OMG rasanya aku mau pingsan liat mereka secara langsung, gila ganteng banget " ujar pengunjung 5
Tetapi sebalik nya meskipun Vino tidak menghiraukan ucapan semua pengunjung di cafe XXXX tetapi Vino tetap tersenyum kepada pengunjung cafe
" Vin, kita duduk di pojok situ aja yuk " ujar Revan sambil menunjuk meja yang ada di pokok kanan belakang cafe itu
" Yuk " jawab Vino langsung berjalan menuju tempat yang ditunjuk oleh Revan
Saat ingin berjalan di meja cafe yang di pojok. Dari kejauhan Revan melihat seseorang yang pernah dia lihat. karena dia penasaran, akhir nya Revan berjalan ke meja seseorang
" Hallo, seperti nya kenal " ujar Revan sambil menyeringai
" Kamu!!!. Kakak ngapain disini " ujar seseorang yang di hampiri oleh Revan yang ternyata adalah Rania dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut
" Memang nya saya tidak boleh disini ?hm " ujar Revan dengan tatapan tajam nya
Lili yang melihat kehadiran Revan sang CEO perusahaan R'P Group sangat terkejut sekaligus kagum. Dia juga terkejut karena mendengar sahabat nya memanggil Revan dengan panggilan kakak
" Woy , Ran kok kamu manggil tuan Revan kak sih? kamu gak tau dia siapa " bisik Lili tepat di telinga Rania
__ADS_1
" Nggak tau emang nya dia siapa? " bisik Rania kepada Lili
" Dia itu CEO perusahaan R'P Group yang terkenal kejam itu loh, masa kamu gak tau. Dia juga bos kamu di tempat kerja kamu " bisik Lili di telinga Rania
" Apa !!! " teriak Rania membuat semua pengunjung cafe memandang nya, begitu pun dengan Revan yang memandang nya dengan tatapan tajam nya
" Hei Ran jangan teriak - teriak ngapa, itu ada bos kamu tau " bisik Lili kepada Rania
" Ehh iyaa, maaf Li aku lupa " bisik Rania kepada Lili
" Kamu Kenapa pakai teriak - teriak, hm!!! " ujar Revan penuh penekanan dengan tatapan tajam dan muka garang nya
" Maaf tuan " ujar Rania dengan menunduk karena takut melihat wajah garang dan tatapan tajam Revan
" Karena saya sedang tidak ingin berdebat, kali ini ku lepas kan kau. Lain kali kalau kita bertemu akan saya kasih hukuman kamu " ujar Revan geram dengan tatapan tajam nya
Akhir nya Revan pergi dari meja cafe Rania dan Lili menuju ke meja cafe yang ada di pojok di ikuti oleh Vino yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia amarah Revan kepada Rania
" OMG, tuan muda Vino ganteng banget dan juga pendiam beda banget sama aku yang super bawel " batin Lili sambil senyum senyum sendiri
" Hei Li , kamu kenapa melamun terus ? " ujar Rania menyadarkan Lili dari lamunan nya
" Gak papa " ujar Lili kepada Rania
" Hei Ran masa tadi kamu gak kenal sih sama tuan muda Revan " tanya Lili kepada Rania
" Beneran aku gak kenal sama tuan muda Revan " jawab Rania kepada Lili
" Sekarang gimana dong, besok pasti aku ketemu sama tuan muda Revan di perusahaan R'P Group. Gimana yah aku takut dihukum sama tuan muda Revan " tambah Rania panjang lebar
" Lah kamu gimana sih, masa nggak bisa lihat dari penampilan nya sih Rania Rania " ujar Lili sambil tepuk jidat karena bingung dengan masalah sahabat nya
" Jalanin aja say " tambah Lili sambil menepuk pundak Rania
...----------------...
.Hai semuanya saksikan terus novel senyuman manis CEO kejam ya dan ikuti terus kelanjutan kisah Revan dan Rania ya
Jangan lupa like, vote, dan komen sebanyak mungkin ya. See you 🥰🥰🥰
__ADS_1