
Ucapan Rania membuat Revan naik darah, Revan yang sejak tadi menahan amarah nya akhir nya amarah nya sudah tak tertahankan lagi
Cup
Revan mencium bibir Rania dan ******* nya dengan kasar, dia memaksa agar Rania membuka mulut nya namun Rania tetap menutup mulutnya rapat-rapat. Alhasil karena amarah yang tak tertahankan membuat Revan menggigit bibir Rania agar terbuka dan memperdalam ******* nya
Bibir Rania mengeluarkan darah akibat gigitan Revan yang cukup keras tadi
" Aw!!! sakit!!! " ujar Rania merintih kesakitan akibat gigitan dari Revan di bibir nya
" Astagfirullah!!! apakah aku begitu ganas, menggigit bibir nya sampai keluar darah seperti itu " batin Revan terkejut. Ya, Revan tadi menggigit nya dalam keadaan tidak sadar akibat di kendalikan oleh emosi nya
" By, bibir kau berdarah. coba saya lihat nanti saya obati " ujar Revan ingin memegang bibir Rania namun segera di tepis oleh Rania
" Nggak perlu!!! " ujar Rania langsung bangkit dari pangkuan Revan dan berlari menuju kamar nya
" Maaf kan aku by, tadi aku sungguh dalam keadaan tidak sadar " ujar Revan menyesal
Revan langsung mengejar Rania, namun pintu kamar Rania sudah di tutup dan di kunci
Tok
Tok
Tok
" By, buka pintu nya " ujar Revan di depan pintu kamar Rania
" Saya mohon by, buka pintu nya " ujar Revan sambil terus mengetuk pintu kamar Rania sembari duduk di lantai menunggu jawaban dari Rania
Di posisi Rania, dia sedang terduduk di balik pintu kamar sembari menangis
" Kenapa hidup ku sungguh menyedihkan, sudah tidak dianggap sama orang tua sendiri dan sekarang pacar ku berkhianat " batin Rania
" Bibir ku sakit rasa nya seperti jadi susah bicara " batin Rania
" Aku nggak menyangka ternyata Revan yang biasa nya sangat lembut dengan ku mempunyai sikap dan sifat yang ganas. Aku takut!!! " batin Rania
" Hidup ku sungguh menderita " ujar Rania lirih
" Apakah aku harus pergi dari tempat ini " ujar Rania menangis
" Tapi aku akan tinggal dimana setelah pergi dari sini " ujar Rania
Di sebuah rumah mewah, seorang wanita sedang merasa kesal
" Siapa wanita yang ada di telepon tadi " ujar Zhao lie
" Apa dia sugar baby nya my honey " ujar Zhao lie
" Awas kamu ya, aku akan mencari tau tentang diri nya setelah itu aku akan membuat nya hidup menderita " ujar Zhao lie
__ADS_1
Di sisi Rania, gadis itu masih menangis sembari bersandar di pintu
" Aduh!!! tenggorokan ku kering, aku haus banget!!! " ujar Rania
" Revan tidur apa belum ya " ujar Rania
" Aku takut saat aku keluar dia akan marah dan melukai ku lagi " ujar Rania
" Aku haus banget!!! bibir ku perih!!! " ujar Rania
" Aku keluar aja lah, udah haus banget!!! " ujar Rania langsung beranjak untuk membuka pintu kamar nya
Ceklek
Rania perlahan membuka pintu kamar nya dan terkejut saat melihat seorang pria tertidur sembari duduk bersandar di tembok sebelah pintu kamar nya
" Aduh!!! kenapa dia tertidur di situ sih! " batin Rania
Rania terpaksa berjalan perlahan melewati Revan seperti seorang ninja yang menyelinap
Setelah minum air di dapur Rania kembali ke kamar nya dengan langkah perlahan
" Kalau dilihat dia kasihan juga tidur di situ tapi kalau melihat sikap nya hilang sudah rasa kasihan ku " ujar Rania
" Dia kedinginan gak ya " ujar Rania
" Bodo amat lah " ujar Rania langsung masuk kembali ke dalam kamar nya
Rania keluar dari kamar nya sembari membawa selimut kemudian menyelimuti tubuh Revan dengan perlahan
" Tidur nyenyak kekasih pengkhianat " ujar Rania sembari mengecup kening Revan
Rania kembali masuk ke dalam kamar nya untuk tidur
...----------------...
