
Setelah telepon dimatikan Rania langsung terduduk kaku
" Dia gak marah kan! dia gak marah kan! bos kejam and galak itu gak marah kan!!! " ujar Rania frustasi
" Kalau dia marah gimana? kamu sih Ran pake banyak ngomong segala nggak bisa kalem dan nggak banyak tingkah banget deh " ujar Rania menyalahkan diri sendiri
" Kalau bos kejam itu marah kan gawat bisa bisa aku di pecat bahkan nyawa ku melayang mengenaskan. Nggak!!! nggak !!! nggak !!! aku takut " ujar Rania merinding
" Tapi tunggu.....darimana bos kejam itu dapat nomor telepon ku dan kenapa bos kejam itu pake telepon aku segala? nggak ada kerjaan apa ? " ujar Rania sambil berpikir
" Mungkin dari kak Farhan, yang kamu pikirkan sekarang adalah dia marah apa nggak ? " ujar Rania
" Huh ! " Rania menghela nafas kasar
" Tenang Rania, kamu harus kalem dan jangan menunjukan sikap mu yang cerewet " ujar Rania
" Mendingan solat Maghrib dulu deh biar agak tenang udah adzan juga " ujar Rania yang langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu
Di waktu yang sama di kediaman Revan Pratama, dia sedang senyum senyum sendiri karena berhasil mengerjai Rania
" Aku yakin pasti gadis cerewet itu sedang takut " ujar Revan tersenyum nakal
" Dia sangat takut kena marah sama aku dan besok aku harus pura pura bersikap cool " ujar Revan
" Oh iya, aku harus balas pesan adik nya " ujar Revan sambil mengambil handphone kerja nya di atas meja di kamar nya
" Cih!!! sungguh naif isi pesan ini sangat tidak sesuai ekspektasi " ujar Revan sambil membaca pesan dari Salsa
" Sudah aku jawab semua, mendingan aku solat sekarang " ujar Revan setelah selesai membalas semua pesan dari Salsa
Revan pun menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan solat
Disisi Salsa, dia sedang kegirangan karena pesan nya di balas oleh Revan
" OMG, akhir nya kak Revan balas pesan dari aku " ujar Salsa kegirangan
" Aku harus terus deketin kak Revan apapun dan bagaimanapun cara nya " ujar Salsa dengan wajah licik nya
" Gimana kalau ajak kak Revan makan siang terus ngobrol, pasti kak Revan luluh deh sama aku " ujar Salsa dengan percaya diri nya
" Iya deh ajak kak Revan makan siang " ujar Salsa langsung mengirim pesan kepada Revan
Skip sesi makan malam nya yah wkwk
Disisi Rania, gadis itu sudah berada di kamar nya
" Huh! bosen banget hidup ku, ngapain yah yang asik " ujar Rania sambil berpikir
" Mendingan buka sosial media aja biar lebih fresh " ujar Rania sambil mengambil handphone nya
" What!!! ada DM dari Elang, aduh gimana nih! aku takut " ujar Rania sambil gemetar memegang handphone nya
" Gimana kalau dia datang ke rumah besok, oh tidak!!! " ujar Rania frustasi
" Apa!!! beneran kan dia mau datang ke rumah gawat nih " ujar Rania panik
__ADS_1
Isi pesan DM dari Elang Prayoga
" halo sayang, kenal gue kan ? "
" gue yakin pasti loh langsung kenal "
" gue udah nunggu loh lama, gue rasa ini waktu yang tepat buat nembak loh lagi "
" gue masih setia kan sama loh "
" besok gue ke rumah loh dan ketemu bokap dan nyokap loh gue akan nembak loh di depan mereka jadi loh tidak akan menolak nya "
" kalo loh nolak gue akan bilang ke mereka kalau loh sering ikut ke bar sama gue "
" loh gak mau kan mereka kecewa, makanya terima cinta gue "
" bye sayang, sampai ketemu besok " emoticon ciuman
Kembali ke kehidupan nyata
" Astagfirullah, dia mau datang ke rumah ku dan mau mengadu domba aku " ujar Rania terkejut sambil menitikkan air mata
" Aku harus gimana dong! semoga besok ada seseorang yang menyelamat kan aku " ujar Rania sambil menangis
" Mendingan aku tidur deh, kepala aku pusing " ujar Rania
Rania tertidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh nya sampai ujung kepala, suara tangis sesenggukan nya masih terdengar sampai tanpa sadar dia terlelap dalam tidurnya
...----------------...
