SENYUMAN MANIS CEO KEJAM

SENYUMAN MANIS CEO KEJAM
Hanya sebuah sandiwara


__ADS_3

" Ya udah kalau gitu, tante panggil kan Revan dulu " ujar Melinda yang langsung melangkah


" Nggak usah tante, Vino dan Revan mau bicara di ruang kerja nya Revan " ujar Vino memberhentikan langkah Melinda


" Oh gitu … ya udah langsung ke atas aja nak, pasti Revan sudah menunggu kamu " ujar Melinda


" Iya tante, om! kalau begitu Vino permisi dulu " ujar Vino


" Iya nak, silahkan " ujar Melinda


Vino langsung pergi meninggalkan kedua orang tua Revan menuju ke ruang kerja sahabat nya. Vino langsung mengetuk pintu ruang kerja Revan


Tok…tok…tok


" Masuk aja bro " ujar Revan yang seperti nya sudah tahu kalau yang mengetuk pintu Vino


" Assalamualaikum bro!!! " ujar Vino memasuki ruang kerja Revan dengan gaya tengil nya


" Waalaikumsalam bro " ujar Revan


" Eh! sebenarnya kau mau curhat apa bro sama aku " ujar Vino


" Kau sungguh sahabat yang menyebalkan!!! aku sedang dalam keadaan sulit kau malah sibuk " ujar Revan ngambek


" Hei!!! aku di sini tamu, tidak disuruh duduk dulu gitu " ujar Vino


" Ya sudah, silahkan duduk!!! " ujar Revan masih ngambek


" Gitu dong, baru sahabat yang baik " ujar Vino tersenyum


Revan dan Vino langsung duduk di sofa yang berada di ruang kerja Revan


" Emang nya kau sedang dalam keadaan sulit apa? " tanya Vino


" Kau tahu tidak … Zhao lie mengungkapkan perasaan nya kepada ku " ujar Revan


" Sudah kuduga!!! " ujar Vino


" Kau sudah tahu? " ujar Revan


" Hm!!! bahkan Zhao lie sudah dengan jelas menunjukkan perasaan nya kepada mu, kau saja yang tidak peka " ujar Vino


" Terus … apakah kau terima cinta nya? " tanya Vino sambil melotot ke arah sahabat nya


" Iya, aku terima cinta nya " ujar Revan santai


" Apa!!! jadi selama ini kau suka sama si Zhao lie itu? " ujar Vino dengan suara yang menggelegar karena terkejut


" Ya tidak lah!!! masa seorang CEO setampan aku suka sama si oli yang tidak tahu malu dan sok cantik itu " ujar Revan dengan percaya diri nya


" Lah terus … kalau kau tidak suka sama Zhao lie kenapa kau mau jadi pacar nya Revan Pratama!!! " ujar Vino yang bingung dengan jalan pikiran sahabat nya


" Maka nya kau dengar kan aku cerita dulu Vino Mahesa!!! " ujar Revan kesal karena sahabat nya emosi sebelum dia menceritakan semua nya


" Idih!!! kok malah kau yang emosi, harus nya kan aku yang emosi dengan jalan pikiran mu itu " ujar Vino

__ADS_1


" Dengarkan aku cerita Vino Mahesa yang terhormat!!! jangan emosi sendiri dulu " ujar Revan


" Iya, jangan marah marah dong om nanti lekas tua " ujar Vino cemberut


" Idih!!! sembarangan saja kalau ngomong! kau tuh yang lekas tua. Jadi gini ceritanya, aku itu di tembak cinta nya sama si oli … " ujar Revan langsung terpotong oleh ucapan Vino


" Eh tunggu!!! oli itu maksud nya … Zhao lie " ujar Vino yang memotong ucapan Revan


" Iya, oli itu Zhao lie " ujar Revan dengan wajah datar nya


" Wow!!! sudah punya panggilan sayang nih!!! " ujar Vino meledek sahabat nya


" Bukan aku yang buat panggilan itu " ujar Revan kesal


" Terus … siapa dong yang buat panggilan itu? " ujar Vino dengan menaikturunkan alis nya


" Rania " jawab Revan singkat


" Wow!!! jangan jangan kau suka sama Rania ya " ujar Vino


" Tidak " ujar Revan singkat


" Eh bro!!! katanya mau jelaskan alasan kau menerima cinta nya Zhao lie " ujar Vino


" Tadi aku mau mengatakan nya kau malah membicarakan yang lain " ujar Revan mendengus kesal


" Hehe, ya maaf lah bro " ujar Vino cengengesan


" Jadi alasan aku menerima cinta si oli karena aku sedang melakukan sandiwara " ujar Revan