Keesokan hari nya, cuaca tampak mendung seperti hal nya kedua insan yang sedang bertengkar
Revan terbangun dari tidur nya dan melihat tubuh nya sudah berbalut selimut merasa sedikit bingung
" Apa Rania yang memberi ku selimut tadi malam? " ujar Revan
Tok
Tok
Tok
" By, saya mohon keluar lah " ujar Revan sembari mengetuk pintu kamar Rania, namun tidak ada sahutan
" Apa dia masih tertidur " ujar Revan
__ADS_1
Revan mencoba membuka pintu kamar Rania, dan pintu itu langsung terbuka membuat Revan merasa bingung
" Dia tidak mengunci pintu nya? " ujar Revan langsung masuk ke dalam kamar Rania dan tidak mendapati gadis nya
" Rania kemana? kenapa tidak ada di kamar nya " ujar Revan panik
" By, kau kemana " ujar Revan mencari Rania di kamar mandi namun hasil nya nihil
Revan langsung keluar dari kamar Rania menuju dapur, Revan melihat nampan berisi sandwich dan kopi
" Apa Rania yang membuat nya, lalu pergi kemana dia sekarang " ujar Revan khawatir
" Apa Rania kabur " ujar Revan
" Maaf kan aku by, aku sungguh menyesal pasti kau sangat sedih mendapat perlakuan kasar dari ku " ujar Revan
" Walaupun aku sudah berbuat kasar kepada mu tapi kau masih berbaik hati membuat kan ku sarapan " ujar Revan penuh penyesalan
Revan mengambil piring berisi sandwich dan hendak memakan nya, namun mata nya melihat secarik kertas di balik piring sandwich itu
Revan langsung melihat isi kertas itu, tubuh nya lemas saat membaca isi dari kertas itu
Isi pesan di secarik kertas :
To : Revan Pratama
Aku harap kamu membaca surat ini setelah memakan sandwich dan kopi nya. Terima kasih atas perhatian yang sudah kamu berikan kepada ku, terima kasih juga karena sudah memberi ku tempat tinggal. Maaf karena aku sudah tidak bisa menjadi kekasih mu lain dalam artian kita putus!!! jujur kamu orang yang sangat baik tapi aku sudah tidak kuat untuk menjalani hubungan layak nya seorang kekasih dengan mu, aku tidak menyangka ternya aku hanya di jadikan simpanan oleh mu. Saat mengetahui itu aku memang sangat terluka tapi aku sudah mencoba melupakan nya aku akan menjadikan itu pelajaran dalam hidup ku untuk lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. Maaf kalau selama ini aku sudah banyak merepotkan mu, semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi agar aku bisa membayar semua fasilitas yang kamu berikan untuk ku. Aku doakan semoga kamu bahagia dan langgeng bersama pacar sungguhan mu. I love you!!! terimakasih udah pernah hadir di kehidupan ku, lupakan lah aku dan anggap aku tidak pernah hadir dalam hidup mu. Semoga saja saat membaca surat ini aku sudah pergi jauh dari tempat mu, jangan mencari ku biarkan takdir mempertemukan kita tanpa sengaja, berbahagialah dengan kehidupan mu. See you later!!!
From : Rania Aprilia
" Baby, kenapa kau pergi!!!! " teriak Revan menggema di apartemen milik nya.
Revan mengacak-acak rambut nya bahkan menjambak nya karena frustasi
" Aku harus mencari nya " ujar Revan dengan penampilan yang berantakan
Revan langsung keluar dari apartemen nya untuk mencari Rania
...****************...
Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
ig : aliffiaazizah_
__ADS_1
bisa di follow ig nya yah