Keesokan hari nya di pagi yang sangat cerah, tetapi tak secerah wajah gadis cantik yang sedang melamun
Rania keluar dari kamar untuk sarapan dengan keluarga nya, semua keluarga nya merasa bingung walaupun mereka cuek ke Rania tetapi mereka bingung dengan wajah sendu Rania
" Kau kenapa nak, kenapa dengan wajahmu seperti habis menangis. Coba cerita sama ayah nak " ujar Indra setelah Rania duduk di samping nya
" Rania gak papa yah, tadi malem Rania nonton drama China di handphone dan ke bawa suasana sampai nangis jadi gini " jelas Rania berusaha tersenyum untuk menutupi kesedihan nya
" Oh, jadi gitu ya udah sekarang makan " ujar Indra
Dan semua nya makan tanpa ada nya pembicaraan, setelah makan Rania kembali ke kamar untuk mengambil tas nya
" Ran, berangkat bareng yuk " ujar Salsa di depan pintu kamar Rania
" Kamu ngajak kakak berangkat bareng dek ? ya udah yuk " ujar Rania
" Ini masih terlalu pagi Ran " ujar Salsa
" mm, Ran aku ada tugas kuliah dan aku nggak bisa mengerjakan nya, kamu bisa bantu nggak ? " ujar Salsa
" Oh, bisa dek. Coba mana soal nya, kita duduk di ruang tamu aja yuk " ujar Rania langsung berjalan menuju ruang tamu diikuti Salsa
" Coba mana dek, kakak liat soal nya " ujar Rania yang sudah duduk di ruang tamu
" Ini Ran, kamu bisa nggak? " ujar Salsa sambil menyerahkan buku nya kepada Rania
__ADS_1
" Apakah aku sudah bersikap baik kepada Rania, pasti setelah kak Revan melihat kebaikan ku ke pegawai nya dia akan terharu " gumam Salsa
" Kakak bisa dek, sini biar kakak yang jawab " sambil mengambil buku tugas Salsa
" Makasih ya Ran udah mau bantuin aku " ujar Salsa
" Iya dek, sama sama " ujar Rania sambil mulai fokus ke tugas Salsa
Tiba tiba ada suara teriakan seorang pria yang memanggil nama Rania, hal itu membuat Rania gemetaran takut
" Rania!!! keluar kau!!! " teriak pria yang berada di depan rumah Rania
" Sayang!!! keluar!!! gue tau loh masih di rumah! sayang!!! keluar sekarang!!! " teriak pria itu semakin keras
Dari dalam rumah, Rania sudah sangat takut karena dia yakin itu suara Elang
" Astagfirullah! Elang udah datang lagi, gimana nih aku takut!!! " gumam Rania
" Ran, itu siapa yah di luar gangguin aja. Tapi sepertinya orang itu manggil kamu deh Ran siapa sih ? " ujar Salsa
" Kakak juga nggak tau dek " ujar Rania dengan wajah panik
" Seperti nya ada yang dia sembunyikan nih " gumam Salsa
" Mending kita lihat deh Ran, ganggu banget suaranya " ujar Salsa
" Tapi kakak takut, kalau dia orang jahat gimana " ujar Rania
" Siapa sih itu yang di luar teriak teriak berisik banget!!! " ujar Endah yang keluar dari kamar nya setelah mendengar teriakan orang gak jelas dari luar
" Nggak tau Bu " jawab Rania
" Iya itu orang siapa nak, seperti nya dia manggil kamu Ran " ujar Indra yang keluar dari kamar mandi mendengar kebisingan di depan rumah nya kepada Rania
" Nggak tau yah, Rania jadi takut kalau dia orang jahat gimana ? " ujar Rania
" Mending kita keluar aja daripada tuh orang nggak pergi pergi " ujar Endah
" Iya ayah temenin ibu keluar " ujar Indra yang langsung membuka pintu rumah nya
Wajah Rania kini terlihat pucat pasi, dia takut sekali akan ancaman Elang
Kini pintu rumah Rania sudah terbuka lebar dan terlihat lah pria yang sejak tadi berteriak, pria itu adalah Elang Prayoga sesuai dengan tebakan Rania. Tetapi aneh nya penampilan Elang berbeda dari biasa nya kini dia berpenampilan rapi dengan memakai jas hitam dan kemeja biru serta celana panjang hitam di padukan dengan dasi hitam
...****************...
Hallo para pembaca semua nya saksikan terus kelanjutan kisah Revan dan Rania yang penuh dengan Lika liku ini
Semoga kalian suka dan maaf mungkin karya ini tak sebagus karya karya lain nya karena aku masih baru dan harus banyak belajar jadi belum mahir dan pandai seperti author lainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik
Jangan lupa vote, like and komen yah
Oh iya kalau mau tanya tanya tentang author bisa lewat ig
love you all 🥰🥰🥰
__ADS_1
ig : aliffiaazizah_
bisa di follow ig nya yah