" Sandiwara apa an? " tanya Vino


" Terus … aku menelpon kau diangkat tapi kau sedang sibuk, menelpon Farhan dia tidak mengangkat nya dan karena aku sedang bingung harus menelpon siapa. Akhir nya aku menelpon Rania " ujar Revan


" Dan dia memberikan ide kepada ku untuk bersandiwara dan aku di suruh untuk menerima cinta oli tapi aku harus menunjukkan kekurangan ku agar dia merasa malu dan akhir nya tidak tahan bersama dengan ku " ujar Revan


" Jadi gitu, lagipula aku juga tidak sebodoh itu yang dengan mudah nya menerima wanita tidak tahu malu itu. Masa seorang CEO hebat dan tampan seperti ku dengan mudah menerima cinta wanita seperti oli " ujar Revan bangga


" Idih!!! narsis amat nih orang, untung dia sahabat ku. Menurut ku yang gak tau malu itu kan dia sendiri yang menganggap diri nya hebat padahal tadi bilang dia sudah buntu ide " gumam Vino menggeleng kan kepala nya melihat kepercayaan diri sahabat nya yang terlalu tinggi


" Kau sedang mengumpat ku ya!!! " ujar Revan dengan tatapan menyelidik


" Tidak!!! siapa yang sedang mengumpat mu. Kau benar benar terlalu percaya diri " ujar Vino mengelak


" Jadi orang itu harus percaya diri, kalau kita tidak percaya diri nanti minder " ujar Revan


" Idih!!! dia selalu bisa menjawab kata kata ku " gumam Vino


" Benar benar pandai silat lidah " batin Vino


" Eh Van! Bagaimana hubungan mu dengan orang tua mu? " tanya Vino


" Biasa saja! dan sandiwara ku masih tetap berjalan karena aku masih belum menemukan kebusukan mereka " ujar Revan santai


" Astagfirullah!!! kau masih bersandiwara bro? " ujar Vino tidak percaya

__ADS_1


" Iya, memang nya kenapa? " ujar Revan


" Memang nya kau tidak bisa berdamai dengan mereka apa? aku lihat seperti nya mereka baik dan bersikap biasa biasa saja, tidak ada yang mencurigakan " ujar Vino


" Aku tidak akan bisa berdamai dengan mereka sebelum ide busuk yang mereka jalan kan terungkap " ujar Revan


" Terserah kau saja lah! pusing aku mikirin kehidupan mu yang penuh sandiwara " ujar Vino pura pura sedih


" Eh bro! kau tau nomor telepon nya teman nya Rania tidak? " ujar Vino


" Teman nya yang mana? " tanya Revan


" Yang itu loh, yang kemarin pas kita di cafe XXXX dia lagi nongkrong juga bareng Rania " ujar Vino


" Tidak " ujar Revan singkat


" Idih!!! aku pikir kau punya saat nanya teman yang mana " ujar Vino kesal


" Memang nya kenapa? pakai nyari nomor telepon teman gadis cerewet " ujar Revan


" Ya tidak apa-apa sih! cuma pengin tahu nomor nya saja " ujar Vino


" Bro! kau kan sahabat yang baik tuh, tolong minta kan nomor telepon nya ke Rania ya " ujar Vino memohon


" Idih!!! nih anak kenapa ya? apa dia suka sama teman nya gadis cerewet itu " gumam Revan yang bingung dengan sikap sahabat nya itu


" Minta saja sendiri " ujar Revan cuek


" Ya sudah, mana nomor telepon nya Rania. Kirimkan pada ku " ujar Vino


" Idih!!! pakai acara minta nomor telepon nya gadis cerewet itu segala lagi " batin Revan


" Minta saja langsung ke orang nya " ujar Revan


" Kau jahat bro!! kata nya kita sahabat, masa kau tega membiarkan ku mengemis meminta nomor telepon teman nya Rania " ujar Vino dengan raut wajah sedih


" Bodo amat!!! " ujar Revan


" Tega nya kau bro!!! sungguh tak berperikemanusiaan!!! " ujar Vino


" Dahlah! aku mengalah, bentar aku telepon Rania dulu " ujar Revan yang tidak tega melihat tingkah sahabat nya itu


Revan beranjak dari duduk nya untuk mengambil handphone yang berada di kamar nya


...****************...


Halo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini


Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik


Jangan lupa vote, like and komen yah


Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig


love you all 🥰🥰🥰

__ADS_1


ig : aliffiaazizah_


bisa di follow ig nya yah


__ADS_2